×

Ilmu + Agama = Hidupku

Ilmu + Agama = Hidupku

Tersampaikan kisah bagaimana seorang anak memperjuangkan ilmu dan agamanya. Tsabbita Barbinnaja, nama yang diberikan orang tuaku dengan sederhana tapi memiliki arti yang istimewa. Aku memutuskan untuk menjadi mahasiswa Teknik informatika Universitas STEKOM Majapahit ,pada tahun lalu. Adanya sistem belajar yang flexible dengan biaya yang terjangkau, membuatku tak berfikir 2 kali untuk merasakan kuliah yang menyenangkan ini.

Selain hidup di dunia perkuliahan, aku juga memiliki dimensi lain, yaitu menjadi seorang penghafal Al-qur'an. Banyak orang yang menganggapku melakukan lelucon karena masuk jurusan yang berbau teknologi ini, pasalnya aku memang sudah cukup dikenal dengan diriku yang fokus di pesantren. Mengapa tidak mengambil jurusan-jurusan agama saja? Ya Allah, apakah aku tidak boleh mencoba hal baru?


Berkuliah di Universitas STEKOM memudahkanku untuk membagi waktu antara belajar dan juga waktu untuk bersama al-qur'an. Untuk sampai saat ini aku merasakan bahwa langkahku masih baik-baik saja. Tanpa harus mendengarkan pertanyaan - pertanyaan silang dari banyak orang. Bahkan seorang fisikawan Albert Einstein mengatakan bahwa "ilmu tanpa agama itu buta, sedangkan agama tanpa ilmu itu pincang". Lalu apa yang harus diragukan lagi untuk mempelajari hal-hal di luar keagamaan? Terlebih pengetahuan itu luas, agama memang penting tapi kita hidup juga membutuhkan ilmu.

Menjadi perempuan yang tangguh dan mandiri di zaman sekarang ini sepertinya menjadi karakter yang sudah seharusnya.


Memasarkan parfume bermerk, membuat kaligrafi, menjual lukisan karyaku sendiri dan banyak hal yang kulakukan, selain untuk menggandeng kemandirian, juga sebagai pemasok uang saku dan kebutuhan lain. Aku sadar lewat hobiku ini bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai. walaupun tidak mudah tapi aku yakin jika itu baik dan bermanfaat akan kulakukan.

Dengan hobi dan dan kesibukan utamaku aku tetap bisa membagi waktu kapan harus mengerjakan tugas, kapan harus belajar, mengikuti pembelajaran dengan baik, mentadaburi Al-qur'an, menyapa hobi dan kegiatan harian lainnya. Pesan dari Ir. Soekarno kepada anak bangsa agar "bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, kau akan jatuh di antara bintang-bintang". Begitulah proses dan kisah yang terlihat pendek, karena yang panjang adalah perjuangannya.


Semoga dapat mengingatkan betapa pentingnya menyeimbangkan ilmu dengan agama, karena hanya dengan kedua hal itu kita bisa menjadi insan yang kuat menghadapi peradaban yang serba ada. Mencoba hal baru memang tidak ada salahnya, selama itu baik untuk kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan, lakukan saja.