×

WEBINAR NASIONAL Peluang dan Tantangan Audit Digital

WEBINAR NASIONAL Peluang dan Tantangan Audit Digital

Semarang, 12 Desember 2023 Progdi D3 Komputerisasi Akuntansi Univ. STEKOM, FEB Ak Moestopo Jakarta, UIN Raden Intan Lampung, FEB Ak UINSA Surabaya, FEB Ak Ibn Khaldun Bogor, FEB UNESA Surabaya, PERKIVI, PTIC dan TopLoker.com, Sukses dalam menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema Peluang dan Tantangan Audit Digital.

 

Acara Webinar Nasional Peluang dan Tantangan Audit Digital tersebut diselenggarakan Selasa, 12 Desember 2023 Pukul 13.00 s.d 16.00 WIB yang di laksanakan melalui Zoom Meeting dan You Tube Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) dan di hadiri oleh mahasiwa dan masyarakat umum.

 

Webinar Nasional ini Menghadirkan 6 Narasumber, narasumbernya yaitu Dr.Meiliyah Ariani, S.E., M .Ak. (Dosen FEB Ak Moestopo Jakarta), Yetri Martika Sari, M.Acc., Ak., CA. (Dosen UIN Raden Intan Lampung), Ratna Anggraini Aripratiwi, S.E., M.S.A., Ak., CA. (Dosen FEB Ak UINSA Surabaya), Dr. Azolla Degita Azis, SST., M.Ak., M.B.A., CGRM. (Dosen FEB Ak Ibn Khaldun Bogor), Made Dudy Satyawan, SE., M.Si., Ak., CA., CPA., CTA., BKP. (Dosen FEB UNESA Surabaya), Sri Wahyuning, S.Kom., M.Si. (Dosen Universitas STEKOM Semarang).

 


Dalam pemaparan narasumber, Dr.Meiliyah Ariani, S.E., M .Ak. (Dosen FEB Ak Moestopo Jakarta) menjelaskan tentang Digitalis Akuntansi : Fenomena Yang Tidak Terhindari. Perkembangan teknologi memengaruhi dunia akuntansi. Para pemilik bisnis,khususnya pemilik bisnis kecil lebih memilih untuk melakukan pencatatan untuk semua transaksi dimana saja mereka berada melalui mobile divice.

 

Semua orang khususnya para pebisnis bisa melakukan pengecekan data keuangan dan rekening kapan saja melalui smartphone. Bahkan, komunikasi antara klien dan konsultan keuangan semakin mudah dan aman untuk dilakukan karena kedua pihak dapat dengan mudah berdiskusi tentang laporan keuangan terbaru tanpa ada batasan jarak, walau sebenarnya tidak berada di lokasi yang sama.

 

Proses akuntansi yang terotomatisasi melalui software digital memang memberikan banyak sekali manfaat, melalui dari hemat waktu hingga kemudahan berkolaborasi. Namun, mengapa masih banyak pebisnis yang memilih untuk tidak menggunakannya? Salah satu pertimbangan mereka adalah adanya isu keamanan. Mereka takut data finansial mereka akan bocor.

 

Peran teknologi di bidang akuntansi sudah tidak bisa diragukan lagi. Para pengguna merasa dipermudah dalam proses pencatatan dan pembuatan laporan. Berbagai jenis pekerjaan bisa dilakukan secara otomatis dengan sistem automatisasi yang meningkatkan efektivitas kerja dan mengusangi beban biaya.

 

Cloud computing adalah salah satu aspek dalam perkembangan teknologi yang berperan penting dalam perubahan sistem akuntansi. Cloud computing memudahkan para penggunanya untuk menyimpan data secara online dan sistem ini mudah diakses secara cepat oleh pihak-pihak yang berkepentingan sehingga pengiriman data keuangan kepada konsultan keuangan dan akuntansi semakin praktis.

 

Faktor keamanan Cloud Computing. Faktor keamanan juga membuat cloud computing menjadi semakin populer karena hanya para pemiilik data yang bisa mengakses data mereka sehingga data keuangan setip perusahaan akan aman dan tidak dicuri atau disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Di dalam dunia bisnis yang kompetitif, pemakaian sistem akuntansi digital semakin meluas. Para pebisnis dan pemilik perusahaan harus beradaptasi dan merangkul perkembangan teknologi secepatnya agar mampu bersaing. Penjelasan lebih lengkapnya bisa tonton di https://www.youtube.com/live/vlavT69g4yI?si=DrflJFCDtGMQL7z_

 


Dalam pemaparan narasumber, Yetri Martika Sari, M.Acc., Ak., CA (Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung) menjelaskan tentang Adaptasi Audit Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital. Adaptasi audit melalui pemanfaatan teknologi digital dapat memberikan berbagai manfaat dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kedalaman pemahaman atas risiko dan kontrol dalam suatu organisasi. Berikut adalah beberapa cara di mana teknologi digital dapat digunakan untuk memperbarui dan meningkatkan proses audit:

1. Audit Berbasis Data: Menggunakan analisis data dan teknik audit berbasis data (ABD) untuk mengevaluasi volumenya, mengidentifikasi pola, dan mendeteksi anomali. Alat analisis data dapat mempercepat identifikasi risiko dan memberikan wawasan mendalam.

2. Audit Otomatis: Menerapkan otomatisasi dalam pengumpulan dan analisis data, sehingga meminimalkan pekerjaan manual dan meningkatkan kecepatan proses audit. Otomatisasi dapat mencakup pemindaian sistem, pengumpulan data, dan bahkan pembuatan laporan.

3. Penggunaan Teknologi AI (Artificial Intelligence) dan Machine Learning: Memanfaatkan teknologi AI dan machine learning untuk menganalisis data dengan cara yang lebih canggih. Ini dapat membantu dalam identifikasi tren, prediksi risiko, dan membangun model untuk mendeteksi anomali secara otomatis.

4. Blockchain untuk Transparansi: Menggunakan teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi dan keamanan dalam jejak audit. Blockchain dapat digunakan untuk mencatat transaksi dengan cara yang tidak dapat diubah dan memberikan kepercayaan pada integritas data.

5. Sistem Manajemen Audit Elektronik: Mengadopsi platform atau sistem manajemen audit elektronik yang dapat mengintegrasikan jadwal audit, temuan, dan rekomendasi. Sistem ini dapat mempermudah kolaborasi tim audit dan menyediakan tata kelola yang lebih baik.

6. Pemindaian Keamanan Sistem: Melakukan pemindaian keamanan sistem secara teratur untuk mendeteksi kerentanan dan memastikan keamanan infrastruktur TI. Alat keamanan siber dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko keamanan.

7. Analisis Risiko Berbasis Teknologi: Menerapkan pendekatan berbasis teknologi dalam analisis risiko untuk mengidentifikasi ancaman siber, kerentanan perangkat lunak, dan risiko keamanan lainnya yang mungkin mempengaruhi proses bisnis.

8. Penggunaan Aplikasi Mobile: Memanfaatkan aplikasi mobile untuk memudahkan proses pengumpulan data dan pelaporan lapangan. Ini dapat membantu auditor untuk mengakses informasi secara real-time dan meningkatkan responsibilitas lapangan.

9. Teknologi Cloud untuk Penyimpanan Data: Menggunakan teknologi cloud untuk menyimpan dan mengakses data audit secara aman. Hal ini memudahkan akses data dari berbagai lokasi dan memungkinkan kolaborasi tim audit yang lebih baik.

10. Pelaporan Interaktif: Menerapkan pelaporan interaktif dengan menggunakan teknologi dashboard dan visualisasi data. Ini dapat membantu manajemen dan pemangku kepentingan untuk memahami temuan audit dengan lebih baik.

11. Audit Berbasis Continuous Monitoring: Menggunakan teknologi untuk mendukung model audit berbasis continuous monitoring, di mana sistem secara otomatis memonitor dan memberikan laporan tentang kinerja kontrol keamanan dan kepatuhan.

12. Keterlibatan Auditor dalam Pengembangan Teknologi: Memastikan keterlibatan auditor dalam proses pengembangan teknologi organisasi. Ini membantu memastikan bahwa keamanan dan kepatuhan diintegrasikan sejak awal.

 

Penerapan teknologi digital dalam audit tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga dapat menghasilkan wawasan yang lebih mendalam, meminimalkan risiko, dan memberikan nilai tambah bagi organisasi. Selain itu, perlu diingat bahwa auditor perlu terus mengikuti perkembangan teknologi untuk tetap relevan dalam menghadapi tantangan keamanan dan kepatuhan yang berkembang. Penjelasan lebih lengkapnya bisa tonton di https://www.youtube.com/live/vlavT69g4yI?si=DrflJFCDtGMQL7z_

 


Dalam pemaparan nerasumber, Ratna Anggraini Aripratiwi, S.E., M.S.A., Ak., CA. (Dosen FEB Ak UINSA Surabaya) menjelaskan tentang Audit Keuangan: Peluang dan Tantangan di Era Digital. Era digital membawa peluang dan tantangan tersendiri bagi praktik audit keuangan. Berikut adalah beberapa aspek penting yang perlu dipertimbangkan:

 

Peluang:

1. Otomatisasi Proses Audit:

Peluang: Dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi, proses audit keuangan dapat menjadi lebih efisien. Alat otomatisasi dapat digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dengan cepat, mengurangi pekerjaan manual, dan meningkatkan akurasi.

 

2. Analisis Data yang Mendalam:

Peluang: Era digital memungkinkan auditor untuk melakukan analisis data yang lebih mendalam. Teknik seperti analisis berbasis data dan machine learning dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola dan anomali, memberikan wawasan tambahan tentang transaksi keuangan.

 

3. Kolaborasi dan Keterlibatan Real-time:

Peluang: Dengan menggunakan platform kolaborasi online dan alat komunikasi real-time, auditor dapat bekerja sama dengan klien secara lebih efektif. Keterlibatan real-time memungkinkan pertukaran informasi yang cepat dan respons yang lebih cepat terhadap perubahan.

 

4. Keamanan Data:

Peluang: Penerapan teknologi keamanan siber dapat meningkatkan perlindungan data selama proses audit. Sistem keamanan yang canggih membantu melindungi informasi keuangan dari ancaman siber.

 

5. Peningkatan Analisis Risiko:

Peluang: Teknologi memungkinkan auditor untuk secara lebih efektif mengidentifikasi dan menilai risiko keuangan. Analisis risiko yang lebih canggih dapat membantu auditor fokus pada area yang memiliki dampak terbesar.

 

Tantangan:

1. Keamanan dan Privasi Data:

Tantangan: Mengelola keamanan dan privasi data menjadi lebih rumit dalam era digital. Auditor perlu memastikan bahwa data keuangan tetap aman dan terlindungi dari ancaman siber.

 

2. Ketergantungan pada Teknologi:

Tantangan: Ketergantungan pada teknologi juga membawa risiko. Kegagalan sistem atau serangan siber dapat mengganggu proses audit dan menyebabkan ketidakpastian.

 

3. Perubahan Kepatuhan:

Tantangan: Peraturan dan kepatuhan terus berkembang, dan auditor harus terus memperbarui pengetahuan mereka untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi terbaru.

 

4. Integrasi Data:

Tantangan: Meskipun ada banyak data yang tersedia, integrasi data dari berbagai sumber dapat menjadi rumit. Auditor perlu mengatasi tantangan ini untuk mendapatkan pandangan yang lengkap dan akurat.

 

5. Kurangnya Keterampilan Digital:

Tantangan: Kurangnya keterampilan digital di kalangan auditor dapat menjadi hambatan. Auditor perlu mengembangkan keterampilan teknologi dan pemahaman mendalam tentang alat audit digital.

 

6. Audit pada Teknologi Terbaru:

Tantangan: Pemahaman dan audit terhadap teknologi baru seperti blockchain atau kecerdasan buatan dapat menjadi tantangan. Auditor perlu terus memperbarui pengetahuan mereka untuk mengikuti perkembangan teknologi.

 

7. Pertimbangan Etika:

Tantangan: Menghadapi pertimbangan etika baru terkait penggunaan teknologi dalam audit. Hal ini termasuk keamanan data, transparansi, dan penggunaan teknologi secara adil.

 

8. Biaya Implementasi Teknologi:

Tantangan: Implementasi teknologi memerlukan investasi awal yang signifikan. Organisasi perlu mempertimbangkan biaya implementasi dan memastikan bahwa manfaat jangka panjang dapat dijustifikasi.

 

Auditor harus tetap fleksibel, terus belajar, dan beradaptasi dengan perubahan teknologi serta lingkungan bisnis. Dengan memahami peluang dan tantangan tersebut, auditor dapat mengoptimalkan manfaat teknologi digital dalam praktik audit keuangan. Penjelasan lebih lengkapnya bisa tonton di https://www.youtube.com/live/vlavT69g4yI?si=DrflJFCDtGMQL7z_

 


Dalam pemaparan narasumber, Dr. Azolla Degita Azis, SST., M.Ak., M.B.A., CGRM. (Dosen FEB Ak Ibn Khaldun Bogor) menjelaskan tentang Impact to Audit and Assurance Professionals (Dampak terhadap Profesional Audit dan Asurans). Era digital memiliki dampak signifikan terhadap profesi audit dan asuransi, memunculkan tantangan baru sekaligus peluang untuk para profesional di bidang ini. Berikut adalah beberapa dampak utama:

 

Dampak terhadap professional audit:

1. Perubahan Keterampilan:

Dampak: Para profesional audit perlu mengembangkan keterampilan baru dalam analisis data, keamanan siber, dan teknologi audit. Keterampilan tradisional seperti penilaian risiko dan kepatuhan tetap penting, tetapi tambahan keterampilan digital menjadi semakin relevan.

 

2. Peningkatan Efisiensi:

Dampak: Pemanfaatan teknologi dalam proses audit meningkatkan efisiensi dan akurasi. Auditor dapat mengotomatisasi tugas-tugas rutin, memungkinkan mereka fokus pada analisis lebih mendalam dan pengambilan keputusan strategis.

 

3. Kolaborasi dan Keterlibatan:

Dampak: Keterlibatan real-time dan kolaborasi dengan klien menjadi lebih mudah dengan teknologi digital. Auditor dapat bekerja sama secara lebih efektif, mengakses data klien secara langsung, dan merespons perubahan dengan cepat.

 

4. Integrasi Analisis Data:

Dampak: Profesional audit dapat menggunakan analisis data untuk mengidentifikasi pola, mendeteksi anomali, dan mendapatkan wawasan tambahan dari set data besar. Ini memperkuat proses audit dan meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi risiko.

 

5. Peningkatan Kualitas Audit:

Dampak: Dengan menggunakan teknologi untuk analisis risiko dan audit berbasis data, profesional audit dapat memberikan hasil yang lebih berkualitas. Keakuratan dan relevansi temuan audit meningkat dengan pendekatan yang lebih canggih.

 

6. Pengelolaan Risiko Keamanan:

Dampak: Auditor perlu memahami dan mengelola risiko keamanan siber yang terkait dengan penggunaan teknologi dalam proses audit. Keamanan data dan perlindungan informasi menjadi fokus kritis.

 

7. Ketidakpastian dan Tantangan Etika:

Dampak: Kemajuan teknologi dapat membawa ketidakpastian dan tantangan etika baru dalam menjaga integritas dan independensi auditor. Profesional audit perlu beradaptasi dengan perkembangan ini dan mengidentifikasi solusi yang sesuai.

 

Dampak Terhadap Profesional Asuransi:

1. Pemahaman Data dan Analisis:

Dampak: Profesional asuransi perlu memahami teknik analisis data dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam menilai risiko. Analisis data besar dapat membantu dalam penetapan premi yang lebih akurat dan pemodelan risiko yang lebih canggih.

 

2. Inovasi Produk:

Dampak: Kemajuan teknologi memungkinkan perusahaan asuransi untuk mengembangkan produk baru yang lebih inovatif. Ini mencakup produk asuransi berbasis telematika, produk cerdas yang terhubung dengan Internet of Things (IoT), dan produk lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

 

3. Keamanan dan Privasi:

Dampak: Aspek keamanan siber dan privasi data menjadi kritis. Profesional asuransi perlu memastikan bahwa data pelanggan dan informasi bisnis tetap aman dan terlindungi dari ancaman siber.

 

4. Pengelolaan Risiko:

Dampak: Pemanfaatan teknologi dalam pemodelan risiko dan analisis prediktif membantu profesional asuransi dalam mengelola risiko dengan lebih baik. Ini membawa dampak positif pada penetapan premi dan keputusan underwriting.

 

5. Peningkatan Layanan Pelanggan:

Dampak: Teknologi memungkinkan perusahaan asuransi memberikan layanan pelanggan yang lebih baik dan responsif. Penerapan chatbot, platform self-service, dan analisis data pelanggan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan.

 

6. Keterlibatan Pelanggan:

Dampak: Profesional asuransi dapat memanfaatkan teknologi untuk lebih berinteraksi dengan pelanggan. Penerapan aplikasi mobile, platform online, dan solusi berbasis teknologi lainnya dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan.

 

7. Kecepatan Proses Klaim:

Dampak: Pemanfaatan teknologi dalam proses klaim dapat mempercepat penyelesaian klaim, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mengurangi biaya administratif.

 

Dalam kedua kasus, baik dalam audit maupun asuransi, penting bagi para profesional untuk terus mengembangkan keterampilan teknis dan pemahaman bisnis mereka agar dapat mengoptimalkan manfaat dari perubahan teknologi digital. Selain itu, menjaga etika dan kepatuhan tetap menjadi prioritas dalam lingkungan yang semakin kompleks dan terhubung. Penjelasan lebih lengkapnya bisa tonton di https://www.youtube.com/live/vlavT69g4yI?si=DrflJFCDtGMQL7z_

 


Dalam pemaparan narasumber, Made Dudy Satyawan, SE., M.Si., Ak., CA., CPA., CTA., BKP. (Dosen FEB UNESA Surabaya) menjelaskan tentang Agility Auditor Dalam Mengawal Transparansi dan Akuntabilitas Informasi Keuangan di Era Teknologi Digital. Era Revolusi Industri 4.0, Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

 

Dampak Teknologi Terhadap Bisnis. Teknologi baru ini akan menciptakan suatu kenormalan yang baru / standar baru (new normal).

Perkembangan teknologi akan mengubah seluruh aspek pengelolaan bisnis:

1. Bagaimanan pendanaan atas bisnis, banyak aset yang akan berupa teknologi.

2. sumber daya yang dibutuhkan dalam bisnis, bisa jadi tidak banyak SDM yang direkrut, termasuk staf akuntansi.

3. pembuatan dan pengembangan perusahaan baru, berbasis virtual office/shop.

4. cara menjual produk dan jasa, melalui online marketplace. Penjelasan lebih lengkapnya bisa tonton di https://www.youtube.com/live/vlavT69g4yI?si=DrflJFCDtGMQL7z_

 


Dalam pemaparan narasumber, Sri Wahyuning, S.Kom., M.Si. (Dosen Universitas STEKOM Semarang) menjelaskan tentang Tantangan Auditor di Era Digital. Perkembangan akuntansi mengubah cara suatu perusahaan dalam melaksanakan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) seperti mengumpulkan data, memproses, dan menyajikan informasi keuangan (Amani, et al., 2017).

 

Perubahan tersebut menjadikan perusahaan atau bisnis apapun tidak dapat lepas dari kebutuhan teknologi karena hampir seluruh transaksi akuntansi dilakukan melalui komputer dan gadget, sehingga dapat menyediakan laporan informasi keuangan secara real time bagi para stakeholders maupun proses audit yang cepat untuk menjamin kualitas laporan keuangan.

 

Pemilihan teknologi dalam proses pengauditan mungkin akan menjamin auditor dapat bekerja dengan baik setiap harinya dan hal yang pasti terjadi adalah pekerjaan auditor akan menjadi lebih bermakna dan memberikan nilai tambah. Proses audit akan lebih tepat guna dan auditor dapat memberikan nilai serta keyakinan lebih terhadap pelaporan keuangan dari klien.

 

Dengan demikian, apakah dengan penerapan serba digital pekerjaan auditor akan terancam, tergantikan oleh robot dan juga pekerja IT? Sebagai seorang auditor, akuntan memiliki tanggungjawab dalam audit pelaporan keuangan yang lebih baik dan valid. Risiko dan peluang dalam penggunaan teknologi perlu diidentifikasi dan

dipahami dengan baik oleh kalangan profesi di tengah tren IT global, agar dunia bisnis dapat tumbuh dengan benar.

 

 

Tantangan Teknologi. adanya perubahan besar dalam industri, pasar, atau model bisnis secara signifikan dan mendalam akibat munculnya inovasi, penggunaan teknologi baru, atau perubahan paradigma.

 

Hal ini dianggap sebagai tantangan sekaligus ancaman bagi profesional di bidang akuntansi. Contohnya kemunculan software akuntansi, dimana teknologi ini mampu menggantikan peran auditor karena bisa menampilkan dan melaporkan data secara real time, harga terjangkau dan adanya kemudahan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengusaha/organisasi bisnis.

 

Keamanan Siber. Di era digital, ancaman serangan siber sangat besar. Ketika organisasi menjadi lebih terhubung dan bergantung pada teknologi, auditor telah mengambil peran baru – yaitu auditor keamanan siber. Dengan meningkatnya digitalisasi, akuntan telah meningkatkan upaya mereka untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki langkah-langkah keamanan yang kuat untuk melindungi data sensitif dan melindungi dari ancaman dunia maya. Data perusahaan harus didistribusikan tepat sasaran, sebab kesalahandistribusi data, bisa menimbulkan kebocoran sistem akuntansi perusahaan.

 

 

Meningkatnya Pengetahuan Sesuai Perkembangan Zaman. Auditor harus menguasai teknologi dan informasi terbaru di digital ini. Pengetahuan dan penguasaan tersebut memengaruhi kualitas kinerja auditor. Dengan kata lain, semakin luas wawasan serta kemampuan seorang auditor maka profesionalitasnya akan semakin meningkat. Contoh: Salah satunya melalui dunia pendidikan. Artinya, saat menjalani kuliah, calon auditor harus mengasah kemampuan teknologi digital.

 

Data Berbasis Cloud. Solusi berbasis cloud kini menjadi bagian integral dari audit triwulanan dan tahunan. Hal ini memastikan kemudahan transfer dokumen antara klien dan auditor. Komputasi awan pada dasarnya mengacu pada penerapan layanan yang disediakan di Internet, yang disediakan oleh perangkat keras dan perangkat lunak sistem di pusat data. Auditor saat ini menyimpan fokus audit masing-masing pada platform berbasis cloud dan menentukan persyaratan untuk klien.

 

Big Data. Digitalisasi telah memajukan proses audit dengan memasukkan data dalam jumlah besar. Auditor kini memiliki akses terhadap informasi dalam jumlah yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga memungkinkan mereka mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kesehatan keuangan perusahaan. Dengan big data, auditor dapat menyelami lebih dalam dan menavigasi gelombang informasi untuk mengungkap segala tanda bahaya dan potensi risiko yang dapat berdampak pada operasional perusahaan.

 

Menjadi konsultan internal yang professional. Auditor tidak hanya melakukan audit internat/eksternal, tetapi juga menjadi konsultan. Namun, tantangannya, auditor harus mampu bersikap professional. Artinya, semua koreksi dan informasi dan auditor, mesti evaluatif. Dengan evaluasi tersebut, harapannya, masalah di internal organisasi maupun perusahaan bisa teratasi.

 

Dampak digitalisasi terhadap audit tidak dapat diabaikan. Hal ini telah merevolusi cara kerja auditor, memungkinkan mereka menyederhanakn proses, memanfaatkan teknologi, memanfaatkan data besar, dan memerangi ancaman dunia maya. Digitalisasi telah membawa auditor ke era digital setia mereka. Jadi, para akuntan, rangkullah revolusi digital karena ia memiliki kekuatan untuk membawa profesi anda ke tingkat yang lebih tinggi. Penjelasan lebih lengkapnya bisa tonton di https://www.youtube.com/live/vlavT69g4yI?si=DrflJFCDtGMQL7z_