Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
5 Langkah Agar Hubungan HTS Tidak Menyakitkan
Informasi 1050 dibaca

5 Langkah Agar Hubungan HTS Tidak Menyakitkan

W

Wizdan Ulum

Informasi

Diterbitkan

calendar_today 13 September 2025

Hubungan Tanpa Status atau HTS adalah situasi di mana dua orang memiliki kedekatan emosional dan fisik, tetapi tanpa adanya komitmen yang jelas. HTS sering kali menjadi pilihan bagi mereka yang tidak ingin terikat dalam hubungan serius, tetapi tetap ingin merasakan kedekatan dengan seseorang. Namun, tidak sedikit yang merasa tersakiti dalam hubungan ini karena adanya ekspektasi yang tidak sejalan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana menjalani HTS agar tidak berujung pada luka batin.

 

Pahami Batasan yang Jelas

Salah satu hal yang paling penting dalam menjalani HTS adalah menetapkan batasan yang jelas sejak awal. Batasan ini mencakup sejauh mana kedekatan yang diperbolehkan, apakah ada kemungkinan hubungan berkembang menjadi lebih serius, dan bagaimana cara berkomunikasi satu sama lain. Dengan memiliki batasan yang jelas, kedua belah pihak dapat menghindari kesalahpahaman yang dapat menimbulkan kekecewaan.

Beberapa hal yang perlu diperjelas dalam HTS antara lain:

  • Apakah hubungan ini eksklusif atau tidak
  • Seberapa sering berkomunikasi dan bertemu
  • Seberapa dalam keterlibatan emosional diperbolehkan
  • Batasan dalam interaksi fisik

 

Kelola Ekspektasi dengan Realistis

Ekspektasi yang tidak sejalan adalah sumber utama rasa sakit dalam HTS. Salah satu pihak mungkin berharap hubungan berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius, sementara pihak lain hanya ingin menjalaninya secara santai. Untuk menghindari rasa sakit, pastikan ekspektasi dalam hubungan ini selaras dengan kenyataan yang ada. Jika merasa mulai memiliki perasaan lebih dalam, tanyakan pada diri sendiri apakah HTS masih menjadi pilihan yang tepat.

Sebaiknya selalu terbuka dan jujur dengan perasaan sendiri serta dengan pasangan HTS. Jika ekspektasi mulai berubah, komunikasikan hal tersebut dengan baik agar tidak ada pihak yang merasa terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan.

 

Jangan Mengabaikan Perasaan Sendiri

Sering kali, seseorang tetap bertahan dalam HTS meskipun merasa tidak nyaman karena takut kehilangan sosok yang sudah dekat. Padahal, mempertahankan hubungan yang hanya membawa beban emosional dapat merugikan diri sendiri. Jika mulai merasa tidak bahagia atau sering merasa cemas dan sedih karena hubungan ini, maka perlu dipertimbangkan ulang apakah HTS adalah pilihan yang tepat.

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah hubungan ini membuat bahagia atau justru menyakitkan
  • Apakah merasa cukup dihargai dan diperhatikan
  • Apakah hubungan ini membawa dampak positif atau justru sebaliknya

Jika jawabannya lebih banyak negatif, maka mungkin saatnya untuk mengambil langkah mundur dan mencari hubungan yang lebih sehat.

 

Tetap Jaga Keseimbangan dalam Hidup

HTS seharusnya tidak menjadi pusat dari kehidupan seseorang. Penting untuk tetap memiliki kehidupan yang seimbang dengan menjaga hubungan sosial lainnya, fokus pada pekerjaan atau studi, serta tetap memiliki waktu untuk diri sendiri. Jangan sampai HTS membuat seseorang mengorbankan hal-hal penting dalam hidupnya hanya demi mempertahankan kedekatan dengan seseorang yang belum tentu memiliki komitmen yang sama.

Beberapa cara menjaga keseimbangan dalam HTS antara lain:

  • Tetap menjalani hobi dan aktivitas yang disukai
  • Memiliki waktu berkualitas bersama keluarga dan teman
  • Tidak bergantung secara emosional sepenuhnya pada pasangan HTS
  • Menetapkan prioritas dalam hidup di luar hubungan ini

 

Siapkan Diri untuk Kemungkinan Berakhirnya Hubungan

HTS biasanya tidak berlangsung selamanya. Salah satu atau kedua belah pihak mungkin akan bertemu dengan seseorang yang lebih cocok untuk hubungan yang lebih serius. Oleh karena itu, sejak awal harus disadari bahwa HTS adalah sesuatu yang sifatnya sementara dan bisa berakhir kapan saja. Dengan memiliki pemahaman ini, maka akan lebih mudah menerima jika suatu saat hubungan ini harus berakhir.

Jika HTS berakhir, tetaplah menghargai waktu yang telah dihabiskan bersama dan jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk masa depan. Jangan terjebak dalam perasaan sedih berkepanjangan, tetapi fokuslah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup.

 

Menjalani HTS bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan jika dilakukan dengan cara yang tepat. Dengan menetapkan batasan yang jelas, mengelola ekspektasi secara realistis, tidak mengabaikan perasaan sendiri, menjaga keseimbangan hidup, dan siap untuk menghadapi kemungkinan berakhirnya hubungan, maka HTS dapat dijalani tanpa perlu merasa tersakiti. Yang terpenting adalah tetap menjaga diri agar tidak terjebak dalam hubungan yang hanya membawa luka, serta selalu memilih kebahagiaan dan kesejahteraan diri sendiri di atas segalanya.

W

Tentang Penulis

Wizdan Ulum

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.