Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 2 dibaca

Apa Itu Fomo dan Mengapa Banyak Orang Terjebak Fomo?

G

Gusti Ayu Tita P

14 Juni 2025

Bagikan:
Apa Itu Fomo dan Mengapa Banyak Orang Terjebak Fomo?

FOMO merupakan singkatan dari Fear of Missing Out, yaitu perasaan takut tertinggal atau tidak ikut serta dalam suatu pengalaman yang dianggap penting atau menyenangkan. FOMO umumnya timbul saat seseorang menyaksikan orang lain, entah itu teman, selebritas, maupun orang yang tidak dikenal, tampak menikmati hidup mereka lewat unggahan di media sosial atau cerita secara langsung. Fenomena ini bukan hanya sekadar rasa iri, melainkan kecemasan nyata yang bisa memengaruhi emosi dan perilaku seseorang.

Gejala FOMO yang Sering Tidak Disadari

FOMO bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti:

  1. Selalu merasa harus mengecek media sosial agar tidak ketinggalan informasi.
  2. Cemas jika tidak diajak dalam suatu acara atau kegiatan.
  3. Merasa bahwa hidup orang lain tampak lebih bahagia atau lebih menarik dibandingkan kehidupan diri sendiri.
  4. Susah fokus karena pikiran terus membayangkan aktivitas orang lain.

Tanpa disadari, gejala-gejala ini dapat menurunkan kualitas hidup dan menimbulkan stres, kecemasan, bahkan depresi.

Mengapa Banyak Orang Terjebak FOMO?

1. Pengaruh Media Sosial

Media sosial menjadi pemicu utama FOMO. Platform seperti Instagram, TikTok, atau X (Twitter) menampilkan kehidupan orang lain secara visual dan terkurasi. Kita sering lupa bahwa apa yang ditampilkan hanyalah momen-momen terbaik, bukan keseluruhan realitas. Akibatnya, kita membandingkan hidup kita yang penuh naik turun dengan potongan momen bahagia orang lain.

2. Budaya Kompetitif

Masyarakat modern mendorong kita untuk terus bersaing—baik dalam hal karier, gaya hidup, maupun pencapaian pribadi. Dalam tekanan tersebut, FOMO menjadi bentuk ketakutan tertinggal dalam "perlombaan hidup".

3. Kebutuhan Akan Pengakuan

Banyak orang ingin terlihat relevan, up-to-date, dan "ikut tren". Keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain mendorong seseorang melakukan sesuatu bukan karena kebutuhan, tetapi karena takut dianggap ketinggalan zaman.

Dampak Buruk FOMO

Jika tidak dikendalikan, FOMO bisa berdampak negatif seperti:

  1. Menurunnya rasa syukur terhadap hidup sendiri
  2. Kecemasan berlebihan dan stres kronis
  3. Gangguan tidur karena terlalu sering online
  4. Menurunnya produktivitas dan fokus

Cara Mengatasi FOMO

Berikut beberapa langkah sederhana untuk keluar dari jebakan FOMO:

  1. Kurangi waktu bermain media sosial, terutama jika membuatmu merasa tidak cukup.
  2. Latih rasa syukur dengan fokus pada apa yang sudah dimiliki.
  3. Tentukan prioritas hidup berdasarkan kebutuhan, bukan tren.
  4. Perkuat koneksi nyata dengan keluarga dan sahabat secara langsung, bukan hanya lewat layar.
  5. Sadari bahwa setiap orang punya waktu dan jalannya masing-masing.

Kesimpulan

FOMO adalah fenomena modern yang banyak dialami masyarakat di era digital. Perasaan takut tertinggal bisa membuat seseorang merasa rendah diri dan kehilangan arah. Dengan kesadaran dan pengelolaan emosi yang tepat, kita bisa menghindari jebakan FOMO dan menjalani hidup dengan lebih tenang serta autentik.

 

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya