Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Apa Itu Mokel? Arti, Asal Usul, dan Maknanya Saat Puasa Ramadhan
Informasi 138397 dibaca

Apa Itu Mokel? Arti, Asal Usul, dan Maknanya Saat Puasa Ramadhan

W

Wizdan Ulum

Informasi

Diterbitkan

calendar_today 19 Februari 2026

Ibadah puasa pada bulan Ramadhan sejatinya merupakan komitmen spiritual yang menuntut kejujuran serta pengendalian diri sepenuhnya dari setiap individu yang menjalankannya. Namun dalam realitas sosial masyarakat Indonesia, muncul sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah mokel. Secara umum mokel merujuk pada tindakan membatalkan puasa secara sengaja di siang hari sebelum waktu berbuka tiba. Pelakunya biasanya makan atau minum secara sembunyi-sembunyi namun tetap berlagak seolah-olah masih berpuasa di hadapan orang lain.

 

Asal Usul dan Status dalam Bahasa Indonesia

Istilah ini berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti batal atau berhenti sebelum pekerjaan selesai. Awalnya istilah ini hanya populer di kawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai bahasa slang untuk menggambarkan ketidakjujuran dalam beribadah. Seiring dengan perkembangan internet dan media sosial, kata ini menjadi viral secara nasional dan kini telah terdaftar di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Hal ini menunjukkan bagaimana bahasa daerah dapat berkembang menjadi istilah populer yang dipahami luas oleh masyarakat lintas wilayah.

 

BACA JUGA: Doa Berbuka Puasa dan Sahur Lengkap dengan Tulisan Arab, Arti, dan Doa Lailatul Qadar

 

Faktor Pendorong Perilaku Mokel

Terdapat beberapa alasan mengapa seseorang memutuskan untuk melakukan mokel di tengah menjalani kewajiban Ramadhan antara lain

  • Rendahnya kontrol diri dalam menghadapi godaan rasa lapar dan haus yang ekstrem terutama di siang hari.
  • Tekanan lingkungan sosial yang memaksa seseorang ikut berpuasa meskipun secara mental atau fisik belum siap.
  • Kurangnya pemahaman spiritual mengenai esensi kejujuran dan niat yang tulus dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan.
  • Kondisi fisik yang tidak prima namun pelaku enggan mengakuinya secara terbuka sehingga memilih membatalkan puasa secara diam-diam.

 

Cara Efektif Menghindari Keinginan Mokel

Agar dapat menjalankan ibadah puasa hingga waktu Magrib tiba dengan penuh komitmen, beberapa langkah berikut dapat dilakukan

  • Menguatkan niat sejak waktu sahur agar secara mental siap menghadapi tantangan berpuasa seharian penuh.
  • Menyibukkan diri dengan aktivitas positif atau hobi yang bermanfaat untuk mengalihkan fokus dari rasa lapar dan haus.
  • Menghindari lingkungan yang menggoda seperti berkumpul di tempat makan atau bersama teman yang juga memiliki kecenderungan untuk mokel.
  • Istirahat yang cukup agar stamina tubuh tetap terjaga sehingga tidak mudah merasa lemas atau pusing saat beraktivitas.

 

Konsekuensi Hukum dan Dampak Personal

Tindakan mokel memiliki implikasi serius baik dari sisi agama maupun pengembangan diri. Dalam pandangan Islam, membatalkan puasa secara sengaja tanpa alasan syar'i  mengakibatkan seseorang kehilangan pahala ibadah dan memiliki kewajiban untuk menggantinya (qadha) di luar bulan Ramadhan. Dari sisi personal, perilaku ini dapat menghambat pembentukan karakter karena seseorang tidak mendapatkan manfaat penuh dari latihan kedisiplinan dan pengendalian diri yang seharusnya diperoleh selama berpuasa.

 

Membangun Integritas Berpuasa

Menghindari perilaku mokel memerlukan kesadaran bahwa puasa bukan hanya sekadar ritual menahan lapar di depan manusia lainnya. Penting bagi setiap individu untuk menanamkan bahwa tujuan utama puasa adalah melatih kejujuran antara diri sendiri dengan Sang Pencipta. Dengan memahami bahwa esensi ibadah terletak pada keikhlasan hati, maka keinginan untuk melakukan pembatalan puasa secara diam-diam dapat ditekan melalui penguatan integritas diri.

 

Mokel adalah fenomena membatalkan puasa secara sengaja sebelum waktunya yang kini telah menjadi istilah populer dan masuk ke dalam kosakata resmi bahasa Indonesia. Meskipun sering dianggap sebagai bahan candaan di media sosial, perilaku ini mencerminkan tantangan dalam menjaga komitmen ibadah dan pengendalian diri. Melalui pemahaman yang mendalam mengenai makna puasa dan penguatan niat, setiap individu diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan penuh integritas hingga hari kemenangan tiba.

W

Tentang Penulis

Wizdan Ulum

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.