Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 11 dibaca

Apa Kaitannya FOMO dengan Budaya Pamer dan Validasi Sosial?

G

Gusti Ayu Tita P

14 Juni 2025

Bagikan:
Apa Kaitannya FOMO dengan Budaya Pamer dan Validasi Sosial?

Di era media sosial yang serba cepat dan penuh informasi, istilah FOMO (Fear of Missing Out) semakin sering kita dengar. Fenomena ini merujuk pada rasa takut tertinggal dari tren, momen, atau pengalaman yang sedang dinikmati orang lain. Namun, apakah FOMO hanya soal keinginan untuk ikut-ikutan? Ternyata, FOMO sangat erat kaitannya dengan budaya pamer dan kebutuhan akan validasi sosial. Artikel ini akan mengulas bagaimana ketiga elemen ini saling memengaruhi dalam kehidupan digital masa kini.

Pengertian FOMO dan Akar Masalahnya

FOMO adalah kondisi psikologis yang muncul ketika seseorang merasa khawatir tertinggal informasi, acara, atau pengalaman tertentu yang terlihat menyenangkan bagi orang lain. Biasanya, perasaan ini dipicu oleh konten yang dibagikan di media sosial—tempat orang memamerkan gaya hidup, pencapaian, atau momen berharga.

Budaya Pamer di Media Sosial

Budaya pamer muncul ketika seseorang secara sengaja membagikan hal-hal yang terlihat mewah, menarik, atau luar biasa dengan tujuan untuk menarik perhatian atau menunjukkan status. Hal ini tidak selalu negatif, tetapi bisa berdampak buruk bila dilakukan berlebihan. Ketika seseorang terus melihat unggahan seperti ini, mereka dapat merasa tertinggal, tidak cukup baik, atau bahkan minder—yang menjadi pemicu utama munculnya FOMO.

Validasi Sosial dan Dampaknya

Validasi sosial adalah kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain atas apa yang kita lakukan, miliki, atau capai. Dalam konteks media sosial, validasi ini bisa berupa jumlah like, komentar, atau followers. Sayangnya, kebutuhan ini sering kali membuat seseorang terjebak dalam siklus membandingkan diri dengan orang lain. Mereka menjadi lebih fokus pada bagaimana orang lain menanggapi postingan mereka daripada menikmati momen itu sendiri.

Hubungan Antara FOMO, Pamer, dan Validasi Sosial

Ketiganya saling berkaitan erat:

  • FOMO muncul karena melihat orang lain tampil “sempurna” di media sosial.
  • Orang lain itu mungkin sedang memamerkan hal tertentu untuk mendapatkan validasi sosial.
  • Kita pun tergoda untuk ikut memamerkan agar tidak merasa tertinggal dan juga mendapatkan pengakuan.

Siklus ini bisa berlangsung terus-menerus, menyebabkan stres, kecemasan, dan menurunnya rasa syukur atas kehidupan nyata yang dimiliki.

Cara Menghindari Jerat FOMO dan Validasi Sosial

Agar tidak terjebak dalam budaya pamer dan haus validasi, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Kurangi waktu di media sosial
    Gunakan waktu luang untuk aktivitas produktif di dunia nyata.
  2. Latih rasa Syukur
    Fokus pada apa yang sudah dimiliki dan pencapaian pribadi.
  3. Batasi konsumsi konten tidak realistis
    Jangan mudah terpengaruh oleh konten yang terlalu sempurna.
  4. Bangun koneksi nyata
    Prioritaskan interaksi langsung dengan orang terdekat daripada pencitraan di media sosial.

Kesimpulan

FOMO, budaya pamer, dan validasi sosial adalah tiga elemen yang saling terkait dan sangat dipengaruhi oleh penggunaan media sosial. Jika tidak disikapi dengan bijak, ketiganya dapat mengganggu kesehatan mental dan kualitas hidup. Dengan menyadari hubungan ini dan mengambil langkah-langkah preventif, kita bisa lebih fokus pada kehidupan nyata dan menjadi lebih bahagia tanpa perlu membandingkan diri secara terus-menerus.

 

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya