Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 4 dibaca

Apa Saja Tips Hemat Untuk Mahasiswa Yang Tinggal Di Perantauan?

G

Gusti Ayu Tita P

28 September 2026

Bagikan:
Apa Saja Tips Hemat Untuk Mahasiswa Yang Tinggal Di Perantauan?

Menjadi mahasiswa yang tinggal di perantauan membuat seseorang perlu belajar mengatur berbagai kebutuhan sendiri, termasuk masalah keuangan. Biaya kos, makanan, transportasi, kebutuhan kuliah, dan keperluan sehari-hari dapat membuat pengeluaran semakin besar jika tidak direncanakan. Karena itu, mahasiswa perlu menerapkan cara menghemat uang agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa membuat kondisi keuangan menjadi sulit. Kebiasaan hemat juga dapat membantu mahasiswa belajar mengelola keuangan sejak dini.

BUAT ANGGARAN KEUANGAN BULANAN

Langkah pertama untuk menghemat uang adalah membuat anggaran keuangan bulanan. Catat jumlah uang yang tersedia dan pisahkan untuk kebutuhan utama seperti kos, makanan, transportasi, pulsa, serta keperluan kuliah. Setelah kebutuhan utama terpenuhi, tentukan jumlah uang yang boleh digunakan untuk hiburan atau keinginan lainnya. Anggaran membantu mahasiswa mengetahui batas pengeluaran setiap bulan. Dengan begitu, uang dapat digunakan secara lebih teratur dan risiko kehabisan uang sebelum akhir bulan bisa dikurangi.

MASAK SENDIRI JIKA MEMUNGKINKAN

Membeli makanan setiap hari dapat membuat pengeluaran menjadi cukup besar, terutama jika dilakukan tanpa perencanaan. Jika tempat tinggal memiliki fasilitas yang memungkinkan, mahasiswa dapat mencoba memasak makanan sederhana sendiri. Membeli bahan makanan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan biasanya lebih mudah dikontrol dibandingkan membeli makanan jadi berkali-kali. Mahasiswa juga dapat memilih menu sederhana yang tetap bergizi dan sesuai dengan anggaran. Selain menghemat biaya makan, memasak sendiri dapat menjadi keterampilan hidup yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.

KURANGI PEMBELIAN YANG TIDAK PERLU

Tidak semua barang yang ingin dibeli merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi segera. Sebelum membeli sesuatu, mahasiswa dapat bertanya kepada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya karena tertarik sesaat. Membiasakan diri membedakan kebutuhan dan keinginan dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tidak penting. Hindari membeli barang hanya karena sedang mengikuti tren atau mendapat pengaruh dari media sosial. Uang yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk kebutuhan kuliah atau disimpan sebagai dana cadangan.

MANFAATKAN PROMO DAN HARGA KHUSUS

Promo dapat membantu mahasiswa mendapatkan barang atau makanan dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, promo sebaiknya digunakan hanya ketika barang yang ditawarkan memang dibutuhkan dan sesuai anggaran. Mahasiswa dapat membandingkan harga sebelum membeli agar tidak tertipu oleh potongan harga yang sebenarnya tidak terlalu menguntungkan. Promo makanan, transportasi, atau kebutuhan kuliah juga dapat dimanfaatkan jika tersedia. Dengan cara tersebut, mahasiswa bisa mendapatkan harga lebih hemat tanpa menjadikan promo sebagai alasan untuk berbelanja lebih banyak.

GUNAKAN TRANSPORTASI YANG LEBIH HEMAT

Biaya transportasi dapat menjadi pengeluaran rutin bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari rumah. Jika jaraknya memungkinkan, mahasiswa dapat berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk perjalanan tertentu. Untuk jarak yang lebih jauh, transportasi umum dapat menjadi pilihan jika biayanya lebih rendah dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi atau layanan transportasi tertentu. Mahasiswa juga dapat mengatur perjalanan agar beberapa keperluan dapat dilakukan sekaligus. Mengurangi perjalanan yang tidak perlu dapat membantu menekan pengeluaran transportasi setiap bulan.

PILIH TEMPAT TINGGAL SESUAI KEMAMPUAN

Biaya tempat tinggal merupakan salah satu pengeluaran terbesar bagi mahasiswa rantau. Sebelum memilih kos, mahasiswa sebaiknya mempertimbangkan harga sewa, fasilitas, jarak ke kampus, dan biaya tambahan. Kos yang terlalu murah tetapi jauh dari kampus belum tentu lebih hemat jika membutuhkan biaya transportasi yang besar. Sebaliknya, kos yang sedikit lebih mahal tetapi dekat dengan kampus dapat mengurangi biaya perjalanan. Karena itu, mahasiswa perlu menghitung keseluruhan biaya sebelum menentukan tempat tinggal.

CATAT SEMUA PENGELUARAN

Mencatat pengeluaran dapat membantu mahasiswa mengetahui pola penggunaan uang setiap hari. Catatan tersebut tidak harus rumit dan dapat dibuat menggunakan buku kecil atau aplikasi pencatat keuangan. Dengan mencatat pengeluaran secara rutin, mahasiswa dapat melihat kebiasaan yang menyebabkan uang cepat habis. Jika ada pengeluaran yang tidak terlalu penting, jumlahnya dapat dikurangi pada bulan berikutnya. Kebiasaan sederhana ini dapat membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih terkontrol.

SIAPKAN DANA DARURAT

Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, mahasiswa sebaiknya menyisihkan sebagian uang untuk dana darurat. Dana tersebut dapat digunakan ketika terjadi kebutuhan tidak terduga, seperti biaya kesehatan, perbaikan barang penting, atau kebutuhan perjalanan mendadak. Jumlahnya tidak harus besar karena mahasiswa dapat menyisihkan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan. Yang penting adalah melakukannya secara konsisten dan tidak menggunakan dana tersebut untuk keperluan yang tidak mendesak. Memiliki dana cadangan dapat membuat mahasiswa lebih siap menghadapi kondisi keuangan yang tidak terduga.

KESIMPULAN

Hidup hemat sebagai mahasiswa di perantauan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti membuat anggaran, mencatat pengeluaran, memasak sendiri, dan mengurangi pembelian yang tidak diperlukan. Mahasiswa juga perlu mempertimbangkan biaya kos dan transportasi agar pengeluaran bulanan tetap sesuai kemampuan. Menghemat bukan berarti tidak boleh menikmati kehidupan, tetapi belajar menentukan prioritas antara kebutuhan dan keinginan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, mahasiswa dapat menjalani kehidupan di perantauan dengan lebih tenang sekaligus belajar mandiri dan bertanggung jawab terhadap keuangan sendiri.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya