Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 43 dibaca

Apakah Belajar dengan Video Bisa Membantu Mahasiswa Lebih Cepat Memahami Materi?

G

Gusti Ayu Tita P

1 September 2026

Bagikan:
Apakah Belajar dengan Video Bisa Membantu Mahasiswa Lebih Cepat Memahami Materi?

Perkembangan teknologi membuat mahasiswa memiliki banyak pilihan media untuk belajar. Salah satunya adalah video pembelajaran yang dapat digunakan untuk menjelaskan materi melalui gambar, suara, animasi, dan contoh. Media ini dapat membantu mahasiswa memahami topik tertentu, terutama ketika materi sulit dipahami hanya melalui teks. Namun, efektivitas video tetap bergantung pada cara penggunaannya dan karakteristik materi yang dipelajari.

VIDEO MEMBUAT MATERI LEBIH MUDAH DIPAHAMI

Video dapat menyajikan informasi melalui kombinasi visual dan audio sehingga materi terasa lebih mudah diikuti. Penjelasan yang disertai ilustrasi, diagram, animasi, atau contoh praktik dapat membantu mahasiswa memahami konsep tertentu. Hal ini dapat bermanfaat untuk materi yang membutuhkan penjelasan proses atau tahapan. Mahasiswa juga dapat melihat kembali bagian yang belum dipahami.

Video bukan berarti selalu membuat seseorang memahami materi lebih cepat. Jika video terlalu panjang atau penjelasannya terlalu rumit, mahasiswa justru dapat kehilangan fokus. Karena itu, pilih video yang memiliki struktur jelas dan sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Video akan lebih efektif jika digunakan sebagai alat bantu, bukan satu-satunya sumber belajar.

PILIH VIDEO YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN

Tidak semua video pembelajaran memiliki kualitas dan tingkat pembahasan yang sama. Mahasiswa sebaiknya memilih video berdasarkan topik, tingkat kesulitan, durasi, kualitas penjelasan, dan kredibilitas sumber. Video yang terlalu dasar mungkin tidak cukup untuk memahami materi tingkat lanjut. Sebaliknya, video yang terlalu kompleks dapat membuat proses belajar menjadi lebih sulit.

Sebelum menonton, tentukan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, mahasiswa ingin memahami satu konsep atau mengetahui langkah dalam menyelesaikan suatu masalah. Dengan tujuan yang jelas, waktu menonton dapat digunakan secara lebih efektif. Pemilihan video yang tepat dapat membantu mahasiswa mendapatkan informasi yang benar-benar dibutuhkan.

GUNAKAN VIDEO SECARA AKTIF

Menonton video saja tidak selalu membuat materi tersimpan dengan baik dalam ingatan. Mahasiswa sebaiknya membuat catatan singkat, mencatat konsep penting, menghentikan video pada bagian tertentu, dan mencoba menjelaskan kembali informasi yang diperoleh. Cara ini membuat proses belajar menjadi lebih aktif. Mahasiswa juga dapat mencatat pertanyaan yang muncul selama menonton.

Jika terdapat contoh soal atau latihan, cobalah menyelesaikannya sebelum melihat jawaban yang diberikan dalam video. Setelah selesai menonton, buat rangkuman menggunakan bahasa sendiri. Metode tersebut dapat membantu mahasiswa memeriksa apakah mereka benar-benar memahami materi. Belajar aktif membuat video lebih bermanfaat dibandingkan hanya menontonnya sampai selesai.

KOMBINASIKAN DENGAN SUMBER BELAJAR LAIN

Video sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya sumber pembelajaran. Mahasiswa dapat menggabungkannya dengan buku, modul kuliah, jurnal, catatan dosen, dan latihan soal. Sumber tertulis dapat membantu memberikan penjelasan yang lebih detail ketika video hanya membahas konsep secara singkat. Kombinasi beberapa sumber juga dapat membantu mahasiswa melihat materi dari sudut pandang yang berbeda.

Mahasiswa perlu memastikan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Jika terdapat perbedaan penjelasan, bandingkan informasi dengan materi resmi dari dosen atau sumber akademik yang relevan. Cara ini membantu mengurangi risiko memahami informasi yang kurang tepat. Kombinasi media belajar dapat memberikan pemahaman yang lebih lengkap.

EVALUASI PEMAHAMAN SETELAH MENONTON

Setelah menonton video, mahasiswa perlu menguji apakah materi benar-benar sudah dipahami. Evaluasi dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan, mengerjakan latihan, menjelaskan konsep tanpa melihat catatan, atau mencoba menerapkan materi pada contoh sederhana. Jika masih mengalami kesulitan, bagian tertentu dari video dapat diputar kembali.

Jangan mengukur keberhasilan belajar hanya dari jumlah video yang selesai ditonton. Yang lebih penting adalah kemampuan untuk menjelaskan dan menggunakan informasi yang telah dipelajari. Evaluasi sederhana dapat membantu menemukan bagian yang masih membutuhkan perhatian. Pemahaman yang dapat diterapkan menjadi indikator yang lebih berguna daripada sekadar durasi menonton.

KESIMPULAN

Belajar dengan video dapat membantu mahasiswa memahami materi dengan lebih mudah, terutama jika materi membutuhkan visualisasi, contoh praktik, atau penjelasan bertahap. Namun, video akan lebih efektif jika dipilih sesuai kebutuhan dan digunakan secara aktif. Mahasiswa sebaiknya mengombinasikan video dengan sumber belajar lain serta melakukan evaluasi setelah menonton. Dengan strategi tersebut, video dapat menjadi media belajar yang praktis dan bermanfaat.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya