Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 18 dibaca

Apakah Media Sosial Berperan Besar dalam Membentuk Perasaan Tertinggal Tersebut?

G

Gusti Ayu Tita P

6 Januari 2026

Bagikan:
Apakah Media Sosial Berperan Besar dalam Membentuk Perasaan Tertinggal Tersebut?

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Setiap hari, kita disuguhkan berbagai pencapaian orang lain, mulai dari kesuksesan akademik, karier, hingga kehidupan pribadi yang tampak bahagia. Tanpa disadari, paparan ini sering memicu perasaan tertinggal, seolah hidup kita tidak berkembang secepat orang lain. Pertanyaannya, sejauh mana media sosial berperan dalam membentuk perasaan tersebut?

MEDIA SOSIAL DAN ILUSI KEHIDUPAN SEMPURNA

Konten yang ditampilkan di media sosial umumnya merupakan versi terbaik dari kehidupan seseorang. Pengguna cenderung membagikan momen keberhasilan dan kebahagiaan, bukan kegagalan atau proses panjang yang mereka alami. Akibatnya, muncul ilusi bahwa orang lain selalu berada selangkah lebih maju, sementara kita merasa tertahan di tempat yang sama.

ALGORITMA YANG MEMPERKUAT PERBANDINGAN

Algoritma media sosial bekerja dengan menampilkan konten yang sering kita lihat dan sukai. Jika kita sering memperhatikan unggahan tentang pencapaian, maka konten serupa akan semakin banyak muncul. Pola ini memperkuat kebiasaan membandingkan diri, sehingga perasaan tertinggal menjadi lebih intens dan berulang.

PERUBAHAN CARA KITA MENILAI DIRI SENDIRI

Media sosial juga memengaruhi cara kita mengukur keberhasilan. Validasi dalam bentuk like, komentar, dan jumlah pengikut sering kali dijadikan tolok ukur nilai diri. Ketika respons yang kita terima tidak sebesar orang lain, muncul anggapan bahwa usaha kita kurang berarti. Padahal, nilai diri seseorang tidak dapat diukur hanya dari interaksi digital.

DAMPAK PSIKOLOGIS YANG SERING DIABAIKAN

Perasaan tertinggal yang terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan mental. Rasa cemas, minder, dan kehilangan motivasi bisa muncul jika kita terlalu larut dalam perbandingan. Tanpa disadari, media sosial bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sumber tekanan emosional jika tidak digunakan secara bijak.

MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DENGAN LEBIH SADAR

Meski memiliki pengaruh besar, media sosial bukan sepenuhnya penyebab perasaan tertinggal. Cara kita mengonsumsinya memegang peranan penting. Membatasi waktu penggunaan, menyaring konten, dan mengingat bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda dapat membantu mengurangi dampak negatifnya. Dengan sikap yang lebih sadar, media sosial bisa kembali menjadi alat informasi dan inspirasi, bukan sumber perbandingan.

KESIMPULAN

Media sosial memang berperan besar dalam membentuk perasaan tertinggal, terutama melalui konten pencapaian dan standar kesuksesan yang ditampilkan. Namun, perasaan tersebut dapat dikelola dengan mengubah cara pandang dan pola penggunaan media sosial. Fokus pada perkembangan diri sendiri adalah kunci agar kita tidak terjebak dalam ilusi kemajuan orang lain.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya