Apakah Multitasking Efektif untuk Menyelesaikan Banyak Pekerjaan?
Gusti Ayu Tita P
18 September 2026
Multitasking adalah kebiasaan mengerjakan atau berpindah antara beberapa aktivitas dalam waktu yang berdekatan. Cara ini sering dianggap dapat membantu menyelesaikan banyak pekerjaan dengan lebih cepat. Padahal, ketika beberapa tugas membutuhkan perhatian dan pemikiran yang sama, berpindah fokus dapat membuat proses kerja menjadi kurang efisien. Multitasking juga tidak selalu berarti seseorang benar-benar mengerjakan beberapa hal secara bersamaan. Dalam banyak situasi, perhatian justru berpindah dengan cepat dari satu tugas ke tugas lainnya.
MULTITASKING TIDAK SELALU MENGHEMAT WAKTU
Multitasking dapat terlihat praktis karena beberapa pekerjaan dapat dikerjakan dalam satu periode. Namun, perpindahan perhatian memiliki waktu dan usaha tersendiri. Ketika seseorang berhenti mengerjakan satu tugas untuk beralih ke tugas lain, diperlukan waktu untuk kembali memahami pekerjaan sebelumnya. Jika perpindahan tersebut terjadi berkali-kali, waktu yang terbuang dapat semakin besar. Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya cepat selesai justru membutuhkan waktu lebih panjang.
Kondisi ini terutama terasa pada pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Menulis laporan sambil membalas pesan, misalnya, dapat membuat perhatian terbagi dan proses berpikir menjadi lebih lambat. Pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan banyak pemikiran mungkin lebih mudah dilakukan bersamaan, tetapi tetap perlu melihat jenis aktivitasnya. Karena itu, efektivitas multitasking sangat bergantung pada karakter pekerjaan. Tidak semua pekerjaan cocok dilakukan dengan cara tersebut.
KUALITAS PEKERJAAN DAPAT MENURUN
Ketika perhatian terbagi, seseorang dapat lebih mudah kehilangan detail penting dalam pekerjaan. Kesalahan penulisan, perhitungan, atau pemahaman instruksi dapat terjadi ketika fokus sering berpindah. Hal ini membuat kualitas pekerjaan berpotensi menurun, terutama pada tugas yang membutuhkan ketelitian. Pekerjaan mungkin terlihat selesai lebih banyak, tetapi hasilnya belum tentu sesuai harapan. Dalam kondisi tertentu, pekerjaan bahkan perlu diperiksa atau diperbaiki kembali.
Multitasking juga dapat membuat seseorang kesulitan mempertahankan pemikiran yang mendalam. Tugas seperti membuat strategi, menganalisis data, menulis, atau memecahkan masalah biasanya membutuhkan perhatian yang lebih utuh. Fokus pada satu pekerjaan dapat membantu seseorang memahami masalah secara lebih menyeluruh. Setelah pekerjaan selesai atau mencapai bagian tertentu, barulah perhatian dapat dialihkan ke aktivitas berikutnya. Cara ini dapat membantu menjaga kualitas sekaligus mengurangi kesalahan.
DISTRAKSI MEMBUAT MULTITASKING SEMAKIN SULIT
Multitasking sering bercampur dengan berbagai distraksi digital, seperti notifikasi, media sosial, pesan instan, atau email. Ketika notifikasi muncul, seseorang dapat merasa perlu segera memeriksanya meskipun sedang mengerjakan tugas utama. Gangguan tersebut membuat perhatian semakin sering berpindah. Jika berlangsung terus-menerus, waktu untuk pekerjaan utama dapat berkurang. Karena itu, multitasking yang melibatkan banyak distraksi biasanya lebih sulit dikendalikan.
Salah satu cara mengatasinya adalah membedakan antara tugas penting dan gangguan yang tidak mendesak. Notifikasi yang tidak perlu dapat dimatikan selama periode fokus. Pesan atau email dapat diperiksa pada waktu tertentu sehingga tidak mengganggu pekerjaan utama. Dengan pengaturan tersebut, seseorang tetap dapat merespons kebutuhan komunikasi tanpa harus terus berpindah perhatian. Kebiasaan ini dapat membuat waktu kerja menjadi lebih terstruktur.
ADA AKTIVITAS YANG BISA DILAKUKAN BERSAMAAN
Meskipun multitasking memiliki keterbatasan, ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan bersamaan karena tingkat tuntutan perhatiannya rendah. Contohnya, seseorang dapat mendengarkan materi audio ringan sambil melakukan pekerjaan rumah yang sudah terbiasa dilakukan. Aktivitas rutin yang tidak membutuhkan banyak pemikiran dapat lebih mudah digabungkan. Namun, kemampuan melakukan dua aktivitas tetap bergantung pada kondisi dan jenis tugas. Jika salah satu aktivitas membutuhkan konsentrasi tinggi, sebaiknya perhatian diberikan secara lebih khusus.
Penting untuk membedakan antara menggabungkan aktivitas ringan dan berpindah terus-menerus antara tugas penting. Dua aktivitas yang sama-sama membutuhkan pemikiran mendalam akan lebih sulit dilakukan secara efektif. Misalnya, membaca dokumen penting sambil mengikuti rapat dapat membuat informasi dari salah satu aktivitas terlewat. Karena itu, tentukan terlebih dahulu tingkat konsentrasi yang dibutuhkan setiap pekerjaan. Pilihan metode kerja sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tugas.
FOKUS PADA SATU TUGAS DAPAT LEBIH TERARAH
Untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, single-tasking atau fokus pada satu tugas dapat menjadi pilihan yang lebih terarah. Tentukan pekerjaan yang paling penting, lalu kerjakan dalam periode fokus tanpa gangguan yang tidak diperlukan. Setelah mencapai target tertentu, seseorang dapat beristirahat atau melanjutkan pekerjaan berikutnya. Cara ini membantu mengurangi frekuensi perpindahan perhatian. Waktu kerja juga menjadi lebih mudah diatur karena setiap tugas memiliki ruang pengerjaan yang jelas.
Agar lebih efektif, buat daftar prioritas dan batas waktu sebelum memulai pekerjaan. Pisahkan tugas besar menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dikerjakan. Letakkan ponsel atau sumber distraksi lainnya di luar jangkauan jika tidak diperlukan. Gunakan waktu istirahat untuk memulihkan konsentrasi sebelum melanjutkan tugas berikutnya. Dengan kebiasaan tersebut, banyak pekerjaan tetap dapat diselesaikan tanpa harus mengerjakannya secara bersamaan.
KESIMPULAN
Multitasking tidak selalu efektif untuk menyelesaikan banyak pekerjaan, terutama jika tugas yang dikerjakan membutuhkan konsentrasi dan pemikiran mendalam. Perpindahan perhatian dapat menghabiskan waktu, meningkatkan kemungkinan kesalahan, dan memengaruhi kualitas hasil pekerjaan. Beberapa aktivitas ringan memang dapat dilakukan bersamaan, tetapi tetap perlu mempertimbangkan tingkat konsentrasi yang dibutuhkan. Untuk pekerjaan penting, fokus pada satu tugas dalam satu waktu dapat membuat proses lebih terarah. Dengan menentukan prioritas, mengurangi distraksi, dan mengatur waktu kerja, banyak pekerjaan dapat diselesaikan secara lebih teratur tanpa harus terus-menerus melakukan multitasking.
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita P
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.