Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips Karir
Tips Karir 85 dibaca

Bagaimana Cara Melakukan Reskilling Untuk Kembali Bekerja Setelah PHK?

G

Gusti Ayu Tita P

19 September 2026

Bagikan:
Bagaimana Cara Melakukan Reskilling Untuk Kembali Bekerja Setelah PHK?

Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK dapat membuat seseorang perlu mencari peluang pekerjaan baru. Salah satu cara untuk meningkatkan kesiapan tersebut adalah melakukan reskilling, yaitu mempelajari keterampilan baru yang berbeda atau melengkapi kemampuan sebelumnya. Reskilling membantu seseorang menyesuaikan diri dengan kebutuhan pekerjaan yang berubah. Dengan perencanaan yang tepat, proses belajar dapat menjadi bekal untuk kembali memasuki dunia kerja.

KENALI KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN

Langkah pertama dalam melakukan reskilling setelah PHK adalah mengetahui keterampilan yang dibutuhkan oleh pekerjaan yang dituju. Cari informasi dari lowongan kerja untuk melihat kemampuan yang sering diminta perusahaan. Perhatikan juga perkembangan industri agar keterampilan yang dipelajari memiliki relevansi dengan kebutuhan pasar kerja. Jangan memilih keterampilan hanya karena sedang populer tanpa mempertimbangkan tujuan karier. Dengan mengetahui kebutuhan tersebut, proses belajar dapat menjadi lebih terarah.

TENTUKAN BIDANG PEKERJAAN YANG DITUJU

Sebelum mulai belajar, tentukan terlebih dahulu bidang pekerjaan yang ingin dimasuki. Pilihan ini dapat disesuaikan dengan pengalaman sebelumnya, minat, kemampuan, dan peluang pekerjaan yang tersedia. Misalnya, seseorang yang sebelumnya bekerja di bidang administrasi dapat mempelajari pengolahan data atau pemasaran digital. Menentukan tujuan membuat seseorang lebih mudah memilih materi pelatihan yang sesuai. Selain itu, tujuan yang jelas dapat membantu menjaga motivasi selama proses reskilling.

IKUTI PELATIHAN DAN KURSUS

Setelah menentukan keterampilan yang ingin dipelajari, seseorang dapat mengikuti pelatihan, kursus, atau program pembelajaran online. Pilih program yang menyediakan materi terstruktur dan memberikan kesempatan untuk melakukan praktik. Jika memungkinkan, pilih pelatihan yang memberikan sertifikat sebagai bukti telah menyelesaikan pembelajaran. Namun, sertifikat sebaiknya tidak menjadi satu satunya tujuan karena kemampuan nyata tetap penting. Praktik secara rutin akan membantu meningkatkan penguasaan keterampilan baru.

BANGUN PORTOFOLIO

Keterampilan baru akan lebih mudah ditunjukkan kepada calon pemberi kerja melalui portofolio. Buat beberapa proyek sederhana yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dituju. Contohnya dapat berupa desain, laporan analisis, konten digital, atau hasil proyek lain sesuai keterampilan yang dipelajari. Portofolio membantu menunjukkan bahwa seseorang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya. Simpan hasil terbaik secara rapi agar mudah ditampilkan ketika melamar pekerjaan.

PERBARUI CV DAN PERLUAS RELASI

Setelah memperoleh keterampilan baru, CV perlu diperbarui dengan mencantumkan kemampuan, pelatihan, sertifikat, dan proyek yang relevan. Sesuaikan isi CV dengan posisi pekerjaan yang dilamar agar informasi yang ditampilkan lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, manfaatkan jaringan profesional untuk mendapatkan informasi mengenai peluang kerja. Relasi dapat dibangun melalui komunitas, kegiatan profesional, pelatihan, atau platform pencarian kerja. Tetap lakukan pencarian kerja sambil mengembangkan keterampilan agar proses kembali bekerja dapat berjalan beriringan.

KESIMPULAN

Reskilling setelah PHK dapat dilakukan dengan menentukan tujuan pekerjaan, mengenali keterampilan yang dibutuhkan, mengikuti pelatihan, membuat portofolio, serta memperbarui CV dan relasi profesional. Proses ini membutuhkan waktu dan latihan sehingga tidak harus dilakukan secara terburu-buru. Yang terpenting adalah memilih keterampilan yang relevan dan terus mengembangkan kemampuan agar lebih siap menghadapi peluang kerja baru.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya