Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips Karir
Tips Karir 10 dibaca

Bagaimana Cara Menemukan Ketenangan Setelah Melewati Masa Yang Menyakitkan?

G

Gusti Ayu Tita P

9 September 2026

Bagikan:
Bagaimana Cara Menemukan Ketenangan Setelah Melewati Masa Yang Menyakitkan?

Setiap orang pernah melewati masa yang menyakitkan dalam hidup. Kegagalan, kehilangan, perpisahan, konflik, tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau pengalaman yang tidak sesuai harapan dapat meninggalkan luka emosional yang membutuhkan waktu untuk pulih. Setelah melewati masa sulit, seseorang sering kali tidak langsung merasa baik-baik saja. Ada kalanya rasa sedih, kecewa, takut, atau khawatir masih muncul meskipun keadaan sudah mulai membaik.

Menemukan ketenangan setelah melewati masa yang menyakitkan bukan berarti melupakan semua hal yang telah terjadi. Ketenangan justru dapat muncul ketika seseorang mulai menerima pengalaman tersebut, memahami perasaannya, dan memberikan kesempatan kepada dirinya sendiri untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih sehat.

Proses untuk mendapatkan ketenangan setiap orang berbeda. Ada yang membutuhkan waktu untuk menyendiri, berbicara dengan orang terdekat, melakukan aktivitas yang disukai, memperbaiki rutinitas, atau mencari bantuan profesional. Yang terpenting adalah tidak memaksakan diri untuk segera pulih dan memahami bahwa proses penyembuhan emosional membutuhkan waktu.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara menemukan ketenangan setelah melewati masa yang menyakitkan, langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memulihkan diri, serta kebiasaan sederhana yang dapat membantu membangun kehidupan yang lebih tenang dan bermakna.

 

MENGAPA SULIT MENEMUKAN KETENANGAN SETELAH MASA YANG MENYAKITKAN?

Setelah mengalami kejadian yang berat, pikiran dan emosi seseorang dapat membutuhkan waktu untuk kembali stabil. Pengalaman yang menyakitkan sering kali membuat seseorang terus mengingat kejadian masa lalu, memikirkan berbagai kemungkinan, atau mempertanyakan keputusan yang pernah dibuat.

Perasaan seperti sedih, marah, kecewa, takut, atau kehilangan arah merupakan respons yang dapat muncul ketika seseorang menghadapi perubahan besar dalam hidup. Karena itu, mencari ketenangan bukan sekadar menghilangkan rasa sedih, tetapi juga belajar memahami dan menerima berbagai emosi yang sedang dirasakan.

Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa proses pemulihan emosional tidak selalu berjalan lurus. Ada hari ketika seseorang merasa sudah jauh lebih baik, tetapi kemudian kembali merasa sedih. Kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang gagal pulih. Naik turunnya emosi dapat menjadi bagian dari proses menghadapi pengalaman yang sulit.

 

CARA MENEMUKAN KETENANGAN SETELAH MELEWATI MASA YANG MENYAKITKAN

1. Izinkan Diri Sendiri Merasakan Emosi

Langkah pertama untuk menemukan ketenangan adalah berhenti memaksa diri untuk selalu terlihat kuat. Ketika mengalami sesuatu yang menyakitkan, seseorang memiliki hak untuk merasa sedih, kecewa, marah, atau kehilangan semangat.

Menolak atau terus menyembunyikan emosi tidak selalu membuat perasaan tersebut hilang. Sebaliknya, mengenali emosi dapat membantu seseorang memahami apa yang sebenarnya sedang dibutuhkan.

Cobalah mengatakan kepada diri sendiri bahwa tidak apa-apa jika saat ini belum sepenuhnya baik-baik saja. Berikan waktu untuk beradaptasi tanpa membandingkan proses pemulihan dengan orang lain.

2. Menerima Bahwa Masa Lalu Tidak Dapat Diubah

Salah satu penyebab pikiran sulit tenang adalah keinginan untuk mengubah sesuatu yang sudah terjadi. Seseorang mungkin terus bertanya, “Bagaimana jika saya mengambil keputusan yang berbeda?” atau “Mengapa hal tersebut harus terjadi kepada saya?”

Pertanyaan tersebut sangat manusiawi, tetapi terus hidup di dalam penyesalan dapat membuat seseorang semakin sulit bergerak maju. Menerima masa lalu bukan berarti menyetujui semua hal yang telah terjadi. Penerimaan berarti menyadari bahwa kejadian tersebut sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup.

Daripada terus bertanya tentang apa yang tidak dapat diubah, fokuslah pada pertanyaan yang lebih membangun seperti: “Apa yang bisa saya lakukan untuk kehidupan saya mulai sekarang?”

3. Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri Secara Berlebihan

Setelah melewati pengalaman buruk, seseorang terkadang menjadi terlalu keras terhadap dirinya sendiri. Kesalahan kecil dapat terus diingat dan dianggap sebagai penyebab utama dari semua masalah yang terjadi.

Padahal, setiap orang memiliki keterbatasan dalam mengambil keputusan karena keputusan dibuat berdasarkan pengetahuan, kondisi, dan keadaan yang dimiliki pada saat itu. Kesalahan dapat menjadi pengalaman yang memberikan pelajaran, bukan alasan untuk terus menghukum diri sendiri.

Belajarlah memperlakukan diri sendiri dengan lebih lembut. Jika seorang teman melakukan kesalahan dan sedang mengalami masa sulit, kemungkinan besar Anda akan memberikan pengertian kepadanya. Cobalah memberikan pengertian yang sama kepada diri sendiri.

4. Berikan Jarak dari Hal yang Terus Mengingatkan pada Luka

Tidak semua hal harus dihadapi sekaligus. Jika ada lingkungan, kebiasaan, percakapan, atau aktivitas tertentu yang terus membuat pikiran kembali kepada pengalaman menyakitkan, mengambil jarak untuk sementara dapat membantu memberikan ruang bagi diri sendiri.

Dalam kehidupan digital, menjaga jarak juga dapat dilakukan dengan mengurangi paparan terhadap konten atau akun media sosial yang memicu kenangan dan emosi negatif. Tujuannya bukan melarikan diri selamanya, tetapi memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk membangun kembali keseimbangan emosional.

5. Bangun Kembali Rutinitas Sehari-hari

Ketika sedang menghadapi masa sulit, rutinitas sehari-hari sering kali ikut berantakan. Waktu tidur berubah, pola makan tidak teratur, pekerjaan tertunda, dan aktivitas yang sebelumnya menyenangkan mulai ditinggalkan.

Membangun kembali rutinitas sederhana dapat menjadi langkah penting untuk mendapatkan rasa stabil. Tidak perlu langsung membuat perubahan besar. Mulailah dengan kebiasaan dasar seperti tidur dan bangun pada waktu yang lebih teratur, menjaga kebersihan diri, makan dengan cukup, bergerak secara rutin, serta menyelesaikan pekerjaan kecil yang dapat dilakukan.

  1. Menjaga jadwal tidur yang konsisten
  2. Mengonsumsi makanan dan minuman yang cukup
  3. Melakukan aktivitas fisik ringan
  4. Merapikan ruang pribadi
  5. Menyusun daftar aktivitas sederhana setiap hari

6. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Ketenangan sering kali sulit ditemukan ketika seseorang terlalu sibuk memenuhi kebutuhan dan harapan orang lain. Setelah melewati masa yang menyakitkan, tidak ada salahnya memberikan waktu untuk diri sendiri.

Waktu untuk diri sendiri dapat digunakan untuk melakukan aktivitas yang memberikan rasa nyaman, seperti membaca buku, berjalan santai, menulis jurnal, mendengarkan musik, berkebun, memasak, menggambar, atau sekadar menikmati suasana yang tenang.

Tujuan aktivitas tersebut bukan untuk melupakan masalah, melainkan memberikan ruang bagi pikiran agar tidak terus-menerus berada dalam kondisi tegang.

7. Ceritakan Perasaan kepada Orang yang Dipercaya

Memendam semua perasaan sendirian dapat terasa sangat melelahkan. Berbicara dengan orang yang dipercaya dapat membantu seseorang merasa didengarkan dan tidak menghadapi semuanya sendirian.

Orang tersebut bisa berupa sahabat, pasangan, anggota keluarga, mentor, atau siapa pun yang mampu mendengarkan tanpa menghakimi. Tidak selalu dibutuhkan nasihat. Terkadang, seseorang hanya membutuhkan tempat yang aman untuk mengungkapkan apa yang selama ini dirasakan.

8. Belajar Menikmati Hal-Hal Kecil

  1. Ketika mengalami masa sulit, kebahagiaan mungkin terasa jauh. Karena itu, tidak perlu memaksakan diri untuk langsung merasa bahagia. Cobalah mulai dengan menemukan ketenangan dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Menikmati secangkir minuman favorit
  3. Berjalan-jalan di tempat yang menyenangkan
  4. Mendengarkan lagu yang menenangkan
  5. Menghabiskan waktu bersama orang terdekat
  6. Menikmati waktu tanpa terburu-buru

Ketenangan tidak selalu hadir melalui perubahan besar. Terkadang, perasaan tenang justru terbentuk dari banyak momen sederhana yang dilakukan secara konsisten.

9. Menulis untuk Memahami Perasaan

Menulis jurnal dapat menjadi salah satu cara untuk menuangkan pikiran yang sulit disampaikan secara langsung. Tuliskan apa yang sedang dirasakan tanpa perlu khawatir apakah tulisan tersebut bagus atau terstruktur.

Anda dapat menuliskan beberapa pertanyaan sederhana seperti:

  1. Apa yang sebenarnya sedang saya rasakan?
  2. Apa yang membuat saya sulit merasa tenang?
  3. Apa yang masih bisa saya kendalikan?
  4. Hal kecil apa yang bisa saya lakukan hari ini?

Dengan menuliskan pikiran, seseorang dapat melihat masalah dari sudut pandang yang lebih teratur dan memahami pola emosi yang muncul.

10. Belajar Melepaskan Hal yang Tidak Dapat Dikendalikan

Tidak semua hal dalam kehidupan dapat dikendalikan. Kita tidak selalu dapat mengendalikan tindakan orang lain, keputusan masa lalu, keadaan tertentu, atau bagaimana orang lain memandang kita.

Namun, kita masih dapat memilih bagaimana merespons keadaan tersebut. Memusatkan perhatian pada hal-hal yang berada dalam kendali dapat membantu mengurangi energi yang terbuang untuk sesuatu yang tidak dapat diubah.

Melepaskan bukan berarti menyerah. Melepaskan berarti memberikan izin kepada diri sendiri untuk berhenti membawa beban yang tidak lagi perlu dipikul setiap saat.

 

KEBIASAAN YANG DAPAT MEMBANTU MENJAGA KETENANGAN

Setelah mulai merasa lebih tenang, penting untuk membangun kebiasaan yang dapat membantu menjaga keseimbangan diri. Ketenangan bukan hanya sesuatu yang dicari ketika sedang mengalami masalah, tetapi juga sesuatu yang dapat dirawat melalui kebiasaan sehari-hari.

  1. Meluangkan waktu untuk beristirahat dan tidak merasa bersalah ketika membutuhkan jeda.
  2. Membatasi paparan terhadap hal-hal yang memicu stres apabila memungkinkan.
  3. Menjaga hubungan dengan orang-orang yang suportif dan memberikan energi positif.
  4. Melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.
  5. Mengatur waktu antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan istirahat.
  6. Memberikan penghargaan terhadap kemajuan kecil yang berhasil dicapai.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menciptakan pola kehidupan yang lebih stabil dan memberikan ruang bagi seseorang untuk berkembang setelah melewati masa sulit.

 

KAPAN HARUS MENCARI BANTUAN PROFESIONAL?

Tidak semua luka emosional dapat diatasi sendirian. Jika perasaan sedih, takut, cemas, atau putus asa berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan dengan orang lain, pekerjaan, atau kemampuan untuk menjalani kehidupan, mencari bantuan profesional merupakan langkah yang wajar.

Psikolog atau profesional kesehatan mental dapat membantu seseorang memahami apa yang sedang dialami dan menemukan strategi yang sesuai. Meminta bantuan bukan tanda kelemahan. Justru, hal tersebut dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.

Jika seseorang mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau merasa tidak aman, penting untuk segera mencari bantuan dari orang yang dipercaya dan layanan kesehatan atau layanan darurat setempat.

 

BAGAIMANA CARA MEMULAI HIDUP KEMBALI SETELAH MASA SULIT?

Memulai kembali kehidupan setelah mengalami masa yang menyakitkan tidak harus dilakukan dengan langkah besar. Justru, perubahan kecil yang realistis sering kali lebih mudah dipertahankan.

Mulailah dengan menerima kondisi saat ini. Setelah itu, tentukan satu hal sederhana yang dapat dilakukan hari ini. Bisa berupa menyelesaikan satu pekerjaan, keluar rumah sebentar, menghubungi teman, merapikan kamar, atau memberikan waktu untuk beristirahat.

Tidak perlu menunggu sampai seluruh masalah selesai untuk mulai menikmati kehidupan kembali. Terkadang, kehidupan baru justru mulai terbentuk ketika seseorang berani mengambil satu langkah kecil meskipun belum merasa sepenuhnya siap.

Yang terpenting adalah memahami bahwa pulih bukan berarti kembali menjadi diri yang sama seperti sebelum mengalami kejadian tersebut. Proses pemulihan dapat membuat seseorang menjadi lebih memahami dirinya, lebih mengenal batasan, dan lebih menghargai kehidupan yang sedang dijalani.

 

KESIMPULAN

Menemukan ketenangan setelah melewati masa yang menyakitkan membutuhkan waktu, kesabaran, dan penerimaan terhadap diri sendiri. Tidak ada batas waktu yang sama bagi setiap orang untuk kembali merasa nyaman dengan kehidupannya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menerima emosi, berhenti menyalahkan diri sendiri, menerima kenyataan bahwa masa lalu tidak dapat diubah, membangun kembali rutinitas, meluangkan waktu untuk diri sendiri, berbicara dengan orang yang dipercaya, menikmati hal-hal kecil, serta belajar melepaskan sesuatu yang berada di luar kendali.

Masa yang menyakitkan mungkin menjadi bagian dari cerita hidup, tetapi masa lalu tidak harus menentukan seluruh masa depan. Dengan memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berproses, seseorang dapat perlahan menemukan kembali rasa aman, harapan, dan ketenangan.

Pada akhirnya, ketenangan bukan berarti hidup tanpa masalah. Ketenangan adalah kemampuan untuk menjalani kehidupan dengan lebih menerima apa yang telah terjadi, menghargai apa yang dimiliki saat ini, dan tetap memiliki harapan terhadap hari-hari yang akan datang.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya