Bagaimana Cara Menemukan Peluang Kerja Di Tengah Perkembangan AI?
Gusti Ayu Tita P
18 September 2026
Perkembangan Artificial Intelligence atau AI membawa perubahan besar dalam dunia kerja. AI dapat membantu menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari mengolah data hingga membuat dan menganalisis informasi. Namun, perkembangan ini tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya beberapa tugas tertentu. International Labour Organization menyebutkan bahwa sekitar satu dari empat pekerja di dunia berada dalam pekerjaan yang memiliki tingkat paparan tertentu terhadap AI generatif, dan sebagian besar pekerjaan diperkirakan lebih mungkin mengalami perubahan tugas daripada sepenuhnya hilang.
Kondisi tersebut membuat pencari kerja perlu melihat AI sebagai bagian dari perubahan kebutuhan industri. Peluang kerja tetap dapat ditemukan dengan meningkatkan keterampilan, memahami kebutuhan perusahaan, dan memanfaatkan teknologi secara tepat. World Economic Forum juga memperkirakan perubahan teknologi akan mendorong munculnya berbagai pekerjaan baru sekaligus mengubah kebutuhan skill hingga 2030.
PAHAMI PERUBAHAN KEBUTUHAN DUNIA KERJA
Langkah pertama untuk menemukan peluang kerja di tengah perkembangan AI adalah memahami perubahan kebutuhan industri. Beberapa perusahaan mulai menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas, mengolah informasi, dan membantu pekerjaan tertentu. Kondisi ini membuat sejumlah posisi membutuhkan kemampuan digital yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Karena itu, pencari kerja perlu mengetahui teknologi dan kemampuan apa yang mulai banyak digunakan dalam bidang yang diminati.
Menurut World Economic Forum, AI dan big data, jaringan dan keamanan siber, serta literasi teknologi termasuk kelompok skill yang diperkirakan meningkat pentingnya dalam beberapa tahun mendatang. Namun, kemampuan manusia seperti berpikir kreatif, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar juga tetap dibutuhkan.
TINGKATKAN KETERAMPILAN DIGITAL
Memiliki keterampilan digital dapat membantu seseorang mengikuti perubahan kebutuhan pekerjaan. Skill tersebut tidak selalu berarti harus menjadi ahli pemrograman atau membuat sistem AI sendiri. Pencari kerja dapat mulai dengan memahami penggunaan aplikasi kerja, pengolahan data, keamanan digital, atau berbagai alat AI yang sesuai dengan bidangnya. Kemampuan menggunakan teknologi secara tepat dapat menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan.
Selain skill teknis, penting untuk memahami cara menggunakan AI secara bertanggung jawab. Hasil dari AI tetap perlu diperiksa karena teknologi tersebut dapat menghasilkan informasi yang kurang tepat. Dengan memahami kelebihan dan keterbatasan AI, seseorang dapat menggunakannya sebagai alat bantu untuk meningkatkan pekerjaan. Kemampuan tersebut dapat menjadi bagian dari literasi teknologi yang semakin relevan di dunia kerja.
KUATKAN KEMAMPUAN YANG SULIT DIGANTIKAN AI
Perkembangan AI membuat kemampuan manusia tetap memiliki peran penting. WEF mencatat bahwa kemampuan seperti berpikir analitis, kreativitas, ketahanan, fleksibilitas, kepemimpinan, dan kolaborasi tetap dipandang penting oleh perusahaan. Kemampuan tersebut membantu seseorang menghadapi situasi yang membutuhkan komunikasi, pertimbangan, dan pemecahan masalah.
Karena itu, pencari kerja sebaiknya tidak hanya mengejar kemampuan menggunakan teknologi. Komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan kemampuan mengambil keputusan juga perlu dilatih. Kombinasi antara skill digital dan skill manusia dapat membuat kemampuan seseorang lebih beragam. Hal ini penting karena AI dapat membantu tugas tertentu, tetapi tidak selalu dapat menggantikan seluruh proses yang membutuhkan konteks dan interaksi manusia.
CARI PEKERJAAN YANG BERKAITAN DENGAN TEKNOLOGI
Perkembangan AI juga menciptakan kebutuhan terhadap berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi, data, dan sistem digital. World Economic Forum mencatat bahwa beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan big data, fintech, serta AI dan machine learning termasuk kelompok pekerjaan yang pertumbuhannya diproyeksikan tinggi. Namun, peluang tidak hanya tersedia bagi orang yang memiliki latar belakang teknologi.
Banyak bidang lain juga membutuhkan pekerja yang mampu menggunakan teknologi untuk mendukung pekerjaannya. Contohnya pemasaran digital, desain, administrasi, pendidikan, layanan pelanggan, keuangan, dan berbagai bidang bisnis. Pencari kerja dapat mencari titik temu antara minat, pengalaman, dan kemampuan digital yang dimiliki. Dengan cara tersebut, perkembangan AI dapat menjadi bagian dari peluang pengembangan karier.
BANGUN PORTOFOLIO YANG RELEVAN
Portofolio dapat membantu pencari kerja menunjukkan kemampuan nyata kepada calon perusahaan. Daripada hanya mencantumkan bahwa seseorang mampu menggunakan teknologi tertentu, portofolio dapat menunjukkan bagaimana kemampuan tersebut digunakan dalam sebuah proyek. Misalnya, seseorang dapat membuat contoh desain, analisis data, strategi pemasaran, atau proyek digital yang memanfaatkan AI sebagai alat bantu.
Portofolio tidak harus berasal dari pekerjaan berbayar. Proyek pribadi, tugas sekolah, kuliah, magang, atau proyek latihan juga dapat menjadi bahan portofolio selama hasilnya relevan dan dapat dijelaskan dengan baik. Pencari kerja sebaiknya mencantumkan proses, kontribusi, dan hasil dari setiap proyek. Dengan begitu, perusahaan dapat melihat kemampuan yang dimiliki secara lebih konkret.
MANFAATKAN AI UNTUK MENCARI KERJA
AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pencarian pekerjaan. Pencari kerja dapat menggunakan teknologi untuk membantu menyusun CV, mencari ide portofolio, berlatih wawancara, atau memahami deskripsi pekerjaan. Namun, hasil yang dibuat AI sebaiknya tetap diperiksa dan disesuaikan dengan pengalaman pribadi. CV yang terlalu umum atau sepenuhnya dibuat tanpa penyesuaian dapat membuat kemampuan kandidat sulit terlihat.
Penggunaan AI sebaiknya menjadi alat bantu, bukan pengganti usaha pencari kerja. Informasi mengenai perusahaan, posisi, dan persyaratan pekerjaan tetap perlu diperiksa dari sumber yang terpercaya. Pencari kerja juga harus memastikan informasi yang dicantumkan dalam CV benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan penggunaan yang tepat, AI dapat membantu membuat proses pencarian kerja menjadi lebih terstruktur.
TERUS BELAJAR DAN BERADAPTASI
Perubahan teknologi membuat belajar secara berkelanjutan semakin penting. World Economic Forum memperkirakan sekitar 39 persen skill yang dibutuhkan dalam pekerjaan akan mengalami perubahan pada 2030, berdasarkan survei terhadap lebih dari 1.000 perusahaan besar di 55 negara. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan yang dibutuhkan perusahaan dapat terus berkembang. Karena itu, seseorang tidak sebaiknya hanya mengandalkan skill yang sudah dimiliki saat ini.
Belajar tidak harus dilakukan melalui pendidikan formal saja. Kursus online, pelatihan, sertifikasi, proyek pribadi, komunitas, dan pengalaman kerja dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan. Yang terpenting adalah memilih skill yang benar-benar berkaitan dengan tujuan karier. Dengan kebiasaan belajar secara rutin, pencari kerja dapat lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan pekerjaan.
KESIMPULAN
Menemukan peluang kerja di tengah perkembangan AI dapat dilakukan dengan memahami kebutuhan industri, meningkatkan skill digital, mengembangkan kemampuan manusia, membangun portofolio, dan terus belajar. AI memang mengubah berbagai tugas dalam pekerjaan, tetapi perubahan tersebut tidak berarti seluruh pekerjaan manusia akan hilang. ILO menyatakan bahwa sebagian besar pekerjaan yang terpapar AI generatif lebih mungkin mengalami transformasi tugas daripada otomatisasi sepenuhnya.
Pencari kerja dapat memanfaatkan perubahan tersebut dengan menggabungkan kemampuan teknologi dan kemampuan manusia. Menguasai alat AI saja tidak cukup jika tidak disertai kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan adaptasi. Dengan terus memperbarui kemampuan dan memahami kebutuhan industri, seseorang dapat menemukan berbagai peluang karier yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja.
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita P
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.