Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 89 dibaca

Bagaimana Tips Menyusun Portofolio Non Akademik untuk Mendukung SNBP?

G

Gusti Ayu Tita P

14 September 2026

Bagikan:
Bagaimana Tips Menyusun Portofolio Non Akademik untuk Mendukung SNBP?

Portofolio nonakademik dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kemampuan dan pengalaman siswa di luar nilai pelajaran. Bagi siswa yang mengikuti SNBP, berbagai prestasi dan aktivitas yang relevan dapat membantu memperlihatkan profil yang lebih lengkap. Namun, portofolio tidak sebaiknya dibuat hanya dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sertifikat. Isi portofolio harus disusun secara rapi, relevan, dan mengikuti ketentuan SNBP serta program studi yang dipilih.

Pada SNBP 2026, komponen penilaian ditetapkan oleh masing-masing PTN dengan ketentuan nilai rapor seluruh mata pelajaran memiliki bobot minimal 50 persen. Komponen lainnya dapat berupa nilai mata pelajaran pendukung program studi, prestasi, dan atau portofolio dengan bobot maksimal 50 persen. Khusus program studi bidang seni dan olahraga, peserta wajib mengunggah portofolio sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

PAHAMI DULU KETENTUAN PORTOFOLIO SNBP

Langkah pertama sebelum menyusun portofolio adalah memahami aturan SNBP pada tahun pendaftaran. Tidak semua program studi meminta portofolio sehingga siswa perlu mengetahui apakah program studi pilihannya termasuk yang mensyaratkan dokumen tersebut. Pada SNBP 2026, portofolio diwajibkan untuk program studi tertentu di bidang seni dan olahraga.

Siswa juga perlu membaca panduan portofolio yang sesuai dengan bidang yang dipilih. Setiap bidang dapat memiliki ketentuan mengenai jenis karya, dokumen, atau bukti keterampilan yang harus disiapkan. Jangan menggunakan format portofolio dari tahun sebelumnya tanpa mengecek aturan terbaru. Dengan memahami ketentuan sejak awal, siswa dapat menghindari kesalahan ketika melakukan pengunggahan.

PILIH PRESTASI YANG PALING RELEVAN

Portofolio atau bukti prestasi sebaiknya berisi pencapaian yang benar-benar berkaitan dengan kemampuan siswa. Tidak perlu memasukkan semua kegiatan jika tidak memiliki hubungan dengan bidang yang ingin ditonjolkan. Misalnya, siswa yang memiliki prestasi fotografi dapat lebih menonjolkan karya dan penghargaan yang berkaitan dengan fotografi. Pemilihan yang tepat membuat profil siswa terlihat lebih fokus dan mudah dipahami.

Prestasi akademik maupun nonakademik juga perlu disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan apabila memang diminta dalam mekanisme pendaftaran. Dalam panduan SNBP 2026, informasi prestasi yang diisikan dapat mencakup bidang prestasi, tingkat prestasi, tahun perolehan, serta lembaga pemberi prestasi.

TAMPILKAN KARYA DAN PENGALAMAN SECARA JELAS

Jika program studi meminta portofolio, tampilkan karya sesuai format yang ditentukan dalam panduan. Karya sebaiknya menunjukkan kemampuan siswa secara langsung, bukan hanya berupa tulisan mengenai pengalaman. Dokumentasi juga perlu memiliki kualitas yang cukup baik agar karya dapat terlihat dengan jelas. Hindari memasukkan terlalu banyak elemen yang tidak diperlukan karena dapat membuat portofolio sulit dipahami.

Selain karya, pengalaman yang relevan dapat memberikan konteks mengenai kemampuan siswa. Misalnya, siswa dapat menunjukkan proses mengikuti perlombaan, pementasan, pertandingan, atau kegiatan lain apabila memang diperbolehkan dalam format portofolio. Pastikan semua materi yang digunakan benar-benar merupakan karya atau pengalaman sendiri. Kejujuran penting karena portofolio seharusnya menjadi bukti kemampuan, bukan sekadar kumpulan dokumen untuk terlihat unggul.

SUSUN PORTOFOLIO SECARA RAPI DAN TERSTRUKTUR

Portofolio yang rapi akan membuat informasi lebih mudah diperiksa. Urutkan isi sesuai ketentuan yang diberikan dan gunakan format file yang dipersyaratkan. Jika terdapat beberapa karya, susun berdasarkan kategori atau urutan yang jelas. Hindari penggunaan desain berlebihan yang justru mengganggu tampilan karya utama.

Periksa kembali nama file, ukuran file, kualitas gambar atau video, serta kelengkapan dokumen sebelum mengunggahnya. Kesalahan teknis dapat menghambat proses pengumpulan portofolio meskipun isi yang dimiliki sudah baik. Sebaiknya lakukan pengecekan beberapa kali sebelum batas waktu pendaftaran. Jangan menunggu hari terakhir karena masalah jaringan atau kesalahan file dapat terjadi ketika proses pengunggahan.

HUBUNGKAN PORTOFOLIO DENGAN PROGRAM STUDI

Portofolio akan lebih bermakna jika menunjukkan kemampuan yang sesuai dengan bidang studi yang dipilih. Siswa perlu mempertimbangkan apakah karya atau prestasinya benar-benar mencerminkan minat dan keterampilan yang relevan. Misalnya, karya seni rupa akan lebih sesuai untuk menunjukkan kemampuan pada bidang seni rupa dibandingkan memasukkan kegiatan yang tidak berhubungan. Kesesuaian tersebut dapat membantu menunjukkan bahwa pilihan program studi memiliki hubungan dengan pengalaman siswa.

Namun, siswa tidak perlu memaksakan semua pengalaman agar terlihat relevan. Pilih materi yang memang memiliki hubungan nyata dengan kemampuan yang dimiliki. Jika portofolio memiliki ketentuan khusus dari program studi atau PTN, ikuti aturan tersebut sebagai prioritas. Penilaian akhir tetap mengikuti kebijakan masing-masing PTN dan ketentuan SNBP yang berlaku.

JANGAN HANYA MENGANDALKAN PORTOFOLIO

Portofolio bukan satu-satunya hal yang menentukan keberhasilan dalam SNBP. Pada SNBP 2026, nilai rapor seluruh mata pelajaran tetap menjadi bagian utama dengan bobot minimal 50 persen. Selain itu, PTN dapat mempertimbangkan komponen lain sesuai kebijakan masing-masing.

Karena itu, siswa perlu menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan pengembangan kemampuan nonakademik. Jangan sampai terlalu fokus membuat portofolio sehingga kegiatan tersebut mengganggu proses belajar. Pengalaman di luar kelas sebaiknya menjadi bagian dari pengembangan diri secara keseluruhan. Dengan persiapan yang seimbang, siswa dapat membangun profil yang lebih kuat dan sesuai dengan tujuan pendidikannya.

KESIMPULAN

Menyusun portofolio nonakademik untuk SNBP perlu dilakukan dengan memahami ketentuan terbaru, memilih prestasi yang relevan, menampilkan karya secara jelas, serta menyusun dokumen dengan rapi. Portofolio tidak harus berisi banyak karya, tetapi harus mampu menunjukkan kemampuan yang sesuai dengan ketentuan program studi. Untuk SNBP 2026, portofolio wajib bagi program studi tertentu di bidang seni dan olahraga, sedangkan komponen penilaian lainnya ditentukan oleh masing-masing PTN. Dengan mempersiapkan portofolio secara teliti dan tetap menjaga prestasi akademik, siswa dapat menunjukkan potensi dirinya secara lebih lengkap.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya