Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips Karir
Tips Karir 54 dibaca

Cara Berkomunikasi dengan Recruiter Saat Job Fair

G

Gusti Ayu Tita P

27 Agustus 2026

Bagikan:
Cara Berkomunikasi dengan Recruiter Saat Job Fair

Job fair menjadi kesempatan bagi pencari kerja untuk bertemu langsung dengan recruiter dari berbagai perusahaan. Momen ini tidak hanya digunakan untuk menyerahkan CV, tetapi juga untuk memperkenalkan diri dan membangun komunikasi profesional. Cara berbicara dengan recruiter dapat memengaruhi kesan pertama yang terbentuk terhadap seorang kandidat.

Bagi mahasiswa dan fresh graduate, bertemu recruiter mungkin terasa menegangkan karena belum terbiasa melakukan komunikasi dalam konteks rekrutmen. Namun, hal tersebut dapat dipersiapkan dengan latihan sederhana. Komunikasi yang singkat, percaya diri, sopan, dan relevan dapat membantu kandidat menyampaikan potensinya dengan lebih baik.

SIAPKAN PERKENALAN DIRI YANG SINGKAT

Sebelum mendatangi booth perusahaan, siapkan perkenalan diri selama sekitar 30 hingga 60 detik. Sampaikan nama, latar belakang pendidikan atau pengalaman, bidang yang diminati, dan alasan tertarik dengan perusahaan tersebut. Hindari menjelaskan seluruh isi CV karena recruiter dapat melihat informasi tersebut dari dokumen yang diberikan.

Perkenalan sebaiknya terdengar natural dan tidak seperti menghafalkan teks. Latih beberapa kali agar penyampaiannya lebih lancar dan percaya diri. Gunakan bahasa yang sopan serta sesuaikan gaya komunikasi dengan suasana job fair tanpa kehilangan kesan profesional.

LAKUKAN RISET TENTANG PERUSAHAAN

Riset sebelum job fair dapat membuat percakapan dengan recruiter menjadi lebih bermakna. Pelajari bidang usaha perusahaan, produk atau layanan utama, serta posisi yang sedang dibuka. Informasi tersebut membantu Anda menghindari pertanyaan yang sebenarnya sudah tersedia secara umum di situs atau materi perusahaan.

Pengetahuan tentang perusahaan juga menunjukkan bahwa Anda memiliki ketertarikan yang serius. Misalnya, Anda dapat menjelaskan alasan tertarik pada posisi tertentu berdasarkan latar belakang pendidikan atau pengalaman yang dimiliki. Percakapan akan terasa lebih relevan ketika kandidat mampu menghubungkan kemampuan pribadi dengan kebutuhan perusahaan.

AJUKAN PERTANYAAN YANG RELEVAN

Jangan hanya menyerahkan CV lalu meninggalkan booth perusahaan. Manfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan yang relevan mengenai posisi atau proses rekrutmen. Pertanyaan seperti keterampilan yang paling dicari untuk posisi tertentu atau tahapan seleksi berikutnya dapat menunjukkan kesiapan kandidat.

Hindari pertanyaan yang jawabannya sudah jelas dalam informasi lowongan. Anda juga sebaiknya tidak langsung menjadikan gaji sebagai topik utama pada percakapan pertama, kecuali recruiter memang membuka pembahasan tersebut. Fokus awal pada posisi, tanggung jawab, budaya kerja, dan proses seleksi dapat membuat komunikasi lebih profesional.

DENGARKAN JAWABAN RECRUITER DENGAN BAIK

Komunikasi yang baik bukan hanya tentang kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan. Perhatikan penjelasan recruiter dan jangan memotong pembicaraan sebelum selesai. Jika ada informasi yang belum jelas, tunggu sampai recruiter selesai berbicara lalu ajukan pertanyaan dengan sopan.

Mendengarkan secara aktif juga membantu Anda memberikan respons yang lebih tepat. Anda dapat menghubungkan jawaban recruiter dengan pengalaman atau keterampilan yang dimiliki. Cara tersebut membuat percakapan terasa seperti komunikasi dua arah, bukan sekadar menyampaikan promosi diri.

TUNJUKKAN KEPERCAYAAN DIRI TANPA BERLEBIHAN

Kepercayaan diri dapat membantu kandidat memberikan kesan positif ketika berbicara dengan recruiter. Berdiri dengan postur yang baik, melakukan kontak mata secara wajar, berbicara dengan suara yang jelas, dan menunjukkan ekspresi yang ramah. Bahasa tubuh tersebut dapat mendukung pesan yang disampaikan.

Namun, percaya diri berbeda dengan membanggakan diri secara berlebihan. Jangan mengklaim memiliki kemampuan yang sebenarnya belum dikuasai. Sampaikan pengalaman dan pencapaian secara jujur serta siap menjelaskan bukti atau contoh ketika ditanya.

HUBUNGKAN PENGALAMAN DENGAN POSISI YANG DITUJU

Mahasiswa yang belum memiliki banyak pengalaman kerja tetap dapat membicarakan pengalaman organisasi, proyek kuliah, magang, atau kegiatan lainnya. Pilih pengalaman yang memiliki hubungan dengan pekerjaan yang sedang dibahas. Jelaskan peran yang dijalankan, keterampilan yang digunakan, dan hasil yang berhasil dicapai.

Misalnya, pengalaman menjadi koordinator kegiatan kampus dapat digunakan untuk menunjukkan kemampuan komunikasi, koordinasi, dan manajemen waktu. Dengan cara ini, recruiter dapat melihat bahwa pengalaman mahasiswa memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pekerjaan. Hindari menceritakan pengalaman terlalu panjang dan fokus pada hal yang paling relevan.

TUTUP PERCAKAPAN DENGAN PROFESIONAL

Setelah mendapatkan informasi yang diperlukan, akhiri percakapan dengan ucapan terima kasih. Anda dapat menanyakan langkah selanjutnya dalam proses rekrutmen jika informasi tersebut belum disampaikan. Jika recruiter memberikan kontak atau petunjuk untuk mengirimkan dokumen tambahan, catat dengan baik agar tidak terlewat.

Penutupan yang baik dapat membantu meninggalkan kesan positif. Jangan langsung pergi tanpa berpamitan setelah menerima informasi. Ucapkan terima kasih atas waktu recruiter dan tunjukkan apresiasi karena telah diberi kesempatan untuk berdiskusi.

HINDARI KESALAHAN SAAT BERBICARA DENGAN RECRUITER

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari ketika melakukan komunikasi recruiter. Jangan datang tanpa mengetahui posisi yang ingin dilamar, berbicara terlalu panjang, memotong pembicaraan, atau menggunakan bahasa yang terlalu santai. Hindari pula memberikan informasi yang tidak benar mengenai pengalaman dan keterampilan.

Kesalahan lain adalah terlalu fokus pada kepentingan pribadi sejak awal percakapan. Kandidat sebaiknya juga menunjukkan bagaimana kemampuan yang dimiliki dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan. Komunikasi yang seimbang antara menjelaskan kemampuan dan memahami kebutuhan perusahaan akan terlihat lebih profesional.

KESIMPULAN

Cara berkomunikasi dengan recruiter saat job fair membutuhkan persiapan, kepercayaan diri, dan kemampuan mendengarkan. Kandidat sebaiknya menyiapkan perkenalan singkat, melakukan riset perusahaan, mengajukan pertanyaan relevan, serta menghubungkan pengalaman dengan posisi yang dituju. Sikap sopan dan jujur juga penting untuk membangun kesan profesional.

Job fair bukan sekadar tempat membagikan CV, tetapi kesempatan untuk membangun hubungan awal dengan perusahaan. Komunikasi yang baik dapat membantu recruiter memahami potensi kandidat di luar informasi yang tertulis dalam CV. Karena itu, persiapkan diri dengan baik agar setiap percakapan dapat menjadi langkah menuju peluang karier berikutnya.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya