Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 10 dibaca

Cara Membangun Kepercayaan Diri dalam Berkomunikasi dengan Orang Baru

G

Gusti Ayu Tita P

8 September 2026

Bagikan:
Cara Membangun Kepercayaan Diri dalam Berkomunikasi dengan Orang Baru

Bertemu dan berbicara dengan orang baru menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa. Namun, tidak semua mahasiswa merasa percaya diri ketika harus memulai percakapan. Rasa gugup, takut salah bicara, atau khawatir mendapatkan penilaian negatif sering membuat seseorang memilih diam.

Padahal, kemampuan berkomunikasi dapat membantu mahasiswa membangun pertemanan, memperluas relasi, dan mengembangkan potensi diri. Kepercayaan diri dalam berkomunikasi tidak selalu muncul secara langsung, tetapi dapat dilatih melalui kebiasaan dan pengalaman. Dengan langkah sederhana, mahasiswa dapat menjadi lebih nyaman ketika berinteraksi dengan orang baru.

MEMAHAMI PENYEBAB KURANGNYA KEPERCAYAAN DIRI

Kurangnya kepercayaan diri ketika berkomunikasi dapat disebabkan oleh berbagai hal. Seseorang mungkin takut mengatakan sesuatu yang salah, merasa kurang menarik, atau terlalu memikirkan pendapat orang lain. Pikiran tersebut dapat membuat seseorang menjadi ragu untuk memulai percakapan.

Mahasiswa perlu memahami bahwa rasa gugup merupakan hal yang wajar. Tidak semua percakapan harus berjalan sempurna. Dengan menerima rasa gugup tersebut, seseorang dapat mulai berani mencoba tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada dirinya sendiri.

MEMULAI PERCAKAPAN DENGAN HAL SEDERHANA

Tidak perlu menggunakan topik yang rumit ketika berbicara dengan orang baru. Percakapan dapat dimulai dari hal sederhana seperti menanyakan tugas, mata kuliah, kegiatan kampus, atau pendapat mengenai suatu acara. Topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari biasanya lebih mudah dikembangkan.

Setelah percakapan dimulai, cobalah memberikan respons yang sesuai dengan pembicaraan. Hindari terlalu memikirkan kalimat berikutnya karena hal tersebut justru dapat membuat semakin gugup. Biarkan percakapan berjalan secara natural dan santai.

MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

Komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang mendengarkan. Ketika berbicara dengan orang baru, berikan perhatian terhadap apa yang disampaikan. Sikap tersebut menunjukkan bahwa kita memiliki ketertarikan dan rasa menghargai terhadap lawan bicara.

Menjadi pendengar yang baik juga dapat membantu menemukan topik percakapan berikutnya. Misalnya, ketika seseorang menceritakan hobinya, kita dapat mengajukan pertanyaan yang masih berkaitan dengan hal tersebut. Dengan begitu, komunikasi terasa lebih mudah karena tidak harus terus mencari topik dari awal.

MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH YANG POSITIF

Kepercayaan diri tidak hanya terlihat dari kata-kata. Kontak mata yang wajar, ekspresi ramah, posisi tubuh yang terbuka, dan senyum sederhana dapat membantu menciptakan kesan positif. Bahasa tubuh yang baik juga dapat membuat diri sendiri merasa lebih siap ketika berinteraksi.

Tidak perlu memaksakan bahasa tubuh tertentu hingga terasa tidak nyaman. Yang penting adalah menunjukkan sikap terbuka dan menghargai lawan bicara. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mahasiswa menjadi lebih nyaman dalam berbagai situasi sosial.

BERLATIH SECARA BERTAHAP

Kepercayaan diri dalam komunikasi dapat berkembang melalui latihan. Mahasiswa dapat memulai dari situasi yang terasa nyaman, seperti menyapa teman sekelas atau berbicara dengan anggota kelompok. Setelah terbiasa, tantangan dapat ditingkatkan dengan mengikuti diskusi, organisasi, seminar, atau kegiatan kampus.

Jangan langsung menuntut diri untuk menjadi orang yang sangat aktif berbicara. Setiap kemajuan kecil tetap merupakan perkembangan. Semakin sering berinteraksi, semakin banyak pengalaman yang diperoleh sehingga rasa gugup biasanya menjadi lebih mudah dikendalikan.

BERHENTI TERLALU MEMIKIRKAN PENILAIAN ORANG LAIN

Salah satu hambatan terbesar dalam berkomunikasi adalah terlalu memikirkan bagaimana orang lain menilai diri kita. Kekhawatiran tersebut dapat membuat seseorang takut berbicara bahkan sebelum percakapan dimulai. Padahal, orang lain belum tentu memperhatikan kesalahan kecil yang kita khawatirkan.

Fokuslah pada tujuan komunikasi, bukan pada keharusan tampil sempurna. Jika terjadi kesalahan, anggap sebagai pengalaman untuk belajar. Dengan pola pikir tersebut, mahasiswa dapat menjadi lebih berani, terbuka, dan percaya diri ketika bertemu dengan orang baru.

KESIMPULAN

Membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan orang baru membutuhkan latihan dan keberanian untuk mencoba. Mahasiswa dapat memulainya dengan percakapan sederhana, menjadi pendengar yang baik, menggunakan bahasa tubuh positif, serta berlatih secara bertahap.

Tidak perlu menunggu sampai merasa benar-benar percaya diri untuk mulai berinteraksi. Kepercayaan diri justru dapat tumbuh melalui pengalaman. Dengan terus berlatih dan tidak terlalu takut terhadap penilaian orang lain, mahasiswa dapat membangun kemampuan komunikasi yang bermanfaat untuk pertemanan, organisasi, pendidikan, dan masa depan karier.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya