Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips Karir
Tips Karir 52 dibaca

Cara Membangun Skill dan Relasi Selama Kuliah Melalui Kegiatan UKM

G

Gusti Ayu Tita P

24 Agustus 2026

Bagikan:
Cara Membangun Skill dan Relasi Selama Kuliah Melalui Kegiatan UKM

Masa kuliah merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang tidak selalu diperoleh dari kegiatan akademik. Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa dapat mengikuti UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru. Kegiatan UKM dapat menjadi tempat untuk melatih komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan berbagai keterampilan lainnya.

Selain mengembangkan skill mahasiswa, UKM juga memberikan kesempatan untuk membangun relasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Hubungan tersebut dapat berkembang menjadi jaringan yang bermanfaat untuk kegiatan akademik maupun persiapan karier. Namun, manfaat tersebut akan lebih terasa jika mahasiswa aktif berpartisipasi dan tidak hanya menjadi anggota secara administratif.

PILIH UKM SESUAI MINAT DAN TUJUAN

Langkah pertama untuk membangun skill melalui UKM adalah memilih organisasi yang sesuai dengan minat dan tujuan pengembangan diri. Mahasiswa dapat mempertimbangkan bidang seperti olahraga, seni, teknologi, kewirausahaan, komunikasi, sosial, atau bidang lainnya yang sesuai dengan ketertarikan.

Pemilihan yang tepat membuat mahasiswa lebih mudah menikmati proses dan konsisten mengikuti kegiatan. Jangan memilih UKM hanya karena mengikuti teman atau mengejar jumlah organisasi di CV. Kesesuaian antara minat dan kegiatan dapat membuat proses belajar menjadi lebih maksimal.

AKTIF MENGIKUTI KEGIATAN UKM

Menjadi anggota saja tidak cukup untuk mendapatkan pengalaman yang berarti. Mahasiswa perlu aktif mengikuti rapat, pelatihan, acara, proyek, dan kegiatan organisasi. Semakin sering terlibat, semakin banyak kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan.

Mahasiswa juga sebaiknya tidak takut mengambil tugas baru. Tantangan yang awalnya terasa sulit dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan. Pengalaman langsung merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan skill.

MELATIH KEMAMPUAN KOMUNIKASI

UKM dapat menjadi tempat yang baik untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa. Dalam kegiatan organisasi, mahasiswa perlu menyampaikan ide, memberikan informasi, berdiskusi, dan berkoordinasi dengan anggota lain.

Mahasiswa dapat berlatih berbicara secara jelas dan mendengarkan pendapat orang lain. Kemampuan tersebut akan sangat berguna ketika melakukan presentasi, wawancara kerja, maupun bekerja dalam tim. Komunikasi yang baik dapat membantu mahasiswa membangun hubungan yang lebih positif.

MENGAMBIL PERAN DALAM KEPANITIAAN

Kepanitiaan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pengalaman organisasi yang nyata. Mahasiswa dapat memilih divisi sesuai kemampuan sekaligus mencoba bidang baru yang belum pernah dipelajari.

Misalnya, mahasiswa dapat terlibat dalam divisi acara, publikasi, konsumsi, dokumentasi, hubungan masyarakat, atau administrasi. Setiap divisi memberikan pengalaman yang berbeda. Tanggung jawab dalam kepanitiaan dapat menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu bekerja dalam situasi nyata.

MELATIH KEMAMPUAN KEPEMIMPINAN

Mahasiswa dapat mengembangkan skill kepemimpinan dengan mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Tidak harus langsung menjadi ketua organisasi, mahasiswa dapat mulai dari menjadi koordinator kegiatan atau penanggung jawab sebuah tugas.

Melalui peran tersebut, mahasiswa belajar membagi pekerjaan, membuat keputusan, mengatur anggota, dan menyelesaikan masalah. Pengalaman ini dapat membentuk keberanian untuk mengambil tanggung jawab. Kepemimpinan berkembang melalui praktik dan pengalaman, bukan hanya teori.

MEMBANGUN RELASI DENGAN ANGGOTA

UKM mempertemukan mahasiswa dengan orang-orang yang memiliki minat dan pengalaman berbeda. Gunakan kesempatan tersebut untuk mengenal anggota lain secara positif. Mulailah dengan komunikasi sederhana dan tunjukkan sikap terbuka ketika bekerja sama.

Relasi yang baik tidak dibangun hanya ketika seseorang membutuhkan bantuan. Mahasiswa perlu menjaga komunikasi dan memberikan kontribusi dalam kegiatan bersama. Relasi yang sehat dibangun melalui kepercayaan, komunikasi, dan saling menghargai.

MEMANFAATKAN RELASI DENGAN ALUMNI

Beberapa UKM memiliki hubungan dengan alumni mahasiswa yang pernah aktif dalam organisasi tersebut. Alumni dapat memberikan wawasan mengenai pengalaman kuliah, dunia kerja, magang, maupun pengembangan karier.

Mahasiswa dapat membangun komunikasi secara profesional tanpa memaksakan hubungan. Dengarkan pengalaman dan gunakan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan. Relasi dengan alumni dapat memberikan perspektif yang berbeda mengenai perjalanan setelah lulus kuliah.

BELAJAR BEKERJA DALAM TIM

Kegiatan UKM hampir selalu membutuhkan kerja sama tim. Mahasiswa belajar membagi tugas, menentukan target, menyelesaikan perbedaan pendapat, dan bertanggung jawab terhadap bagian masing-masing.

Pengalaman ini dapat membantu mahasiswa memahami bahwa setiap anggota memiliki kontribusi terhadap keberhasilan kegiatan. Mereka juga belajar menghadapi anggota dengan karakter yang berbeda. Kemampuan bekerja dalam tim menjadi salah satu skill yang banyak dibutuhkan di dunia kerja.

MELATIH MANAJEMEN WAKTU

Mengikuti UKM sambil menjalankan perkuliahan membutuhkan manajemen waktu yang baik. Mahasiswa harus mampu menentukan prioritas antara kuliah, tugas, organisasi, dan kegiatan pribadi.

Buat jadwal yang realistis dan hindari menerima terlalu banyak tanggung jawab jika tidak mampu menyelesaikannya. Organisasi seharusnya menjadi sarana pengembangan diri tanpa mengabaikan kewajiban akademik. Kemampuan mengatur waktu dapat membantu mahasiswa menjadi lebih disiplin.

MENGEMBANGKAN SKILL SESUAI KEBUTUHAN KARIER

Mahasiswa dapat memilih kegiatan UKM yang mendukung rencana karier. Misalnya, mahasiswa yang tertarik pada bidang pemasaran dapat mengambil peran dalam publikasi atau promosi kegiatan. Mahasiswa yang tertarik pada teknologi dapat memilih kegiatan yang memberikan pengalaman digital.

Pengalaman tersebut dapat memperkuat keterampilan yang relevan dengan pekerjaan yang diinginkan. Mahasiswa juga dapat mengembangkan portofolio dari hasil kegiatan yang pernah dilakukan. Skill yang relevan dapat menjadi nilai tambah ketika mencari magang atau pekerjaan.

MENCATAT PENGALAMAN DAN PENCAPAIAN

Setiap pengalaman UKM sebaiknya didokumentasikan dengan baik. Catat posisi, tanggung jawab, proyek, pencapaian, dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan.

Informasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk menyusun CV atau portofolio. Hindari hanya menuliskan nama organisasi tanpa menjelaskan kontribusi yang diberikan. Pengalaman akan lebih bernilai ketika dapat menunjukkan apa yang benar-benar telah dilakukan.

MENJAGA RELASI SETELAH KEGIATAN SELESAI

Relasi yang dibangun selama UKM tidak harus berakhir ketika suatu kegiatan selesai. Mahasiswa dapat tetap menjaga komunikasi dengan teman organisasi, alumni, dan pihak lain yang pernah bekerja sama.

Tidak perlu berkomunikasi setiap hari. Sesekali bertukar informasi, mengucapkan selamat atas pencapaian, atau berdiskusi mengenai kegiatan dapat menjaga hubungan tetap baik. Networking yang kuat dibangun dalam jangka panjang.

JANGAN HANYA MENGEJAR SERTIFIKAT

Sertifikat memang dapat menjadi bukti partisipasi, tetapi manfaat UKM tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah sertifikat. Pengalaman yang sebenarnya jauh lebih penting untuk perkembangan skill dan karakter mahasiswa.

Fokuslah pada kemampuan yang diperoleh dan kontribusi yang diberikan. Jika mahasiswa aktif dalam kegiatan, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian penting dari perjalanan pengembangan dirinya. Skill dan pengalaman nyata lebih bernilai daripada sekadar mengumpulkan bukti keikutsertaan.

KESIMPULAN

Cara membangun skill dan relasi selama kuliah melalui UKM dapat dilakukan dengan memilih kegiatan yang sesuai, aktif berpartisipasi, mengambil tanggung jawab, dan membangun komunikasi yang baik. Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, manajemen waktu, serta problem solving melalui pengalaman organisasi.

UKM juga dapat menjadi tempat untuk memperluas relasi mahasiswa dengan teman, senior, alumni, dan berbagai pihak lainnya. Dengan memanfaatkan kegiatan secara serius dan tetap menjaga keseimbangan dengan perkuliahan, pengalaman UKM dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya