Cara Mengatasi Overthinking Saat Menunggu ACC Skripsi
Gusti Ayu Tita P
27 Februari 2026
Menunggu ACC skripsi sering menjadi salah satu tahap yang membuat mahasiswa merasa gelisah. Setelah mengirim hasil revisi kepada dosen pembimbing, mahasiswa tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu respons. Dalam kondisi tersebut, berbagai pertanyaan dapat muncul di pikiran, seperti apakah revisi sudah benar, apakah masih ada kesalahan, atau apakah harus melakukan perbaikan lagi. Ketidakpastian inilah yang sering memicu overthinking dan membuat proses menunggu terasa lebih lama.
Padahal, menunggu respons dosen merupakan bagian dari proses akademik yang perlu dijalani dengan sabar. Jika kecemasan terus dipelihara, fokus mahasiswa dapat terganggu dan produktivitas ikut menurun. Oleh karena itu, diperlukan cara yang tepat agar masa menunggu ACC dapat dilalui dengan lebih tenang.
MENGENALI SUMBER KECEMASAN SAAT MENUNGGU ACC
Overthinking biasanya muncul karena mahasiswa menghadapi situasi yang belum memiliki kepastian. Setelah mengirim revisi, mahasiswa tidak dapat mengetahui secara pasti kapan dosen akan memberikan tanggapan atau seperti apa hasil evaluasinya. Kekhawatiran tersebut dapat semakin besar jika sebelumnya mahasiswa mengalami banyak revisi. Tekanan untuk segera lulus juga dapat membuat pikiran menjadi semakin sensitif terhadap kemungkinan buruk. Dengan mengenali sumber kecemasan, mahasiswa dapat memahami bahwa tidak semua kekhawatiran yang muncul merupakan kenyataan.
MENGUBAH CARA PANDANG TERHADAP REVISI
Revisi sebaiknya tidak dianggap sebagai tanda bahwa mahasiswa gagal menyusun skripsi. Setiap koreksi merupakan bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas penelitian sebelum mencapai tahap akhir. Dosen pembimbing memberikan masukan agar penelitian menjadi lebih terstruktur, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, mahasiswa perlu membangun pola pikir yang lebih terbuka terhadap kemungkinan adanya perbaikan tambahan. Menganggap revisi sebagai proses belajar dapat membantu mengurangi rasa takut ketika menunggu hasil ACC.
TETAP MELAKUKAN AKTIVITAS PRODUKTIF
Masa menunggu tidak harus dihabiskan dengan terus memeriksa ponsel atau membuka aplikasi pesan. Mahasiswa dapat menggunakan waktu tersebut untuk membaca kembali referensi, memeriksa bagian skripsi lainnya, atau mempersiapkan kemungkinan pertanyaan saat sidang. Aktivitas lain seperti menyelesaikan tugas kuliah, mengembangkan keterampilan, atau mengerjakan pekerjaan pribadi juga dapat membantu mengalihkan perhatian. Dengan tetap memiliki kegiatan yang bermanfaat, pikiran tidak terlalu terfokus pada kapan dosen akan memberikan respons. Produktivitas dapat membuat masa tunggu terasa lebih singkat sekaligus memberikan manfaat tambahan bagi mahasiswa.
MENGURANGI KEBIASAAN MEMERIKSA PESAN BERULANG KALI
Salah satu kebiasaan yang dapat memperkuat overthinking adalah terus memeriksa ponsel setelah mengirim revisi. Setiap beberapa menit membuka aplikasi pesan hanya untuk memastikan ada atau tidaknya respons dapat membuat kecemasan semakin meningkat. Setelah mengirim pesan dengan bahasa yang sopan dan informasi yang jelas, berikan waktu kepada dosen untuk membaca serta mengevaluasi dokumen. Dosen memiliki jadwal dan tanggung jawab lain sehingga respons tidak selalu dapat diberikan dalam waktu singkat. Memberikan ruang yang wajar untuk dosen merespons merupakan bagian dari komunikasi akademik yang profesional.
MENERAPKAN CARA SEDERHANA UNTUK MENENANGKAN PIKIRAN
Ketika rasa cemas mulai muncul, mahasiswa dapat melakukan aktivitas sederhana untuk mengembalikan ketenangan. Menarik napas secara perlahan, berjalan santai, mendengarkan musik, atau menulis isi pikiran dalam jurnal dapat menjadi pilihan. Istirahat yang cukup juga penting karena kurang tidur dapat membuat tubuh dan pikiran lebih mudah merasa lelah. Selain itu, menjaga pola makan dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan dapat membantu menjaga kondisi tubuh selama proses penyelesaian skripsi. Menjaga keseimbangan antara bekerja dan beristirahat membuat mahasiswa lebih siap menghadapi proses berikutnya.
BERBAGI CERITA DENGAN TEMAN SEPERJUANGAN
Mahasiswa tidak harus menghadapi kecemasan sendirian. Berbicara dengan teman yang juga sedang menyelesaikan skripsi dapat memberikan rasa lega karena mereka mungkin mengalami situasi yang serupa. Percakapan sederhana dapat membantu mahasiswa melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Teman juga dapat memberikan semangat ketika rasa percaya diri mulai menurun. Dukungan dari keluarga dan orang terdekat pun dapat menjadi sumber motivasi selama melewati masa penyelesaian tugas akhir.
MEMUSATKAN PERHATIAN PADA HAL YANG BISA DIKENDALIKAN
Tidak semua bagian dari proses ACC berada dalam kendali mahasiswa. Waktu membaca revisi dan memberikan respons merupakan bagian yang berada pada sisi dosen pembimbing. Namun, mahasiswa tetap dapat mengendalikan kualitas naskah, cara berkomunikasi, kesiapan menerima masukan, serta persiapan untuk tahap selanjutnya. Daripada memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi, lebih baik gunakan energi untuk mempersiapkan hal yang dapat dilakukan saat ini. Fokus pada sesuatu yang bisa dikendalikan membantu mengurangi kecemasan dan membuat proses skripsi terasa lebih terarah.
KESIMPULAN
Overthinking saat menunggu ACC skripsi merupakan pengalaman yang dapat dirasakan banyak mahasiswa tingkat akhir. Ketidakpastian mengenai respons dosen memang dapat memunculkan berbagai kekhawatiran, tetapi hal tersebut tidak harus menguasai seluruh pikiran. Dengan mengubah cara pandang terhadap revisi, tetap produktif, membatasi kebiasaan memeriksa pesan, melakukan relaksasi, serta mencari dukungan dari orang terdekat, masa menunggu dapat dijalani dengan lebih tenang. Pada akhirnya, menunggu ACC bukan hanya tentang kesabaran mendapatkan respons, tetapi juga kesempatan untuk belajar mengelola emosi dan bersikap profesional dalam proses akademik.
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita P
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.