Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Dipanggil Sayang, Padahal Baru Kenal?
Masalah Asmara 2929 dibaca

Dipanggil Sayang, Padahal Baru Kenal?

A

Ambar Arum Putri Hapsari

Masalah Asmara

Diterbitkan

calendar_today 29 April 2025

Kamu baru kenal seseorang, obrolan juga belum seberapa, tapi tiba-tiba udah dipanggil “sayang”? Di satu sisi mungkin bikin senyum-senyum sendiri, tapi di sisi lain, kok terasa buru-buru banget, ya?

Cepat Akrab, Wajar atau Harus Waspada?

Di zaman sekarang, semua serba instan, termasuk dalam pendekatan. Ada orang yang gampang banget merasa dekat, sehingga baru chat sebentar saja sudah merasa akrab dan nyaman. Tapi hati-hati, gak semua kedekatan instan berarti niatnya serius.

Kalau baru ngobrol tiga hari sudah dilempar panggilan manis, jangan langsung baper. Mungkin dia memang tipe yang friendly, atau bisa juga ini bentuk love bombing—cara membuat kamu cepat merasa spesial supaya mudah ditaklukkan.

Tanda-Tanda Kamu Harus Lebih Hati-Hati

Panggilan sayang di awal perkenalan bisa terasa aneh kalau:

  • Dia cepat banget nuntut perhatianmu.
  • Belum kenal dekat tapi sudah cemburu.
  • Ucapan manisnya gak diimbangi usaha nyata untuk kenal lebih dalam.

Kalau pola ini muncul, penting untuk lebih waspada. Hubungan yang sehat butuh waktu untuk dibangun, bukan sekadar lewat kata-kata manis.

Cara Bijak Menghadapinya

Gak perlu langsung menolak mentah-mentah, tapi kamu juga gak harus buru-buru membalas dengan perasaan yang sama. Jaga ritme komunikasi. Kalau merasa gak nyaman, ungkapkan dengan santai, misalnya, “Aku senang ngobrol sama kamu, tapi aku lebih suka kita kenal lebih jauh dulu.”

Jangan takut dianggap sok jual mahal. Memberi batasan itu bukan berarti kamu sulit didekati, tapi menunjukkan kamu menghargai diri sendiri dan ingin membangun hubungan dengan fondasi yang kuat.

Penutup

Langsung dipanggil sayang setelah tiga hari kenalan memang bisa bikin hati berbunga-bunga. Tapi ingat, yang cepat belum tentu kuat. Nikmati prosesnya, jangan buru-buru percaya, dan lihat dulu konsistensi sikapnya. Karena dalam hubungan, ketulusan gak diukur dari seberapa cepat dia memanggilmu “sayang”, tapi dari seberapa dalam dia mau mengenal dan memperjuangkanmu.

 

A

Tentang Penulis

Ambar Arum Putri Hapsari

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.