Fenomena Kembali ke Mantan Toxic: Analisis Psikologis dan Solusinya
Ambar Arum Putri Hapsari
19 Mei 2025
Menurut teori Bowlby (1969), kecenderungan kembali ke mantan toxic berkaitan dengan gaya kelekatan (attachment style) yang terbentuk sejak masa kanak-kanak. Individu dengan:
- Anxious attachment cenderung takut ditinggalkan
- Avoidant attachment sulit membangun keintiman
- Disorganized attachment mengalami pola asuh tidak konsisten
Penelitian Mikulincer & Shaver (2007) menunjukkan bahwa 68% orang dengan insecure attachment akan kembali ke hubungan tidak sehat.
"Hubungan adalah cermin dari pola attachment kita yang paling dalam" - Dr. Amir Khan, psikolog klinis
2. Mekanisme Neuropsikologis di Balik Fenomena Ini
- Sistem Reward Dopaminergik
Studi fMRI oleh Fisher (2004) membuktikan bahwa melihat foto mantan mengaktifkan nucleus accumbens, area otak yang terkait dengan sistem rewar
- Cognitive Dissonance Theory (Festinger, 1957)
Kecenderungan untuk:
- Merasionalisasi pilihan buruk
- Mengingat hanya kenangan positif
- Meminimalkan pengalaman negatif
Trauma Bonding (Dutton & Painter, 1993)
Siklus antara:
- Ketegangan → Rekonsiliasi → Hadiah
Menciptakan ikatan mirip ketergantungan
3. Strategi Berbasis Evidence untuk Memutus Siklus
Terapi Perilaku Kognitif (CBT)
Teknik:
- Thought record untuk mengidentifikasi distorsi kognitif
- Behavioral activation untuk membangun rutinitas baru
- Penguatan Diri Melalui ACT (Acceptance Commitment Therapy)
Langkah:
- Menerima emosi tanpa menghakimi
- Menentukan nilai hidup (values)
- Melakukan tindakan berkomitmen
Membangun Growth Mindset (Dweck, 2006)
- Ubah pola pikir dari "Aku gagal" menjadi "Aku belajar"
- Fokus pada pengembangan kompetensi
Tentang Penulis
Ambar Arum Putri Hapsari
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.