Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Galatasaray Singkirkan Juventus Secara Dramatis di Playoff Liga Champions
Informasi 5069 dibaca

Galatasaray Singkirkan Juventus Secara Dramatis di Playoff Liga Champions

W

Wizdan Ulum

Informasi

Diterbitkan

calendar_today 26 Februari 2026

sumber img: X OneFootball

 

Pertandingan leg kedua playoff Liga Champions antara Juventus dan Galatasaray berlangsung sengit di Allianz Stadium, kamis (26/2/2026). Bianconeri yang tertinggal agregat 2-5 dari leg pertama berjuang habis-habisan meski harus bermain dengan sepuluh pemain di babak kedua. Namun, dua gol Galatasaray di babak tambahan waktu memastikan wakil Turki itu lolos ke babak 16 besar dengan agregat 7-5.

 

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Juventus langsung menekan sejak awal untuk mengejar defisit tiga gol. Peluang emas datang melalui sundulan Federico Gatti dari umpan Kenan Yildiz di menit keempat, tapi masih melebar. Manuel Locatteli juga nyaris mencetak gol tendangan keras, namun gagal.

Galatasaray sempat mengancam melalui tembakan Victor Osimhen yang ditepis kiper Mattia Perin. Menjelang akhir babak, Juventus mendapat penalti setelah Lucas Torreira melanggar Khephren ThuramManuel Locatelli sukses mengeksekusi tendangan tersebut pada menit ke-37, membawa tuan rumah unggul 1-0 dan memperkecil agregat menjadi 3-5.

 

Dramatis di Babak Kedua dan Kartu Merah

Babak kedua semakin panas ketika Lloyd Kelly dari Juventus diusir wasit karena menginjak Baris Alper Yilmaz secara tidak sengaja pada menit ke-47, meninggalkan timnya dengan sepuluh pemain. Meski demikian, Juventus justru bangkit. Federico Gatti menendang bola dan masuk ke gawang pada menit ke-70 dari umpan silang, menjadikan skor 2-0 atau agregat 4-5. Semangat tuan rumah berlanjut saat Weston McKennie mencetak gol ketiga lewat sundulan pada menit ke-82, menyamakan agregat menjadi 5-5. Galatasaray berusaha balas menyerang tapi gagal mencetak gol hingga waktu normal berakhir.

 

Babak Tambahan Waktu yang Menentukan

Babak perpanjangan waktu dimulai dengan kedua tim saling jual beli serangan. Juventus nyaris menambah gol melalui umpan McKennie yang disia-siakan. Namun, Galatasaray memanfaatkan kelengahan lawan. Di menit ke-105+2, Victor Osimhen melepaskan tembakan mendatar yang menjebol gawang Perin, membawa timnya unggul agregat 6-5. Juventus berupaya bangkit di paruh kedua extra time, tapi kiper Ugurcan Cakir melakukan penyelamatan krusial. Puncak drama terjadi di menit ke-119 ketika Baris Alper Yilmaz mencetak gol kedua Galatasaray, mengunci kemenangan agregat 7-5.

 

BACA JUGA: Comeback Epik Atalanta Balikan Keadaan Lawan Dortmund di Liga Champions

 

Highlight Penting

Pertandingan ini menunjukkan comeback heroik Juventus yang berhasil menyamakan agregat menjadi 5-5 di waktu normal meski bermain dengan sepuluh pemain setelah kartu merah Lloyd Kelly. Performa gemilang Victor Osimhen menjadi penentu kemenangan Galatasaray, terutama golnya di menit ke-105+2 yang membalikkan keadaan, sehingga ia dinobatkan sebagai pemain terbaik laga. Kekalahan dramatis ini mengakhiri perjalanan Juventus di Liga Champions musim ini secara menyakitkan, sementara Galatasaray berhasil menunjukkan ketangguhan luar biasa sebagai tim tamu.

 

Dampak bagi Kedua Tim

Galatasaray melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang antara Liverpool atau Tottenham. Sementara itu, Juventus harus menelan pil pahit setelah gagal membalikkan keadaan meski tampil penuh semangat di kandang sendiri. Pelatih Luciano Spalleti diprediksi akan mengevaluasi strategi tim pasca-eliminasi ini.

 

Pertandingan ini menjadi salah satu laga paling dramatis di playoff Liga Champions musim 2025/2026Juventus menunjukkan semangat juang luar biasa dengan membalikkan agregat dari ketinggalan tiga gol menjadi imbang 5-5 di waktu normal, meski hanya bermain dengan sepuluh pemain. Sayangnya, ketahanan fisik dan konsentrasi menurun di babak tambahan waktu, sehingga Galatasaray memanfaatkan peluang lewat Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz untuk mengamankan kemenangan agregat 7-5. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Bianconeri, sementara Galatasaray membuktikan ketangguhan mereka sebagai wakil Turki yang mampu menembus babak utama kompetisi paling bergengsi Eropa.

W

Tentang Penulis

Wizdan Ulum

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.