Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 37 dibaca

Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa 2026, Sejarah, Tujuan, dan Maknanya

W

Wizdan Ulum

24 Oktober 2026

Bagikan:
Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa 2026, Sejarah, Tujuan, dan Maknanya

Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah peringatan tahunan yang diperingati setiap 24 Oktober untuk mengenang berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1945. Pada tahun 2026, peringatan ini menjadi momentum untuk mengenal peran PBB dalam menjaga perdamaian dunia, mendorong kerja sama antarnegara, serta memperjuangkan hak asasi manusia. Peringatan ini juga mengingatkan masyarakat bahwa berbagai tantangan global membutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari banyak pihak.

Hari PBB diperingati untuk mengenang mulai berlakunya Piagam PBB pada 24 Oktober 1945. Melalui peringatan ini, masyarakat dapat memahami pentingnya dialog, solidaritas, dan kerja sama dalam menciptakan kehidupan yang lebih damai dan berkelanjutan.

Kenapa Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa Diperingati pada Tanggal 24 Oktober

Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa diperingati setiap tanggal 24 Oktober. Pada tahun 2026, peringatan tersebut jatuh pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Tanggal ini dipilih untuk memperingati mulai berlakunya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 24 Oktober 1945. Setelah diratifikasi oleh negara-negara yang diperlukan, termasuk lima anggota tetap Dewan Keamanan, PBB resmi berdiri sebagai organisasi internasional.

Hari PBB mulai diperingati pada 1948 selanjutnya pada 1971, Majelis Umum PBB merekomendasikan agar negara-negara anggota memperingatinya sebagai hari libur resmi. Sejak saat itu, tanggal 24 Oktober menjadi salah satu momentum penting untuk mengenalkan tujuan dan peran PBB kepada masyarakat dunia.

Dengan demikian, Hari PBB 2026 menandai 81 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekaligus menjadi kesempatan untuk merefleksikan perkembangan kerja sama internasional sejak organisasi tersebut dibentuk.

Sejarah Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa

Perserikatan Bangsa-Bangsa dibentuk setelah Perang Dunia II sebagai upaya untuk membangun tatanan internasional yang mendukung perdamaian dan mencegah konflik berskala besar. Pengalaman perang mendorong negara-negara untuk memperkuat kerja sama dalam menyelesaikan perselisihan dan menghadapi persoalan bersama. Pada 1945, perwakilan dari 50 negara bertemu dalam Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Organisasi Internasional di San Francisco, Amerika Serikat. Pertemuan tersebut menghasilkan Piagam PBB yang menjadi dasar pembentukan organisasi ini.

PBB secara resmi berdiri pada 24 Oktober 1945, setelah Piagam PBB memenuhi persyaratan ratifikasi. Sejak itu, organisasi ini menjadi wadah bagi negara-negara anggota untuk berdiskusi, melakukan diplomasi, dan bekerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan internasional.

Seiring perkembangannya, peran PBB tidak hanya berkaitan dengan perdamaian dan keamanan. Organisasi ini juga terlibat dalam berbagai upaya kemanusiaan, perlindungan hak asasi manusia, pembangunan berkelanjutan, kesehatan, pendidikan, serta penanganan perubahan iklim.

Tujuan dan Peran Perserikatan Bangsa-Bangsa

Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki sejumlah tujuan yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai program dan kerja samanya. Tujuan tersebut tercantum dalam Piagam PBB dan menjadi pedoman bagi organisasi beserta negara-negara anggotanya.

Menjaga Perdamaian dan Keamanan Internasional

Salah satu tujuan utama PBB adalah menjaga perdamaian dan keamanan internasional. PBB menyediakan ruang diplomasi bagi negara-negara untuk membahas konflik, mencari solusi melalui dialog, dan mengupayakan penyelesaian perselisihan secara damai. Upaya tersebut penting karena konflik dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, perpindahan penduduk, dan gangguan terhadap kehidupan masyarakat. Melalui berbagai mekanisme yang dimilikinya, PBB berupaya membantu negara-negara menghadapi ancaman terhadap perdamaian.

Melindungi Hak Asasi Manusia

PBB juga berperan dalam mendorong penghormatan terhadap hak asasi manusia, termasuk hak atas pendidikan, kehidupan yang layak, kebebasan, dan perlakuan yang setara. Perlindungan hak asasi manusia menjadi bagian penting dari upaya menciptakan masyarakat yang adil dan inklusif. Setiap individu perlu memperoleh penghormatan terhadap martabatnya tanpa diskriminasi berdasarkan latar belakang atau kondisi tertentu.

Mendorong Pembangunan Berkelanjutan

Selain perdamaian, PBB mendukung pembangunan yang memperhatikan kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan. Salah satu kerangka yang digunakan adalah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs mencakup berbagai isu, seperti pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, akses air bersih, pekerjaan layak, serta penanganan perubahan iklim. Pencapaian tujuan tersebut membutuhkan kerja sama pemerintah, organisasi, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Setiap pihak dapat berkontribusi sesuai peran dan kemampuannya.

Memperkuat Kerja Sama Antarnegara

PBB menjadi forum bagi negara-negara untuk bertukar pandangan dan bekerja sama dalam menghadapi masalah lintas batas. Persoalan seperti perubahan iklim, wabah penyakit, kemiskinan, dan krisis kemanusiaan sering kali tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Karena itu, kerja sama internasional menjadi salah satu unsur penting dalam menghadapi tantangan global. Melalui dialog dan koordinasi, negara-negara dapat mencari pendekatan bersama yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

BACA JUGA: 55 Ucapan Selamat Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa 2026, Penuh Makna dan Harapan

Makna Hari PBB 2026 bagi Masyarakat

Peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak hanya berkaitan dengan sejarah organisasi internasional, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perdamaian dan kesejahteraan membutuhkan partisipasi banyak pihak.

Dalam pesan Hari PBB 2026, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menekankan pentingnya dialog daripada perpecahan, kerja sama daripada konfrontasi, serta solidaritas daripada rasa takut. Pesan tersebut relevan dengan berbagai tantangan dunia, mulai dari konflik hingga krisis iklim dan ketimpangan. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui pesan Sekretaris Jenderal PBB untuk Hari PBB 2026.

Bagi masyarakat, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menghargai perbedaan pendapat, menghindari diskriminasi, membantu orang yang membutuhkan, dan menjaga lingkungan merupakan beberapa bentuk kontribusi yang dapat dilakukan dari lingkup terdekat.

Perdamaian bukan hanya tanggung jawab para pemimpin atau organisasi internasional, tetapi juga berkaitan dengan sikap dan tindakan setiap individu. Dengan membangun kebiasaan saling menghormati dan bekerja sama, masyarakat dapat ikut menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis.

Cara Memperingati Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa 2026

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari PBB 2026, baik secara individu maupun bersama komunitas. Kegiatan tersebut dapat disesuaikan dengan usia, minat, dan lingkungan masing-masing.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mempelajari sejarah dan tujuan PBB melalui sumber informasi resmi agar pemahaman tentang kerja sama internasional semakin luas.
  • Mengikuti diskusi atau kegiatan edukatif mengenai perdamaian, hak asasi manusia, keberagaman, dan pembangunan berkelanjutan.
  • Melaksanakan aksi sosial, seperti penggalangan bantuan, bakti sosial, atau kegiatan peduli lingkungan.
  • Mengembangkan sikap toleransi dengan menghargai perbedaan budaya, pandangan, dan latar belakang.
  • Berpartisipasi dalam kegiatan sukarela yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Menjadikan Semangat Hari PBB sebagai Bagian dari Kehidupan Sehari-hari

Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa 2026 menjadi momentum untuk memahami kembali pentingnya perdamaian, kerja sama, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan. Peringatan setiap 24 Oktober ini juga mengingatkan masyarakat bahwa tantangan global membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, mulai dari menghormati perbedaan, membantu sesama, menjaga lingkungan, hingga terlibat dalam kegiatan sosial dan edukatif.

Dengan membangun kepedulian dan tanggung jawab bersama, setiap individu memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi positif. Memperingati Hari PBB bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadikan nilai perdamaian, solidaritas, dan kerja sama sebagai bagian dari tindakan sehari-hari.

W

Tentang Penulis

Wizdan Ulum

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya