Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 5 dibaca

JOMO sebagai Cara Menikmati Waktu untuk Diri Sendiri

G

Gusti Ayu Tita P

7 September 2026

Bagikan:
JOMO sebagai Cara Menikmati Waktu untuk Diri Sendiri

Kesibukan sehari-hari membuat banyak orang merasa harus selalu aktif dan terhubung dengan lingkungan sekitar. Kehadiran media sosial juga membuat seseorang mudah mengetahui aktivitas orang lain sehingga muncul keinginan untuk tidak tertinggal. Dalam kondisi tersebut, JOMO atau Joy of Missing Out dapat menjadi cara untuk menikmati waktu tanpa merasa harus mengikuti semua hal. JOMO mengajarkan seseorang untuk lebih sadar dalam menentukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan diri. Dengan memberikan ruang untuk diri sendiri, kehidupan dapat terasa lebih tenang dan seimbang.

MEMAHAMI MAKNA JOMO

JOMO merupakan konsep yang menggambarkan rasa senang ketika seseorang memilih untuk tidak mengikuti aktivitas tertentu. Seseorang tidak lagi merasa cemas ketika melewatkan acara, tren, atau informasi yang sedang ramai dibicarakan. JOMO mendorong seseorang menikmati pilihan pribadi tanpa rasa takut tertinggal. Konsep ini bukan berarti menjauh dari lingkungan sosial secara keseluruhan. JOMO lebih menekankan kemampuan memilih aktivitas berdasarkan kebutuhan dan prioritas.

Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan JOMO dapat dilakukan melalui berbagai pilihan sederhana. Seseorang dapat memilih membaca buku, beristirahat, menjalankan hobi, atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Waktu yang digunakan untuk diri sendiri memiliki nilai yang sama pentingnya dengan aktivitas sosial. Tidak semua waktu kosong harus diisi dengan kegiatan yang ramai atau produktif. Memberikan ruang untuk berhenti sejenak dapat membantu seseorang menikmati kehidupannya dengan lebih sadar.

PENTINGNYA MEMILIKI WAKTU UNTUK DIRI SENDIRI

Waktu untuk diri sendiri memberikan kesempatan untuk beristirahat dari berbagai tuntutan kehidupan. Kesibukan kuliah, pekerjaan, keluarga, dan aktivitas sosial dapat menguras energi jika tidak disertai jeda. Waktu pribadi membantu seseorang memulihkan energi dan menjaga keseimbangan aktivitas. Pada waktu tersebut, seseorang dapat melakukan hal yang disukai tanpa harus memenuhi ekspektasi orang lain. Kebiasaan ini dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih teratur.

Selain beristirahat, waktu pribadi dapat digunakan untuk mengenali kebutuhan diri. Seseorang dapat memikirkan tujuan, mengevaluasi aktivitas, atau sekadar menikmati suasana tanpa gangguan. Mengenali kebutuhan diri membantu seseorang menentukan batas yang lebih sehat. Hal tersebut penting agar seseorang tidak terus menerima kegiatan yang sebenarnya tidak sesuai dengan kondisinya. Dengan memahami diri sendiri, keputusan sehari-hari dapat dibuat dengan lebih bijak.

JOMO MEMBANTU MENGURANGI TEKANAN MEDIA SOSIAL

Media sosial memungkinkan seseorang melihat kehidupan orang lain secara terus-menerus. Konten mengenai perjalanan, pencapaian, pekerjaan, atau gaya hidup dapat membuat seseorang merasa harus melakukan hal serupa. Kebiasaan membandingkan diri dapat mengurangi kepuasan terhadap kehidupan sendiri. JOMO membantu mengurangi dorongan tersebut dengan mengajarkan bahwa tidak semua hal harus diikuti. Seseorang dapat memilih untuk menggunakan media sosial sesuai kebutuhan.

Langkah sederhana dapat dilakukan dengan membatasi waktu penggunaan media sosial. Notifikasi yang tidak penting juga dapat dimatikan agar perhatian tidak terus teralihkan. Mengurangi gangguan digital memberikan lebih banyak ruang untuk menikmati kehidupan nyata. Waktu yang sebelumnya digunakan untuk melihat konten secara berlebihan dapat dialihkan kepada aktivitas yang lebih bermakna. Dengan begitu, penggunaan teknologi menjadi lebih terkendali.

BELAJAR MENIKMATI KESENDIRIAN

Sendirian tidak selalu berarti kesepian. Ada kalanya seseorang memang membutuhkan waktu tanpa interaksi untuk mengembalikan energi dan menenangkan pikiran. Menikmati kesendirian dapat menjadi bagian dari perawatan diri yang sederhana. Aktivitas seperti membaca, mendengarkan musik, memasak, atau berjalan santai dapat dilakukan tanpa harus ditemani orang lain. Hal tersebut dapat memberikan kesempatan untuk menikmati momen secara lebih personal.

Kesendirian juga dapat membantu seseorang memahami apa yang sebenarnya disukai. Ketika tidak dipengaruhi pendapat orang lain, seseorang dapat lebih bebas menentukan kegiatan yang ingin dilakukan. Kebebasan memilih menjadi salah satu manfaat penting dari JOMO. Tidak ada kewajiban untuk selalu mengikuti aktivitas yang sedang dilakukan orang lain. Dengan demikian, waktu sendiri dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

TIDAK PERLU TAKUT MELEWATKAN SESUATU

Rasa takut tertinggal sering membuat seseorang menerima terlalu banyak kegiatan. Undangan acara, tren media sosial, komunitas, dan berbagai kesempatan dapat membuat jadwal menjadi semakin penuh. JOMO mengajarkan bahwa melewatkan sesuatu bukan berarti kehilangan seluruh kesempatan. Seseorang tetap dapat berkembang meskipun tidak mengikuti semua aktivitas. Yang penting adalah memilih kegiatan yang benar-benar sesuai dengan tujuan dan kebutuhan.

Kemampuan mengatakan tidak juga menjadi bagian dari penerapan JOMO. Menolak sebuah kegiatan tidak harus dilakukan dengan kasar atau tanpa alasan. Menjaga waktu dan energi merupakan bentuk menghargai diri sendiri. Jika jadwal sudah penuh, seseorang berhak memilih untuk beristirahat daripada menambah aktivitas. Kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan dalam jangka panjang.

MENGISI WAKTU DENGAN AKTIVITAS BERMAKNA

JOMO bukan berarti menghabiskan waktu tanpa melakukan apa pun sepanjang hari. Konsep ini lebih berkaitan dengan memilih aktivitas yang memberikan manfaat atau kepuasan bagi diri sendiri. Aktivitas sederhana dapat menjadi bermakna ketika dilakukan dengan kesadaran penuh. Membaca beberapa halaman buku, berolahraga, memasak, atau mengembangkan hobi dapat menjadi pilihan yang menyenangkan. Tidak semua aktivitas harus menghasilkan pencapaian yang dapat dilihat orang lain.

Seseorang juga dapat menggunakan waktu pribadi untuk mengembangkan diri. Belajar keterampilan baru atau mengerjakan proyek pribadi dapat dilakukan tanpa tekanan untuk mendapatkan pengakuan. Motivasi dari dalam diri membuat aktivitas terasa lebih personal. Hasil yang diperoleh tidak harus selalu dibagikan melalui media sosial. Dengan begitu, seseorang dapat menikmati proses tanpa terlalu memikirkan penilaian orang lain.

MENJAGA KESEIMBANGAN ANTARA SOSIAL DAN PRIBADI

JOMO tidak mengharuskan seseorang menghindari semua aktivitas sosial. Hubungan dengan keluarga, teman, dan lingkungan tetap penting dalam kehidupan. Keseimbangan dapat tercipta ketika seseorang mengetahui kapan harus bersosialisasi dan kapan membutuhkan waktu pribadi. Menghabiskan waktu bersama orang lain dapat memberikan kebahagiaan, sedangkan waktu sendiri dapat membantu memulihkan energi. Keduanya dapat berjalan bersama tanpa harus saling menggantikan.

Keseimbangan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Ada orang yang membutuhkan lebih banyak waktu sendiri, sementara yang lain merasa lebih nyaman dengan aktivitas sosial. Tidak ada ukuran tunggal mengenai jumlah waktu pribadi yang ideal. Yang terpenting adalah aktivitas tersebut tidak membuat seseorang kehilangan keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Dengan memahami kebutuhan diri, pembagian waktu dapat dilakukan secara lebih fleksibel.

CARA MENERAPKAN JOMO SETIAP HARI

Penerapan JOMO dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang mudah dilakukan. Tentukan waktu tertentu untuk tidak menggunakan media sosial dan gunakan waktu tersebut untuk kegiatan pribadi. Membuat batas digital dapat membantu seseorang lebih fokus pada kehidupan nyata. Selain itu, hindari kebiasaan memeriksa ponsel secara otomatis ketika sedang tidak melakukan aktivitas. Perlahan, perhatian dapat dialihkan kepada hal yang sedang dijalani.

Seseorang juga dapat membuat daftar aktivitas yang benar-benar ingin dilakukan untuk dirinya sendiri. Daftar tersebut tidak harus berisi kegiatan besar karena hal sederhana pun dapat memberikan manfaat. Meluangkan waktu secara sengaja membuat waktu pribadi tidak selalu tersisihkan oleh kesibukan. Belajar mengatakan tidak terhadap kegiatan yang tidak penting juga dapat membantu menjaga jadwal. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat membuat hidup terasa lebih teratur.

JOMO SEBAGAI BENTUK MENGHARGAI DIRI

Memberikan waktu untuk diri sendiri bukan berarti bersikap egois. Setiap orang membutuhkan kesempatan untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang memberikan energi positif. Menghargai kebutuhan diri merupakan bagian dari menjaga kualitas hidup. Ketika seseorang memiliki energi yang cukup, ia juga dapat menjalankan tanggung jawab dengan lebih baik. Karena itu, waktu pribadi sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai waktu yang terbuang.

JOMO juga mengajarkan bahwa nilai kehidupan tidak ditentukan oleh seberapa banyak aktivitas yang dilakukan. Seseorang tidak harus selalu terlihat sibuk untuk dianggap produktif atau berhasil. Kehidupan yang lebih sederhana tetap dapat memiliki makna ketika dijalani sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pribadi. Dengan memilih secara sadar, seseorang dapat mengurangi tekanan untuk selalu mengikuti orang lain. Inilah yang membuat JOMO relevan dalam kehidupan modern.

KESIMPULAN

JOMO merupakan cara menikmati waktu untuk diri sendiri tanpa rasa takut tertinggal dari kehidupan orang lain. Konsep ini membantu seseorang mengurangi tekanan media sosial, menentukan prioritas, menikmati kesendirian, dan memberikan ruang untuk beristirahat. JOMO bukan berarti menghindari hubungan sosial, tetapi menciptakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan aktivitas bersama orang lain. Dengan membatasi gangguan digital dan memilih kegiatan yang bermakna, waktu dapat digunakan dengan lebih sadar. Pada akhirnya, JOMO mengajarkan bahwa meluangkan waktu untuk diri sendiri bukanlah kehilangan kesempatan, melainkan bagian penting dalam menikmati hidup dengan lebih tenang dan seimbang.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya