Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Jumat Agung, Merenungi Makna dan Bersyukur atas Pengorbanan Isa Al Masih
Informasi 508 dibaca

Jumat Agung, Merenungi Makna dan Bersyukur atas Pengorbanan Isa Al Masih

W

Wizdan Ulum

Informasi

Diterbitkan

calendar_today 3 April 2026

Jumat Agung merupakan hari suci bagi umat Kristiani yang memperingati wafatnya Isa Al Masih melalui penyaliban di Golgota. Peristiwa ini terjadi pada hari Jumat sebelum perayaan Paskah dan menjadi bagian penting dalam rangkaian Pekan Suci.

Hari ini disebut “Agung” bukan karena suasana sukacita, melainkan karena makna spiritual yang sangat dalam tentang pengorbanan dan kasih. Dalam tradisi Kristen, peristiwa ini dipandang sebagai titik puncak dari misi Isa Al Masih di dunia dalam menyelamatkan umat manusia.

 

Sejarah Wafat Isa Al Masih

Sejarah Jumat Agung tidak terlepas dari kisah penyaliban Isa Al Masih. Menurut Injil, sebelum wafat, Isa mengalami penderitaan panjang, mulai dari pengadilan, penyiksaan, hingga akhirnya disalibkan di bukit Golgota. Peristiwa ini diyakini sebagai pengorbanan besar untuk menebus dosa manusia, yang kemudian menjadi dasar penting dalam iman Kristiani. Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui secara pasti, banyak kajian menyebut peristiwa ini terjadi sekitar abad pertama Masehi. Sejak masa awal Kekristenan, Jumat Agung telah diperingati sebagai hari penuh kesedihan, puasa, dan perenungan mendalam.

 

Waktu Peringatan Jumat Agung

Jumat Agung diperingati setiap hari Jumat sebelum Hari Paskah dan termasuk dalam rangkaian Pekan Suci dalam kalender liturgi Kristen. Tanggalnya tidak tetap setiap tahun karena mengikuti perhitungan kalender gerejawi yang berkaitan dengan fase bulan.

Biasanya, Jumat Agung jatuh antara bulan Maret hingga April. Hari ini menjadi bagian penting bersama Kamis Putih dan Sabtu Suci sebelum akhirnya mencapai puncaknya pada perayaan Paskah. Momen ini dimanfaatkan oleh umat Kristiani untuk merenung, berdoa, dan mengingat pengorbanan Isa Al Masih secara lebih mendalam.

 

Makna Pengorbanan dan Kasih

Jumat Agung bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi memiliki nilai spiritual yang sangat kuat. Wafatnya Isa Al Masih melambangkan kasih tanpa syarat dan pengorbanan tertinggi bagi umat manusia.

Beberapa makna penting yang dapat dipahami antara lain:

  • Kasih tanpa batas terhadap sesama manusia
  • Pengampunan bahkan kepada yang menyakiti
  • Keteguhan dalam menghadapi penderitaan
  • Kesetiaan pada kebenaran dan kehendak Tuhan

Nilai-nilai tersebut menjadi dasar kehidupan rohani yang relevan hingga saat ini, bahkan di tengah dunia modern yang penuh tantangan.

 

Tradisi dan Peringatan Jumat Agung

Dalam memperingati Jumat Agung, umat Kristiani biasanya menjalankan ibadah dengan suasana khidmat dan penuh perenungan. Beberapa tradisi yang umum dilakukan antara lain

  • Mengikuti ibadah di gereja
  • Merenungkan kisah sengsara Isa Al Masih
  • Berpuasa dan berdoa
  • Mengikuti jalan salib

Ibadah pada hari ini umumnya berlangsung dalam suasana hening sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa wafatnya Isa Al Masih.

 

Refleksi Kehidupan di Era Modern

Jumat Agung memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk melakukan refleksi diri. Pengorbanan Isa Al Masih mengajarkan pentingnya hidup dengan kasih, empati, dan kerendahan hati.

Dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui

  • Membantu sesama tanpa pamrih
  • Memaafkan kesalahan orang lain
  • Introspeksi diri atas tindakan yang telah dilakukan
  • Menjalani hidup dengan penuh ketulusan

Refleksi ini menjadi penting agar manusia tidak hanya memahami makna Jumat Agung secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan nyata.

 

Hubungan Jumat Agung dengan Paskah

Jumat Agung memiliki hubungan yang erat dengan perayaan Paskah. Jika Jumat Agung memperingati wafatnya Isa Al Masih, maka Paskah merayakan kebangkitan-Nya. Kedua peristiwa ini tidak dapat dipisahkan karena kematian dianggap sebagai awal dari kemenangan atas dosa dan kematian itu sendiri dalam ajaran Kristiani.

 

Jumat Agung Wafat Isa Al Masih merupakan momen penting yang sarat makna pengorbanan, kasih, dan pengampunan. Peristiwa ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah keagamaan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan manusia.

Melalui peringatan ini, setiap orang diajak untuk merenungkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang sejati dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Jumat Agung tidak hanya diperingati, tetapi juga dihayati secara mendalam.

W

Tentang Penulis

Wizdan Ulum

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.