Jurusan Kuliah dengan Persaingan SNBP yang Perlu Dipertimbangkan
Gusti Ayu Tita P
11 Agustus 2026
Memilih jurusan kuliah melalui SNBP membutuhkan perencanaan yang matang. Persaingan pada jalur ini cukup ketat karena peserta dinilai berdasarkan rekam prestasi selama sekolah, termasuk nilai rapor dan prestasi akademik maupun nonakademik. Pada SNBP 2026, terdapat 806.242 siswa yang bersaing memperebutkan 189.017 kursi pada PTN akademik dan vokasi. Khusus PTN akademik, 774.263 pendaftar bersaing untuk mendapatkan 162.116 kursi dengan persentase penerimaan sebesar 20,09 persen.
Kondisi tersebut membuat pemilihan program studi perlu dilakukan secara realistis. Jurusan yang memiliki banyak peminat biasanya mempunyai persaingan lebih tinggi, tetapi tingkat persaingan tidak hanya ditentukan oleh nama jurusannya. Daya tampung, jumlah pendaftar, kebijakan penilaian PTN, nilai rapor, mata pelajaran pendukung, dan prestasi dapat memengaruhi hasil seleksi. Karena itu, siswa sebaiknya tidak sekadar mencari jurusan yang dianggap mudah lolos, tetapi memilih program studi yang sesuai dengan profil akademiknya.
MEMAHAMI TINGKAT PERSAINGAN SNBP
Persaingan SNBP dapat berbeda antara satu program studi dan program studi lainnya, bahkan untuk jurusan yang sama di universitas berbeda. PTN memiliki kewenangan menentukan komposisi penilaian pada komponen SNBP sesuai ketentuan yang berlaku. Nilai rapor seluruh mata pelajaran memiliki bobot paling sedikit 50 persen, sedangkan komponen lainnya dapat mencakup maksimal dua mata pelajaran pendukung, portofolio, dan atau prestasi dengan bobot paling banyak 50 persen.
Oleh karena itu, istilah jurusan dengan persaingan tinggi sebaiknya tidak dimaknai sebagai daftar jurusan yang pasti sulit diterima. Persaingan perlu dilihat berdasarkan PTN dan program studi yang dituju. Siswa dapat menggunakan informasi daya tampung SNBP yang disediakan SNPMB sebagai salah satu bahan pertimbangan.
KEDOKTERAN DAN BIDANG KESEHATAN
Kedokteran merupakan salah satu bidang yang sering menjadi incaran calon mahasiswa karena memiliki jalur pendidikan dan profesi yang jelas. Namun, program studi ini juga membutuhkan kesiapan akademik yang kuat karena materi pembelajarannya cukup intensif. Selain itu, calon mahasiswa perlu memahami bahwa pendidikan kedokteran memiliki tahapan yang panjang sebelum dapat menjalankan profesi sesuai ketentuan. Karena peminatnya dapat tinggi sementara daya tampung setiap kampus terbatas, pilihan program studi ini perlu dipertimbangkan secara matang.
Bidang kesehatan juga tidak hanya terdiri dari kedokteran. Terdapat berbagai program studi lain seperti keperawatan, farmasi, kesehatan masyarakat, gizi, dan bidang kesehatan lainnya yang memiliki karakter pembelajaran berbeda. Siswa perlu melihat mata pelajaran pendukung serta persyaratan dari PTN yang dituju sebelum menentukan pilihan. Jangan memilih bidang kesehatan hanya karena dianggap memiliki prospek pekerjaan bagus jika minat dan kemampuan tidak mendukung.
TEKNIK DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Bidang teknik dan teknologi informasi juga banyak diminati karena perkembangan teknologi menciptakan kebutuhan terhadap berbagai kompetensi digital. Program studi seperti teknik informatika, sistem informasi, teknik elektro, dan bidang teknik lainnya memiliki karakter pembelajaran yang berbeda. Sebagian program studi membutuhkan kemampuan matematika, logika, analisis, atau pemahaman teknologi yang cukup kuat. Karena itu, siswa perlu mengevaluasi kemampuan akademiknya sebelum menentukan pilihan.
Tingginya minat terhadap bidang teknologi tidak berarti semua program studi di bidang tersebut mempunyai tingkat persaingan yang sama. Nama PTN dan daya tampung program studi dapat membuat tingkat kompetisi berbeda. Siswa sebaiknya memeriksa informasi resmi program studi yang dituju dan membandingkannya dengan rekam akademik pribadi. Strategi tersebut lebih bermanfaat daripada hanya mengikuti tren pekerjaan di bidang teknologi.
PSIKOLOGI DAN ILMU SOSIAL
Psikologi termasuk bidang yang banyak menarik perhatian siswa karena berkaitan dengan perilaku, perkembangan manusia, dan berbagai persoalan sosial. Program studi ini tidak hanya mempelajari percakapan atau konseling, tetapi juga mencakup teori, penelitian, pengukuran, serta analisis perilaku. Calon mahasiswa perlu memahami karakter pembelajaran tersebut sebelum menjadikannya pilihan. Minat terhadap manusia dan kemampuan membaca informasi secara kritis dapat menjadi pertimbangan awal.
Selain psikologi, beberapa program studi ilmu sosial dan humaniora juga memiliki peminat yang cukup besar pada sejumlah PTN. Contohnya dapat mencakup ilmu komunikasi, hubungan internasional, hukum, dan administrasi. Namun, tingkat persaingannya tidak dapat disamaratakan karena jumlah peminat dan daya tampung berbeda pada setiap kampus. Oleh sebab itu, gunakan data program studi yang spesifik ketika menyusun strategi SNBP.
MANAJEMEN DAN BIDANG EKONOMI
Manajemen menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi siswa yang ingin mempelajari organisasi, bisnis, pemasaran, keuangan, dan pengelolaan sumber daya. Bidang ini memiliki cakupan yang luas sehingga dapat dikaitkan dengan berbagai jenis pekerjaan. Namun, popularitasnya pada sejumlah perguruan tinggi juga membuat calon mahasiswa perlu memperhatikan daya tampung dan jumlah peminat. Memilih manajemen tetap harus disertai pertimbangan mengenai minat dan kemampuan akademik.
Program studi ekonomi lainnya juga dapat menjadi pilihan bagi siswa yang tertarik pada dunia bisnis dan keuangan. Sebelum memilih, periksa kurikulum, mata pelajaran pendukung, serta prospek kompetensi yang akan dikembangkan. Jangan menganggap semua program studi ekonomi mempunyai pola pembelajaran yang sama. Membandingkan beberapa program studi dapat membantu siswa menemukan pilihan yang lebih sesuai dengan tujuan pendidikan.
HUKUM DAN ILMU KOMUNIKASI
Hukum dan ilmu komunikasi juga dapat menjadi pilihan yang menarik bagi siswa dengan ketertarikan pada masyarakat, komunikasi, kebijakan, media, atau persoalan hukum. Kedua bidang tersebut memiliki karakter pembelajaran yang berbeda sehingga calon mahasiswa perlu mempelajari kurikulumnya terlebih dahulu. Hukum lebih banyak berhubungan dengan aturan, analisis kasus, dan sistem hukum, sedangkan ilmu komunikasi memiliki cakupan seperti komunikasi massa, media, hubungan masyarakat, dan strategi komunikasi. Pemahaman mengenai karakter jurusan dapat mencegah siswa memilih hanya karena popularitas.
Persaingan pada program studi tertentu dapat menjadi tinggi ketika jumlah pendaftar jauh lebih besar dibandingkan daya tampung. Namun, data tersebut harus dilihat pada tingkat PTN dan tahun penerimaan yang spesifik. SNPMB menyediakan informasi daya tampung program studi SNBP 2026 sehingga siswa dapat melakukan pengecekan sebelum menentukan pilihan.
JANGAN HANYA MENCARI JURUSAN YANG SEPI PEMINAT
Memilih jurusan yang dianggap sepi peminat bukan strategi yang selalu tepat untuk meningkatkan peluang diterima. Jurusan yang kurang populer belum tentu sesuai dengan kemampuan atau tujuan karier siswa. Selain itu, hasil SNBP tidak hanya ditentukan oleh jumlah peminat karena rekam akademik dan komponen penilaian PTN juga menjadi bagian penting dalam seleksi. Karena itu, pilihan harus tetap mempertimbangkan kecocokan diri.
Strategi yang lebih baik adalah mencari keseimbangan antara minat, kemampuan, dan tingkat kompetisi. Jika jurusan impian memiliki persaingan tinggi, siswa dapat membandingkan beberapa PTN yang menyediakan program studi serupa. Perhatikan daya tampung dan persyaratan masing-masing kampus. Dengan cara ini, keputusan tidak semata-mata didasarkan pada anggapan bahwa suatu jurusan mudah atau sulit ditembus.
SESUAIKAN PILIHAN DENGAN NILAI RAPOR
Nilai rapor menjadi bagian penting dalam SNBP sehingga siswa perlu melihat rekam akademiknya secara menyeluruh. SNBP menggunakan nilai rapor seluruh mata pelajaran dengan bobot minimal 50 persen. Selain itu, nilai maksimal dua mata pelajaran pendukung program studi, prestasi, dan atau portofolio dapat menjadi bagian dari komponen penilaian kedua. Komposisi akhirnya ditetapkan oleh masing-masing PTN.
Karena itu, siswa sebaiknya tidak hanya melihat nilai rata-rata. Perhatikan pula kekuatan pada mata pelajaran yang relevan dengan program studi. Jika memiliki nilai yang konsisten pada mata pelajaran pendukung, jurusan tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih rasional. Sebaliknya, jika terdapat ketidaksesuaian yang cukup besar, pertimbangkan program studi lain yang lebih sesuai dengan profil akademik.
GUNAKAN DAYA TAMPUNG SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN
Daya tampung merupakan informasi penting ketika menyusun pilihan SNBP. SNPMB menyediakan halaman khusus yang memuat daya tampung SNBP 2026 untuk berbagai PTN dan program studi. Data tersebut dapat digunakan untuk membandingkan kapasitas penerimaan antarprogram studi. Namun, daya tampung saja tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang akan diterima.
Siswa juga perlu memperhatikan jumlah pendaftar jika data tersebut tersedia dari sumber resmi. Perbandingan antara jumlah peminat dan kapasitas penerimaan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kompetisi. Meski demikian, jangan menggunakan data tahun sebelumnya sebagai jaminan hasil tahun berikutnya. Jumlah pendaftar, daya tampung, dan komposisi penilaian dapat berubah.
SUSUN PILIHAN SECARA REALISTIS
Dalam SNBP, setiap siswa eligible dapat memilih maksimal dua program studi dari satu atau dua PTN. Jika memilih dua program studi, salah satunya harus berada di PTN dalam provinsi yang sama dengan sekolah asal. Seleksi dilakukan berdasarkan urutan pilihan, sehingga pilihan pertama akan diproses terlebih dahulu. Jika tidak lolos pada pilihan pertama, peserta baru akan mengikuti seleksi pada pilihan kedua.
Karena itu, jangan menempatkan jurusan yang sebenarnya tidak ingin dijalani hanya sebagai pilihan kedua. Pastikan kedua pilihan masih sesuai dengan minat dan rencana pendidikan. Jika pilihan pertama sangat kompetitif, pilihan kedua dapat dipertimbangkan pada program studi yang tetap diminati tetapi lebih sesuai dengan profil akademik. Keputusan tersebut sebaiknya dibuat setelah membandingkan informasi secara objektif.
KESIMPULAN
Jurusan seperti kedokteran, bidang teknik dan teknologi informasi, psikologi, manajemen, hukum, serta ilmu komunikasi dapat menjadi pilihan yang menarik, tetapi tingkat persaingan sebenarnya berbeda-beda menurut PTN dan program studi. Tidak tepat menyebut satu jurusan sebagai yang paling sulit secara nasional tanpa menggunakan data pendaftar dan daya tampung yang spesifik. Data resmi SNBP 2026 menunjukkan persaingan secara keseluruhan memang cukup ketat, terutama pada PTN akademik yang menerima 155.543 dari 774.263 pendaftar atau sekitar 20,09 persen.
Kunci utama bukan sekadar mencari jurusan dengan persaingan rendah, melainkan menemukan program studi yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan pendidikan. Periksa nilai rapor, mata pelajaran pendukung, prestasi, daya tampung, persyaratan PTN, serta urutan pilihan sebelum melakukan pendaftaran. Dengan strategi yang berbasis informasi, siswa dapat membuat pilihan SNBP yang lebih realistis tanpa mengabaikan jurusan yang benar-benar diminati.
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita P
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.