Kapan Waktu Terbaik untuk Mulai Olahraga Rutin Setiap Hari?
Gusti Ayu Tita P
10 Agustus 2026
Olahraga merupakan salah satu kebiasaan penting untuk menjaga kebugaran tubuh dan mendukung kesehatan dalam jangka panjang. Namun, masih banyak orang yang bingung menentukan waktu terbaik untuk olahraga, terutama ketika harus menyesuaikannya dengan sekolah, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari. Sebenarnya, tidak ada satu waktu yang wajib dipilih semua orang karena waktu olahraga terbaik dapat berbeda berdasarkan rutinitas, kondisi tubuh, dan tujuan masing-masing.
Hal yang paling penting adalah konsisten berolahraga dan memilih waktu yang memungkinkan aktivitas tersebut dilakukan secara rutin. Olahraga pada pagi, siang, atau sore tetap dapat memberikan manfaat selama dilakukan dengan cara yang sesuai kemampuan. WHO juga menekankan bahwa melakukan aktivitas fisik lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
PAGI HARI MENJADI PILIHAN YANG BAIK UNTUK MEMULAI AKTIVITAS
Pagi hari sering menjadi waktu yang nyaman untuk berolahraga karena aktivitas belum terlalu padat. Berolahraga pada pagi hari dapat membantu seseorang memulai hari dengan lebih aktif dan membuat olahraga menjadi bagian dari rutinitas. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, peregangan, bersepeda santai, atau latihan kebugaran ringan dapat dilakukan sesuai kemampuan. Bagi sebagian orang, berolahraga sebelum memulai kegiatan utama juga membantu menjaga konsistensi karena jadwal belum banyak terganggu.
Meski demikian, olahraga pagi tidak harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Tubuh perlu diberi kesempatan untuk melakukan pemanasan agar lebih siap bergerak. Jika tubuh masih terasa kaku atau belum terbiasa berolahraga, mulailah dengan aktivitas ringan hingga sedang dan tingkatkan secara bertahap. Dengan cara tersebut, olahraga pagi dapat menjadi kebiasaan yang lebih mudah dipertahankan.
SIANG HARI TETAP BISA DIGUNAKAN UNTUK BEROLAHRAGA
Siang hari juga dapat menjadi pilihan jika pagi hari dipenuhi kegiatan sekolah atau pekerjaan. Waktu olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan jadwal pribadi. Aktivitas seperti berjalan kaki atau latihan ringan bisa dilakukan ketika tersedia waktu luang. Namun, hindari memaksakan olahraga ketika tubuh sedang sangat lelah atau ketika kondisi lingkungan terlalu panas.
Pemilihan waktu juga perlu mempertimbangkan kebutuhan tubuh. Jika ingin melakukan aktivitas di luar ruangan pada siang hari, perhatikan cuaca, paparan panas, dan kebutuhan cairan. Intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh agar aktivitas tetap nyaman. Yang terpenting bukan mengejar waktu tertentu, melainkan menemukan waktu yang realistis untuk dilakukan secara konsisten.
SORE HARI COCOK UNTUK MENJAGA RUTINITAS
Bagi orang yang memiliki kegiatan utama pada pagi hingga siang hari, sore hari dapat menjadi waktu yang praktis untuk berolahraga. Setelah menyelesaikan sekolah atau pekerjaan, seseorang dapat menggunakan waktu luang untuk berjalan kaki, bersepeda, bermain olahraga, atau melakukan latihan kebugaran. Sore hari juga dapat menjadi kesempatan untuk mengurangi waktu duduk setelah beraktivitas sepanjang hari. Dengan jadwal yang teratur, olahraga dapat menjadi bagian dari rutinitas harian.
Namun, olahraga sore sebaiknya tetap disesuaikan dengan tingkat energi tubuh. Jika tubuh sudah terlalu lelah, pilih aktivitas dengan intensitas lebih ringan atau lakukan olahraga pada hari berikutnya. Konsistensi lebih penting daripada memaksakan latihan berat setiap hari. Kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang akan lebih bermanfaat dibandingkan olahraga berat yang hanya dilakukan sesekali.
OLAHRAGA MALAM BISA DILAKUKAN DENGAN PENYESUAIAN
Sebagian orang hanya memiliki waktu luang pada malam hari. Dalam kondisi tersebut, olahraga tetap dapat dilakukan selama waktunya tidak mengganggu kebutuhan tidur dan tubuh mampu menjalaninya dengan nyaman. Pilihan aktivitas dapat berupa jalan kaki, peregangan, atau latihan dengan intensitas yang sesuai. Jika olahraga terasa terlalu berat dan membuat tubuh sulit beristirahat, waktu atau intensitas latihan dapat dikurangi.
Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas tidur dan pemulihan tubuh. Olahraga bukan hanya tentang latihan, tetapi juga membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Karena itu, setiap orang sebaiknya mencari jadwal yang dapat menyeimbangkan aktivitas fisik dengan tidur dan kegiatan lainnya. Tidak perlu memaksakan olahraga malam jika ada pilihan waktu lain yang lebih nyaman.
BERAPA LAMA SEBAIKNYA BEROLAHRAGA SETIAP HARI?
Kebutuhan aktivitas fisik berbeda berdasarkan usia. WHO merekomendasikan anak dan remaja usia 5 hingga 17 tahun melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari. Aktivitas tersebut sebagian besar sebaiknya berupa aktivitas aerobik, sementara aktivitas yang memperkuat otot dan tulang juga perlu dilakukan setidaknya tiga hari dalam seminggu.
Untuk orang dewasa berusia 18 hingga 64 tahun, WHO merekomendasikan setidaknya 150 hingga 300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75 hingga 150 menit aktivitas intensitas berat, maupun kombinasi keduanya. Orang dewasa juga dianjurkan melakukan latihan penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu.
CARA MEMULAI OLAHRAGA AGAR TETAP KONSISTEN
Memulai olahraga tidak harus langsung dengan latihan berat. Mulailah secara bertahap sesuai kondisi dan kemampuan tubuh. Misalnya, seseorang yang jarang bergerak dapat memulai dengan berjalan kaki atau aktivitas ringan, kemudian meningkatkan durasi dan intensitas secara perlahan. Cara ini membuat tubuh memiliki kesempatan untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru.
Selain itu, buatlah jadwal yang sederhana dan realistis. Pilih waktu yang paling mudah dipertahankan, siapkan perlengkapan olahraga sebelumnya, dan tentukan jenis aktivitas yang memang disukai. Olahraga yang menyenangkan biasanya lebih mudah dilakukan secara konsisten. Ingat bahwa aktivitas fisik tidak selalu harus berupa latihan di tempat khusus karena berjalan kaki, bersepeda, bermain olahraga, dan berbagai aktivitas harian juga termasuk aktivitas fisik.
KESIMPULAN
Tidak ada satu waktu yang secara mutlak menjadi waktu terbaik bagi semua orang. Waktu terbaik untuk olahraga adalah waktu yang sesuai dengan kondisi tubuh, jadwal harian, dan dapat dilakukan secara konsisten. Bagi sebagian orang, pagi hari terasa paling nyaman, sementara orang lain mungkin lebih mudah berolahraga pada sore atau malam hari.
Daripada terlalu fokus mencari waktu yang sempurna, lebih baik segera mulai dengan aktivitas yang sesuai kemampuan. Konsistensi, aktivitas yang tepat, dan pemulihan yang cukup merupakan bagian penting dari kebiasaan hidup aktif. Dengan memilih jadwal yang realistis, olahraga dapat menjadi kebiasaan sehat yang lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita P
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.