Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Kontroversi IGRS di Steam Picu Kritik Gamer dan Soroti Pemerintah
Informasi 1603 dibaca

Kontroversi IGRS di Steam Picu Kritik Gamer dan Soroti Pemerintah

W

Wizdan Ulum

Informasi

Diterbitkan

calendar_today 6 April 2026

sumber img: X Ministry of Gamers

 

Penerapan sistem Indonesia Game Rating System IGRS pada platform distribusi game digital seperti Steam mulai diterapkan pada 4 April 2026 dan ramai diperbincangkan yang kemudian memicu kontroversi di kalangan gamer Indonesia. Kebijakan ini sebenarnya bertujuan untuk memberikan klasifikasi usia yang lebih jelas bagi pengguna, terutama dalam melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai.

Namun, implementasi awal justru menimbulkan kebingungan. Sejumlah game diketahui menampilkan rating usia yang dianggap tidak masuk akal, sehingga memicu perdebatan luas di media sosial dan komunitas gamer.

 

Rating Dinilai Tidak Masuk Akal

Kontroversi memuncak setelah ditemukan beberapa kasus ketidaksesuaian rating yang mencolok. Ada game dengan konten dewasa justru diberi label aman untuk anak-anak, sementara game lain yang relatif ringan malah mendapat batasan usia tinggi.

Fenomena ini memicu kritik keras dari komunitas gamer. Bahkan, pelaku industri game lokal turut menyoroti kejanggalan tersebut karena dapat menyesatkan pengguna dalam menentukan kelayakan usia suatu game.

Beberapa contoh yang ramai diperbincangkan antara lain:

  • Game dengan konten seksual mendapat rating 3+
  • Game populer dengan unsur kekerasan justru dianggap aman untuk semua umur
  • Game naratif ringan diberi label 18+

Kondisi ini memperlihatkan adanya masalah serius dalam akurasi sistem klasifikasi yang ditampilkan.

 

Penjelasan Pemerintah dan Komdigi

Menanggapi polemik tersebut, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa rating IGRS yang muncul di Steam bukanlah hasil klasifikasi resmi. Menurut hasil pemantauan, label yang tampil saat itu masih berasal dari mekanisme internal platform berbasis self-declare dan belum melalui proses verifikasi resmi pemerintah.

Hal ini berarti:

  • Data rating belum sepenuhnya valid
  • Ada potensi kesalahan klasifikasi
  • Informasi yang ditampilkan bisa menyesatkan pengguna

Pemerintah juga menilai kondisi ini berpotensi melanggar regulasi karena setiap platform digital wajib menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Proses Integrasi Masih Berjalan

Pihak pemerintah menjelaskan bahwa saat itu integrasi antara sistem IGRS dan Steam masih dalam tahap penyesuaian teknis. Proses ini mencakup penyelarasan mekanisme klasifikasi, pelaporan, hingga verifikasi data agar sesuai dengan regulasi di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga akan meminta klarifikasi resmi dari pihak Steam untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan nasional. Jika ditemukan pelanggaran, tidak menutup kemungkinan adanya sanksi administratif bagi platform tersebut.

 

Update Terbaru di Steam

Berdasarkan perkembangan terbaru dan hingga berita ini dibuat (10:31, 6/4/2026), label rating IGRS yang sempat muncul di Steam kini sudah tidak lagi ditampilkan secara luas seperti pada awal kemunculannya. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa:

  • Label IGRS mulai menghilang dari halaman store game
  • Tidak semua game lagi menampilkan klasifikasi usia versi Indonesia
  • Tampilan kembali lebih dominan menggunakan sistem rating global atau tanpa label tambahan

Hal ini mengindikasikan bahwa pihak Steam kemungkinan telah menarik sementara fitur tersebut atau sedang melakukan penyesuaian sistem setelah munculnya kritik publik.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada pernyataan final yang memastikan apakah fitur IGRS akan dihapus permanen atau dihadirkan kembali setelah perbaikan.

 

BACA JUGA: Ancaman Kemarau Panjang dan Godzilla El Nino Mengintai Indonesia 2026

 

Reaksi Komunitas Gamer

Komunitas gamer Indonesia merespons situasi ini dengan beragam reaksi, mulai dari kritik hingga kekhawatiran terhadap dampaknya ke depannya.

Beberapa kekhawatiran yang muncul antara lain:

  • Kemungkinan pembatasan akses game tertentu di Indonesia
  • Potensi penghapusan game yang tidak memiliki rating resmi
  • Ketidakjelasan sistem yang dapat merugikan pemain

Di forum online, sebagian pengguna juga mendiskusikan kemungkinan perubahan sistem pembelian game jika regulasi diterapkan lebih ketat, termasuk soal region dan akses konten.

 

Pentingnya Sistem Rating yang Akurat

Secara konsep, IGRS dirancang untuk melindungi masyarakat dengan mengklasifikasikan game berdasarkan kontennya, mulai dari kekerasan hingga unsur dewasa.

Namun, implementasi yang tidak akurat justru dapat menimbulkan dampak sebaliknya

  • Orang tua bisa salah menilai kelayakan game untuk anak
  • Gamer kehilangan kepercayaan terhadap sistem rating
  • Industri game menghadapi ketidakpastian regulasi

Karena itu, akurasi dan transparansi menjadi hal yang sangat krusial dalam penerapan sistem ini.

 

Kontroversi IGRS di Steam menunjukkan bahwa transisi kebijakan digital tidak selalu berjalan mulus. Ketidaksesuaian rating yang terjadi saat itu lebih disebabkan oleh proses integrasi yang belum sempurna, bukan kesalahan sistem secara keseluruhan. Dengan update terbaru di mana label IGRS sudah tidak lagi muncul secara luas di Steam, terlihat bahwa ada upaya penyesuaian dari pihak platform setelah mendapat sorotan publik.

Pemerintah dan pihak Steam kini dituntut untuk segera menyelesaikan masalah ini agar sistem klasifikasi dapat berjalan sesuai tujuan awal, yaitu melindungi pengguna tanpa mengorbankan pengalaman bermain game. Jika perbaikan berhasil dilakukan, IGRS berpotensi menjadi standar penting dalam industri game di Indonesia. Namun, tanpa pembenahan, kontroversi serupa bisa terus berulang di masa depan.

W

Tentang Penulis

Wizdan Ulum

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.