Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 3 dibaca

Langkah Mudah Mengendalikan Overthinking Agar Tidak Berlarut Larut

G

Gusti Ayu Tita P

8 September 2026

Bagikan:
Langkah Mudah Mengendalikan Overthinking Agar Tidak Berlarut Larut

Overthinking adalah kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan hingga membuat pikiran sulit berhenti. Kondisi ini dapat muncul ketika seseorang menghadapi masalah, ketidakpastian, keputusan penting, atau pengalaman yang belum selesai dipahami. Terlalu banyak berpikir tidak selalu membantu menemukan solusi, bahkan dapat membuat seseorang semakin cemas dan lelah secara mental. Jika dibiarkan, overthinking bisa mengganggu konsentrasi, tidur, hubungan dengan orang lain, hingga aktivitas sehari hari. Karena itu, penting mengetahui langkah sederhana untuk maengendalikan overthinking agar pikiran tidak terus terjebak dalam kekhawatiran.

MENGENALI SAAT OVERTHINKING MULAI MUNCUL

Langkah pertama untuk mengendalikan overthinking adalah menyadari kapan pikiran mulai berlebihan. Seseorang biasanya dapat mengenalinya ketika terus memikirkan kejadian yang sama tanpa menemukan penyelesaian. Pikiran seperti bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk atau seharusnya saya melakukan hal lain dapat muncul berulang kali. Ketika hal tersebut berlangsung lama dan membuat tubuh maupun pikiran terasa lelah, kemungkinan seseorang sedang mengalami pola overthinking. Kesadaran ini penting karena seseorang tidak dapat mengubah kebiasaan yang tidak disadarinya.

Setelah menyadari kondisi tersebut, jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Memiliki pikiran yang berulang merupakan hal yang dapat dialami banyak orang, terutama ketika sedang menghadapi tekanan. Cobalah berhenti sejenak dan perhatikan apa yang sebenarnya sedang dipikirkan. Dengan mengenali pemicu dan pola pikiran, seseorang akan lebih mudah menentukan cara yang tepat untuk mengatasinya. Mengenali masalah adalah langkah awal untuk mengendalikan pikiran dengan lebih baik.

MEMISAHKAN FAKTA DARI KEKHAWATIRAN

Overthinking sering terjadi karena pikiran mencampurkan fakta dengan kemungkinan yang belum tentu terjadi. Misalnya, seseorang belum mendapat balasan pesan lalu langsung berpikir bahwa orang tersebut marah atau tidak menyukainya. Padahal, ada banyak kemungkinan lain seperti sedang bekerja, beristirahat, atau belum melihat pesan. Memisahkan fakta dari asumsi dapat membantu seseorang melihat situasi secara lebih objektif. Cara ini juga membuat pikiran tidak mudah terbawa oleh skenario negatif.

Cobalah bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang benar benar diketahui saat ini. Setelah itu, bedakan antara kejadian yang sudah terjadi dengan sesuatu yang hanya diperkirakan. Jika belum ada bukti yang mendukung kekhawatiran tersebut, jangan langsung menganggapnya sebagai kenyataan. Berfokus pada fakta membantu mengurangi ruang bagi pikiran negatif untuk berkembang terlalu jauh. Kebiasaan ini perlu dilatih secara konsisten agar cara berpikir menjadi lebih realistis.

MEMBERIKAN BATAS WAKTU UNTUK BERPIKIR

Memaksa pikiran agar langsung berhenti terkadang justru membuat seseorang semakin memikirkannya. Salah satu cara yang dapat dicoba adalah memberikan batas waktu khusus untuk memikirkan masalah. Misalnya, seseorang dapat menyediakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk menuliskan kekhawatiran dan mencari kemungkinan solusi. Setelah waktu tersebut selesai, perhatian dapat dialihkan pada kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Metode ini membantu otak memahami bahwa masalah tersebut sudah mendapatkan waktu untuk dipikirkan.

Jika masalah memang membutuhkan keputusan, gunakan waktu tersebut untuk menentukan tindakan yang dapat dilakukan. Sebaliknya, jika tidak ada hal yang bisa dikendalikan saat ini, menerima keterbatasan tersebut dapat membantu mengurangi beban pikiran. Tidak semua masalah harus diselesaikan dalam satu waktu. Memberikan batas pada aktivitas berpikir juga dapat mencegah seseorang menghabiskan waktu berjam jam untuk memikirkan hal yang sama. Dengan latihan rutin, kebiasaan ini dapat membantu membangun pola berpikir yang lebih teratur.

MENGALIHKAN PERHATIAN DENGAN KEGIATAN POSITIF

Ketika pikiran terus berputar, melakukan kegiatan sederhana dapat membantu mengalihkan perhatian. Berjalan kaki, berolahraga ringan, membaca, mendengarkan musik, merapikan ruangan, atau berbicara dengan orang yang dipercaya dapat menjadi pilihan. Aktivitas tersebut bukan berarti melarikan diri dari masalah, tetapi memberikan jeda mental agar pikiran tidak terus bekerja tanpa istirahat. Setelah tubuh dan pikiran lebih rileks, seseorang biasanya dapat melihat masalah dengan sudut pandang yang lebih jernih.

Kebiasaan sehari hari juga berperan dalam menjaga kondisi pikiran. Tidur yang cukup, makan secara teratur, melakukan aktivitas fisik, dan mengurangi penggunaan gawai menjelang tidur dapat mendukung keseimbangan tubuh dan pikiran. Pilih kegiatan yang benar benar membuat tubuh lebih tenang dan bukan justru menambah tekanan. Rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mengurangi intensitas overthinking. Jika pikiran kembali muncul, seseorang dapat mengulangi aktivitas yang terbukti membantu dirinya merasa lebih tenang.

MELATIH POLA PIKIR YANG LEBIH REALISTIS

Mengendalikan overthinking bukan berarti harus selalu berpikir positif dan mengabaikan masalah. Yang lebih penting adalah membangun pola pikir realistis ketika menghadapi situasi yang tidak pasti. Seseorang dapat mencoba mengganti pikiran seperti semuanya pasti gagal dengan pertanyaan apa bukti bahwa hal tersebut benar benar akan terjadi. Pertanyaan sederhana dapat membantu menguji pikiran sebelum seseorang mempercayainya. Dengan demikian, keputusan tidak hanya dibuat berdasarkan rasa takut atau kekhawatiran.

Latihan mencatat pikiran juga dapat membantu melihat pola yang sering muncul. Tuliskan masalah, pikiran yang muncul, bukti yang mendukung, bukti yang tidak mendukung, serta tindakan yang masih bisa dilakukan. Cara tersebut membuat persoalan terasa lebih terstruktur dan tidak hanya berputar di dalam kepala. Pikiran yang lebih realistis membantu seseorang mengambil tindakan berdasarkan kondisi nyata. Jika overthinking terasa sangat berat, berlangsung terus menerus, atau mengganggu aktivitas sehari hari, berbicara dengan psikolog atau tenaga profesional dapat menjadi pilihan yang tepat.

KESIMPULAN

Overthinking dapat membuat seseorang terjebak dalam pikiran yang berulang dan melelahkan. Namun, kebiasaan tersebut dapat dikendalikan dengan langkah sederhana seperti mengenali pemicu, membedakan fakta dari asumsi, memberikan batas waktu untuk berpikir, dan mengalihkan perhatian. Menjaga pola hidup yang sehat serta melatih cara berpikir realistis juga dapat membantu menjaga pikiran tetap lebih tenang. Perubahan tidak harus dilakukan sekaligus karena kebiasaan baru membutuhkan proses dan latihan. Dengan memahami cara mengelola pikiran secara bertahap, seseorang dapat menjalani aktivitas sehari hari dengan lebih tenang dan tidak mudah terbawa kekhawatiran.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya