Mengapa Mahasiswa Sering Overthinking Setelah Presentasi di Depan Kelas?
Gusti Ayu Tita P
4 September 2026
Presentasi di depan kelas merupakan salah satu kegiatan akademik yang dapat membuat mahasiswa merasa tegang. Meskipun presentasi sudah selesai, sebagian mahasiswa justru masih memikirkan berbagai hal yang terjadi selama tampil. Kesalahan kecil seperti salah mengucapkan kata, lupa menyampaikan poin, atau merasa kurang lancar dapat terus teringat setelah kegiatan berakhir. Kondisi tersebut dapat memicu overthinking mahasiswa karena pikiran terus mencoba menilai kembali pengalaman yang sudah berlalu. Memahami penyebabnya dapat membantu mahasiswa menghadapi perasaan tersebut dengan lebih tenang.
TAKUT TERHADAP PENILAIAN ORANG LAIN
Salah satu penyebab overthinking mahasiswa setelah presentasi adalah kekhawatiran mengenai penilaian orang lain. Mahasiswa mungkin berpikir bahwa teman sekelas atau dosen memperhatikan setiap kesalahan yang dilakukan selama presentasi. Kekhawatiran tersebut dapat membuat kesalahan kecil terasa lebih penting daripada keseluruhan presentasi. Padahal, orang lain belum tentu memikirkan atau mengingat kesalahan tersebut setelah kegiatan selesai. Memahami bahwa setiap orang memiliki perhatian dan sudut pandang masing-masing dapat membantu mengurangi rasa cemas setelah presentasi.
TERLALU FOKUS PADA KESALAHAN KECIL
Setelah presentasi, mahasiswa terkadang lebih mudah mengingat bagian yang dianggap kurang sempurna daripada bagian yang sudah berjalan dengan baik. Satu kesalahan dapat terus dipikirkan seolah-olah menjadi gambaran keseluruhan penampilan. Pola tersebut dapat membuat overthinking setelah presentasi semakin kuat karena perhatian hanya tertuju pada hal yang dianggap salah. Padahal, presentasi biasanya terdiri dari banyak bagian dan satu kekurangan tidak otomatis menghapus keberhasilan lainnya. Melihat pengalaman secara keseluruhan dapat membantu mahasiswa melakukan evaluasi dengan lebih objektif.
KEINGINAN UNTUK TAMPIL SEMPURNA
Keinginan memberikan penampilan terbaik merupakan hal yang wajar dalam kegiatan akademik. Namun, harapan yang terlalu tinggi dapat membuat mahasiswa merasa bahwa presentasi harus berjalan tanpa kesalahan sedikit pun. Ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan tersebut, mahasiswa dapat merasa kecewa dan terus memikirkan apa yang seharusnya dilakukan secara berbeda. Perfeksionisme mahasiswa dapat membuat proses evaluasi berubah menjadi kebiasaan menyalahkan diri sendiri. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa presentasi merupakan bagian dari proses belajar, bukan tuntutan untuk selalu tampil sempurna.
KURANG MEMBERIKAN WAKTU UNTUK MELEPASKAN PIKIRAN
Presentasi yang menegangkan dapat membuat pikiran tetap berada dalam kondisi waspada meskipun kegiatan sudah selesai. Jika mahasiswa langsung memikirkan kembali seluruh kejadian, pikiran dapat semakin sulit beralih ke aktivitas lain. Mengatasi overthinking membutuhkan kemampuan untuk memberikan jarak antara pengalaman yang sudah berlalu dan kegiatan yang sedang dilakukan saat ini. Mahasiswa dapat melakukan evaluasi secukupnya, kemudian mengalihkan perhatian kepada aktivitas lain yang lebih positif. Dengan memberikan waktu untuk beristirahat secara mental, pengalaman presentasi tidak harus terus memenuhi pikiran sepanjang hari.
KESIMPULAN
Mahasiswa sering mengalami overthinking setelah presentasi karena takut dinilai orang lain, terlalu fokus pada kesalahan, memiliki standar yang terlalu tinggi, dan sulit mengalihkan perhatian setelah tampil. Kesalahan kecil tidak selalu menunjukkan bahwa presentasi berjalan buruk secara keseluruhan. Mahasiswa dapat melakukan evaluasi secara objektif dengan melihat bagian yang sudah baik sekaligus mencatat hal yang perlu diperbaiki. Memahami bahwa presentasi adalah bagian dari proses belajar juga dapat membantu mengurangi tekanan untuk selalu tampil sempurna. Dengan pola pikir yang lebih realistis, mahasiswa dapat menghadapi pengalaman presentasi dengan lebih tenang dan membangun kepercayaan diri secara bertahap.
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita P
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.