Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 5 dibaca

Mengapa Seseorang Sering Mengalami Overthinking dan Bagaimana Mengatasinya?

G

Gusti Ayu Tita P

8 September 2026

Bagikan:
Mengapa Seseorang Sering Mengalami Overthinking dan Bagaimana Mengatasinya?

Overthinking merupakan kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan dan terus menerus tanpa menemukan penyelesaian yang jelas. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang terlalu fokus pada masalah, kemungkinan buruk, kesalahan masa lalu, atau sesuatu yang belum tentu terjadi. Dalam batas tertentu, berpikir sebelum mengambil keputusan memang diperlukan. Namun, jika pikiran terus berputar dan sulit dikendalikan, overthinking dapat membuat seseorang merasa lelah secara mental.

Banyak orang mengalami overthinking tanpa menyadari penyebabnya. Tekanan hidup, rasa takut, pengalaman buruk, tuntutan pekerjaan, masalah hubungan, hingga kebiasaan menyalahkan diri sendiri dapat memicu pola pikir tersebut. Karena itu, memahami alasan seseorang mengalami overthinking menjadi langkah awal untuk mengelolanya. Dengan cara yang tepat, pikiran dapat menjadi lebih terarah sehingga kehidupan sehari hari terasa lebih tenang.

PENYEBAB SESEORANG SERING MENGALAMI OVERTHINKING

Salah satu penyebab overthinking adalah rasa khawatir terhadap sesuatu yang belum terjadi. Seseorang dapat membayangkan berbagai kemungkinan buruk meskipun belum memiliki bukti bahwa hal tersebut benar benar akan terjadi. Pikiran kemudian membuat banyak skenario sehingga seseorang semakin sulit merasa tenang. Kondisi ini sering muncul ketika menghadapi keputusan penting, perubahan kehidupan, pekerjaan, pendidikan, atau hubungan dengan orang lain.

Overthinking juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan. Kesalahan yang pernah terjadi terkadang terus dipikirkan karena seseorang merasa seharusnya dapat bertindak dengan cara berbeda. Selain itu, standar diri yang terlalu tinggi dapat membuat seseorang takut melakukan kesalahan. Ketika hal tersebut berlangsung berulang, kebiasaan menganalisis secara berlebihan dapat terbentuk dan membuat pikiran sulit beristirahat.

HUBUNGAN STRES DENGAN OVERTHINKING

Stres dan overthinking memiliki hubungan yang cukup erat karena tekanan dapat membuat seseorang lebih fokus pada masalah yang sedang dihadapi. Ketika mengalami stres, pikiran cenderung mencari penyebab, risiko, dan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. Jika tidak dikendalikan, proses berpikir tersebut dapat berubah menjadi pemikiran yang berulang tanpa menghasilkan solusi. Akibatnya, seseorang justru merasa semakin tertekan.

Kesibukan yang terlalu padat juga dapat memperburuk kondisi tersebut. Tuntutan pekerjaan, tugas kuliah, masalah keluarga, dan persoalan pribadi dapat membuat pikiran terus aktif bahkan ketika tubuh sedang beristirahat. Kurangnya waktu untuk memulihkan diri membuat seseorang lebih mudah merasa kewalahan. Oleh sebab itu, mengelola stres dengan istirahat yang cukup, aktivitas fisik, dan waktu untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan dapat membantu mengurangi kecenderungan overthinking.

DAMPAK OVERTHINKING DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

Overthinking yang berlangsung terus menerus dapat membuat seseorang mengalami kelelahan mental. Pikiran yang tidak berhenti dapat mengganggu konsentrasi dan membuat aktivitas sederhana terasa lebih berat. Seseorang juga dapat menjadi ragu ketika harus mengambil keputusan karena terlalu banyak mempertimbangkan kemungkinan. Dalam kehidupan sehari hari, kondisi tersebut dapat menghambat produktivitas dan membuat waktu banyak dihabiskan untuk memikirkan hal yang sama.

Dampaknya juga dapat terlihat dalam hubungan sosial. Seseorang yang terlalu banyak berpikir mungkin mudah menafsirkan perkataan atau tindakan orang lain secara negatif. Hal kecil dapat dianggap sebagai tanda masalah sehingga menimbulkan kekhawatiran yang sebenarnya belum tentu memiliki dasar. Kualitas tidur dan suasana hati juga dapat terganggu ketika pikiran terus aktif pada malam hari. Jika overthinking terasa sangat berat, menetap, atau mulai mengganggu aktivitas sehari hari, mencari bantuan dari tenaga profesional kesehatan mental dapat menjadi pilihan yang tepat.

CARA MENGATASI OVERTHINKING SECARA BERTAHAP

Mengatasi overthinking tidak selalu berarti harus menghentikan semua pikiran negatif secara langsung. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menyadari ketika pikiran mulai berulang. Setelah itu, coba tanyakan kepada diri sendiri apakah hal yang dipikirkan merupakan fakta, kemungkinan, atau hanya kekhawatiran. Cara sederhana ini dapat membantu memisahkan kenyataan dari asumsi yang dibuat oleh pikiran.

Selanjutnya, fokuskan perhatian pada hal yang memang dapat dikendalikan. Jika terdapat masalah yang bisa diselesaikan, buat langkah kecil dan lakukan satu per satu daripada terus memikirkannya. Membatasi waktu untuk memikirkan masalah juga dapat membantu agar pikiran tidak mengambil alih seluruh aktivitas. Selain itu, melakukan aktivitas fisik, mengatur pernapasan, menulis isi pikiran, berbicara dengan orang yang dipercaya, dan menjaga pola tidur dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk menenangkan pikiran.

KEBIASAAN YANG MEMBANTU MENCEGAH OVERTHINKING

Membangun rutinitas sederhana dapat membantu seseorang memiliki pola hidup yang lebih seimbang. Tidur cukup, bergerak secara teratur, mengurangi distraksi digital, dan menyediakan waktu untuk beristirahat merupakan beberapa kebiasaan yang dapat mendukung kondisi mental yang lebih baik. Seseorang juga perlu belajar menerima bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan. Memahami batas kendali diri dapat mengurangi dorongan untuk terus mencari kepastian atas setiap keadaan.

Selain itu, biasakan mengevaluasi pikiran dengan lebih realistis. Ketika muncul pikiran negatif, jangan langsung menganggapnya sebagai sebuah fakta. Cobalah melihat situasi dari sudut pandang yang lebih netral dan pertimbangkan bukti yang tersedia. Berbicara kepada orang yang dipercaya atau tenaga profesional juga dapat membantu ketika seseorang merasa kesulitan mengelola pikirannya sendiri. Konsistensi dalam menerapkan kebiasaan tersebut lebih penting daripada mengharapkan perubahan dalam waktu singkat.

KESIMPULAN

Overthinking dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kecemasan terhadap masa depan, pengalaman masa lalu, tekanan hidup, tuntutan diri, hingga stres. Kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan dapat membuat seseorang merasa lelah, sulit berkonsentrasi, ragu mengambil keputusan, dan kurang menikmati kehidupan sehari hari. Karena itu, penting untuk mengenali pola pikiran yang berulang sebelum kondisinya semakin mengganggu.

Cara mengatasi overthinking dapat dimulai dengan membedakan fakta dan asumsi, berfokus pada hal yang dapat dikendalikan, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih seimbang. Mengelola pikiran membutuhkan proses dan tidak harus dilakukan dengan sempurna. Jika overthinking sudah mengganggu fungsi sehari hari atau menimbulkan tekanan yang sulit ditangani sendiri, mendapatkan bantuan profesional merupakan langkah yang wajar dan tepat.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya