Mengubah Tekanan Sosial Menjadi Ketenangan Lewat JOMO
Gusti Ayu Tita P
7 September 2026
Tekanan sosial dapat muncul ketika seseorang merasa harus mengikuti pilihan, gaya hidup, atau aktivitas yang dilakukan orang lain. Kehadiran media sosial membuat tekanan tersebut semakin mudah dirasakan karena berbagai pencapaian dan aktivitas orang lain dapat terlihat setiap hari. Jika tidak disikapi dengan baik, kondisi ini dapat membuat seseorang terus membandingkan diri dan merasa takut tertinggal. JOMO atau Joy of Missing Out menawarkan cara untuk menghadapi tekanan tersebut dengan lebih tenang. Prinsip ini membantu seseorang menerima bahwa tidak semua hal harus diikuti untuk mendapatkan kehidupan yang bermakna.
MEMAHAMI TEKANAN SOSIAL DI ERA DIGITAL
Tekanan sosial terjadi ketika seseorang merasa perlu menyesuaikan diri dengan harapan atau perilaku lingkungan. Bentuknya dapat berupa keinginan mengikuti tren, menghadiri berbagai kegiatan, memiliki barang tertentu, atau mencapai sesuatu pada usia tertentu. Tekanan untuk mengikuti standar orang lain dapat membuat seseorang melupakan kebutuhan dirinya sendiri. Kondisi tersebut semakin mudah terjadi ketika media sosial terus menampilkan kehidupan orang lain. Akibatnya, seseorang dapat merasa kehidupannya kurang meskipun sebenarnya sudah berjalan dengan baik.
Media sosial juga membuat perbandingan sosial menjadi lebih mudah dilakukan. Seseorang dapat melihat pencapaian teman, perjalanan, pekerjaan, atau gaya hidup orang lain hanya melalui layar. Apa yang terlihat di media sosial tidak selalu menunjukkan keseluruhan kehidupan seseorang. Karena itu, membandingkan kehidupan nyata dengan tampilan digital orang lain dapat menciptakan penilaian yang tidak seimbang. JOMO membantu seseorang mengambil jarak dari kebiasaan tersebut.
JOMO SEBAGAI CARA MENGURANGI TEKANAN
JOMO mengajarkan seseorang untuk merasa nyaman ketika memilih tidak mengikuti sesuatu. Pilihan tersebut dapat berupa tidak menghadiri acara, tidak mengikuti tren, atau mengurangi penggunaan media sosial. Melewatkan sesuatu bukan berarti kehilangan kesempatan untuk menikmati kehidupan. Seseorang dapat menentukan aktivitas berdasarkan kebutuhan dan prioritas pribadi. Dengan cara tersebut, tekanan untuk selalu mengikuti orang lain dapat berkurang.
JOMO juga membantu mengubah cara seseorang memandang kesempatan. Tidak semua aktivitas yang tersedia harus diambil hanya karena orang lain mengikutinya. Kebebasan memilih dapat membuat seseorang memiliki kendali lebih besar terhadap waktu dan energinya. Waktu yang tidak digunakan untuk mengikuti kegiatan tertentu dapat dialihkan ke hal yang lebih penting. Dari sinilah ketenangan dapat mulai terbentuk.
BERANI TIDAK MENGIKUTI SEMUA TREN
Tren digital dapat berubah dengan sangat cepat. Sesuatu yang populer hari ini mungkin sudah tidak dibicarakan beberapa waktu kemudian. Jika seseorang merasa harus mengikuti semuanya, waktu dan perhatian dapat terus tersita. JOMO memberikan kebebasan untuk melewatkan tren yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Tidak mengikuti tren bukan berarti seseorang tidak mengikuti perkembangan zaman.
Sebelum mengikuti sebuah tren, pertimbangkan manfaatnya bagi kehidupan pribadi. Jika hanya dilakukan karena takut dianggap ketinggalan, keputusan tersebut mungkin tidak benar-benar berasal dari keinginan sendiri. Memilih berdasarkan kebutuhan lebih penting daripada sekadar mengikuti popularitas. Dengan begitu, seseorang dapat mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai nyata. Kehidupan pun menjadi lebih sederhana.
MENGURANGI KEBIASAAN MEMBANDINGKAN DIRI
Membandingkan diri dengan orang lain merupakan salah satu sumber tekanan sosial. Ketika melihat keberhasilan orang lain, seseorang dapat merasa tertinggal atau kurang berhasil. Padahal, setiap orang memiliki kondisi, tujuan, dan waktu pencapaian yang berbeda. JOMO membantu mengurangi dorongan untuk terus memantau kehidupan orang lain. Fokus dapat diarahkan kembali kepada perkembangan diri sendiri.
Menghargai perjalanan pribadi menjadi bagian penting dalam menerapkan JOMO. Seseorang dapat memiliki tujuan tanpa harus menggunakan pencapaian orang lain sebagai ukuran. Kemajuan kecil tetap memiliki nilai ketika sesuai dengan tujuan pribadi. Media sosial sebaiknya menjadi sarana informasi dan komunikasi, bukan alat untuk menentukan harga diri. Dengan pola pikir tersebut, tekanan perbandingan dapat berkurang.
BELAJAR MENGATAKAN TIDAK
Tekanan sosial sering membuat seseorang sulit menolak ajakan. Ada kekhawatiran bahwa penolakan akan membuat orang lain kecewa atau menganggap hubungan menjadi renggang. Padahal, mengatakan tidak secara sopan merupakan bagian dari menjaga batas pribadi. Seseorang memiliki hak untuk mempertimbangkan waktu, energi, dan kebutuhannya sebelum menerima suatu kegiatan. Penolakan yang tepat tidak selalu berarti menolak orangnya.
JOMO membantu seseorang memahami bahwa tidak semua undangan harus diterima. Jika jadwal sudah penuh atau kondisi tubuh membutuhkan istirahat, memilih untuk tidak hadir merupakan keputusan yang wajar. Menjaga batas dapat membantu seseorang terhindar dari aktivitas berlebihan. Dengan batas yang jelas, waktu dapat digunakan untuk kegiatan yang lebih penting. Rasa bersalah juga dapat berkurang ketika seseorang memahami alasan di balik pilihannya.
MEMILIH PRIORITAS YANG SESUAI
Ketenangan akan lebih mudah diperoleh ketika seseorang mengetahui apa yang benar-benar penting. Prioritas dapat berkaitan dengan keluarga, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, hobi, maupun tujuan pribadi. Menentukan prioritas membantu seseorang menyaring kegiatan yang layak mendapatkan perhatian. Aktivitas yang tidak sesuai dengan prioritas dapat dikurangi atau dilewatkan. Dengan begitu, waktu tidak mudah habis untuk memenuhi tekanan dari luar.
Prioritas tidak harus sama dengan orang lain. Seseorang mungkin memilih lebih banyak waktu untuk keluarga, sementara orang lain lebih fokus pada pendidikan atau pekerjaan. Perbedaan prioritas merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan. Yang terpenting adalah keputusan tersebut sesuai dengan kondisi dan tujuan masing-masing. JOMO memberikan ruang untuk menghargai perbedaan tersebut.
MENCIPTAKAN JEDA DARI MEDIA SOSIAL
Mengurangi paparan media sosial dapat membantu seseorang mengambil jarak dari tekanan sosial. Terlalu sering melihat unggahan orang lain dapat membuat perhatian terus tertuju pada kehidupan di luar diri sendiri. Jeda dari media sosial memberikan kesempatan untuk kembali fokus pada kehidupan nyata. Jeda dapat dilakukan dengan membatasi waktu penggunaan aplikasi atau mematikan notifikasi yang tidak penting. Tidak perlu meninggalkan media sosial sepenuhnya untuk mendapatkan manfaat tersebut.
Waktu yang biasanya digunakan untuk melihat media sosial dapat dialihkan ke aktivitas yang lebih bermakna. Membaca, berolahraga, berkumpul dengan keluarga, menjalankan hobi, atau beristirahat dapat menjadi pilihan. Aktivitas tanpa layar membantu menciptakan ruang untuk menikmati kehidupan secara langsung. Perlahan, kebutuhan untuk terus mengetahui aktivitas orang lain dapat berkurang. Perasaan tenang pun dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana.
MENIKMATI KEHIDUPAN TANPA VALIDASI
Tekanan sosial terkadang membuat seseorang melakukan sesuatu demi mendapatkan pengakuan. Aktivitas tertentu mungkin dilakukan agar terlihat berhasil, aktif, atau mengikuti perkembangan lingkungan. JOMO mengajarkan bahwa sebuah pengalaman tetap berharga meskipun tidak mendapatkan perhatian dari orang lain. Kebahagiaan tidak harus selalu dibuktikan melalui unggahan atau komentar di media sosial. Seseorang dapat menikmati sesuatu karena memang memberikan manfaat bagi dirinya.
Tidak semua pencapaian juga harus diumumkan. Menyimpan beberapa pengalaman sebagai bagian dari kehidupan pribadi dapat memberikan rasa nyaman. Validasi dari diri sendiri dapat menjadi lebih penting daripada pengakuan dari lingkungan. Dengan mengurangi kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, seseorang dapat membuat keputusan yang lebih jujur. Hal tersebut dapat membantu menciptakan ketenangan dalam menjalani kehidupan.
MEMBANGUN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG
Lingkungan sosial memiliki pengaruh terhadap cara seseorang menjalani kehidupan. Berada di sekitar orang yang selalu menuntut atau membandingkan dapat meningkatkan tekanan. Karena itu, penting untuk membangun hubungan dengan orang yang dapat menghargai batas dan pilihan pribadi. Lingkungan yang suportif dapat membantu seseorang merasa lebih aman menjadi dirinya sendiri. Dukungan tersebut membuat keputusan pribadi tidak selalu terasa seperti sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan.
Komunikasi juga dapat membantu mengurangi kesalahpahaman. Jelaskan kepada orang terdekat ketika membutuhkan waktu untuk diri sendiri atau tidak dapat mengikuti suatu kegiatan. Hubungan yang sehat memberikan ruang bagi setiap orang untuk memiliki kebutuhan berbeda. Tidak semua perbedaan pilihan harus menjadi masalah. Dengan komunikasi yang baik, seseorang dapat tetap bersosialisasi tanpa kehilangan ruang pribadi.
MENJADIKAN KETENANGAN SEBAGAI PRIORITAS
Ketenangan tidak selalu datang dari perubahan besar. Terkadang, ketenangan dapat dimulai dengan mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan. Memilih lebih sedikit kegiatan dapat memberikan lebih banyak ruang untuk menikmati kehidupan. Seseorang dapat menentukan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, atau sekadar menikmati suasana tanpa gangguan. JOMO membantu membuat pilihan tersebut terasa wajar.
Ketenangan juga membutuhkan kebiasaan yang konsisten. Kurangi penggunaan media sosial, tentukan prioritas, dan berikan waktu untuk diri sendiri secara rutin. Kebiasaan sederhana dapat membantu menciptakan keseimbangan antara kehidupan sosial dan kebutuhan pribadi. Tidak perlu memaksakan diri untuk selalu produktif atau aktif. Kehidupan yang tenang dapat dibangun melalui keputusan kecil setiap hari.
KESIMPULAN
JOMO dapat membantu mengubah tekanan sosial menjadi ketenangan dengan mengajarkan seseorang untuk memilih tanpa rasa takut tertinggal. Mengurangi perbandingan sosial, berani mengatakan tidak, membatasi media sosial, dan menentukan prioritas dapat membantu seseorang mengambil kembali kendali atas waktu dan energinya. JOMO bukan berarti menjauhi orang lain, tetapi memberikan kebebasan untuk menentukan kapan ingin terlibat dan kapan membutuhkan jeda. Kehidupan juga tidak harus mengikuti standar yang dibuat oleh lingkungan atau media sosial. Pada akhirnya, ketenangan dapat tumbuh ketika seseorang mampu menghargai pilihan, batas, dan perjalanan hidupnya sendiri.
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita P
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.