Surabaya menjadi saksi lahirnya para talenta sains terbaik Indonesia dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026. Kompetisi bergengsi tingkat nasional tersebut resmi ditutup melalui malam penganugerahan yang berlangsung di Aula Garuda Mukti Kampus MERR-C Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis, 11 Juni 2026. Ajang yang mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini menjadi wadah pembuktian kemampuan akademik sekaligus langkah awal menuju kompetisi ilmiah tingkat internasional.
Apresiasi untuk Talenta Sains Indonesia
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Beny Bandanadjaja, memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah melewati proses seleksi panjang hingga mencapai tahap nasional. Menurutnya, para peserta yang berhasil melaju hingga babak final merupakan individu-individu unggul yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan.
Beny juga menegaskan bahwa prestasi di ONMIPA dapat menjadi bagian penting dari portofolio akademik mahasiswa. Bahkan, capaian tersebut berpotensi membuka peluang untuk memperoleh berbagai program beasiswa, termasuk beasiswa pendidikan lanjutan di dalam maupun luar negeri. Prestasi yang diraih para peserta tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga modal berharga untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan berkarier di bidang sains maupun teknologi.
ONMIPA Bukan Sekadar Kompetisi
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga, Eko Supeno, menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai ONMIPA bukan hanya ajang perlombaan akademik, tetapi juga sarana untuk menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia kepada masyarakat luas.
Menurut Eko, pengalaman mengikuti ONMIPA memberikan banyak pelajaran berharga, mulai dari proses pembinaan, persaingan sehat, kerja keras, hingga terbentuknya jejaring pertemanan antar mahasiswa dari berbagai kampus. Para juara dan finalis diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Ia juga mengingatkan bahwa nilai sebuah kompetisi tidak hanya diukur dari hadiah atau penghargaan yang diperoleh, melainkan dari manfaat yang dapat diberikan kepada bangsa dan negara.
ITB Sukses Menjadi Juara Umum
Pada penyelenggaraan ONMIPA 2026, Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih predikat juara umum berkat konsistensi prestasi para mahasiswanya di empat bidang lomba. Di bidang Fisika, ITB berhasil mengoleksi 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu. Sementara pada bidang Biologi, mahasiswa ITB menyumbangkan 3 medali perak dan 1 medali perunggu.
Pada bidang Kimia, ITB meraih 1 medali perak, 3 medali perunggu, dan 1 honorable mention. Sedangkan di bidang Matematika, kampus tersebut memperoleh 2 medali perak dan 2 honorable mention. Dominasi ITB di berbagai cabang kompetisi mengantarkan kampus tersebut menjadi perguruan tinggi dengan perolehan medali terbanyak pada ONMIPA 2026.
Peraih Medali Emas ONMIPA 2026
Bidang Biologi
- Reyhan Patera Pramudya (Universitas Diponegoro)
- Al Davi Muhammad Azriel Firdaus (Universitas Airlangga)
- Karina Raihana Salsabila (Universitas Gadjah Mada)
- Bidang Fisika
- Daffa Virwandy (Institut Teknologi Bandung)
- Kevancea Ikea Djunaedi (Institut Teknologi Bandung)
- Arfian Rafi Pradana (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Bidang Kimia - Andhika Fathurrohman (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
- Sultan El Shirazy (Universitas Indonesia)
- Aryo Razak (Universitas Indonesia)
- Bidang Matematika
- Wilbert Leonard Harriman (Universitas Presiden)
- Fajar Arif Shodiqin (Universitas Gadjah Mada)
- Muhammad Gian Gymnas Al Alim (Universitas Hasanuddin)
Peraih Medali Perak ONMIPA 2026
Bidang Biologi
- Shata Juangsar Daedo (Institut Teknologi Bandung)
- Theodore Marvel Suranton (Institut Teknologi Bandung)
- Ida Ayu Bulan Putri Ahilya (Universitas Diponegoro)
- Ikhwanul Muslim (Institut Teknologi Bandung)
- Ganang Fattahuddien Attar (Universitas Gadjah Mada)
- Bidang Fisika
- Muhammad Dakita Arfa Alfaritsi (Institut Teknologi Bandung)
- Muhammad Syamsuddiin (Institut Teknologi Bandung)
- Kenny Imam Mahardika (Universitas Katolik Parahyangan)
- Adika Rasendriya Arya Putra (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
- Chanio Chai (Universitas Negeri Jakarta)
- Bidang Kimia
- Muhammad Rakhaa Qeyva Arman (Universitas Indonesia)
- Rafif Dista Serano (Universitas Gadjah Mada)
- Naufal Attalla Maadjid (Institut Teknologi Bandung)
- Jordy Santosa (Universitas Surabaya)
- M. Asyiq Manarul Hidayah (Universitas Gadjah Mada)
- Bidang Matematika
- Bunayya Dufadilin Haqqi Syabani (Institut Teknologi Bandung)
- Syailendra Surya Soesilo (Universitas Brawijaya)
- Muhammad Faran Aiki (Institut Teknologi Bandung)
- M. Rival Faiz Faturohman (Universitas Diponegoro)
- Muhammad Novrizal Akmal (Universitas Padjadjaran)
Daftar Peraih Medali Perunggu ONMIPA 2026
- Bidang Biologi
- Giovanni Apta Chandrawinata (Universitas Jember)
- Muhammad Pangestu Abdila (Universitas Andalas)
- Jordan Ariel Indarta (Universitas Bio Scientia Internasional Indonesia)
- Aisha Nurfadhilla (Institut Pertanian Bogor)
- Marcellinus Ariel Tanjungan (Institut Teknologi Bandung)
- Shaldhan Bayu Yuska (Universitas Ahmad Dahlan)
- Muhammad Zacky Rilsan (Universitas Andalas)
- Bidang Fisika
- Juan Tegar Augusta (Institut Teknologi Bandung)
- Muhammad Farros Hamka (Universitas Gadjah Mada)
- Riva Rizkiana Ramadhani (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
- Mohammad Fajar Maulid (Universitas Gadjah Mada)
- Rafi Suryo Saputro (Universitas Indonesia)
- Imaduddin Akmal (Universitas Gadjah Mada)
- Syamsul Ma’Arif (Universitas Gadjah Mada)
- Bidang Kimia
- Ziyadatul Ilma (Institut Teknologi Bandung)
- Muhamad Galang Lifaldin (Institut Pertanian Bogor)
- Muhammad Fauzan Ramadhan (Institut Teknologi Bandung)
- Jonathan Aaron Gunawan (Universitas Gadjah Mada)
- Jason Jayawinata (Universitas Indonesia)
- Arya Naufal Sihaloho (Institut Pertanian Bogor)
- Richie Blessing Trisnajaya (Institut Teknologi Bandung)
- Bidang Matematika
- Almaas Sulthonu Alandra (Universitas Indonesia)
- Elizabeth Loretta Willyanta (Universitas Indonesia)
- Irfan Hanif Yamashita (Universitas Indonesia)
- Muadz (Universitas Sebelas Maret)
- Faiq Pramatya Murdiyanto (Universitas Gadjah Mada)
- La Ode Abdul Aziz (Universitas Hasanuddin)
- Miftahul Huda (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Daftar Honorable Mention ONMIPA 2026
- Bidang Biologi
- Muhammad Iqbal Taufani (Universitas Airlangga)
- Eugenia Callista (Universitas Lampung)
- Febi Febianti (Universitas Andalas)
- Ni Made Lisa Candra Anggun Nita (Universitas Udayana)
- Priskila Gracia (Universitas Negeri Yogyakarta)
- Bidang Fisika
- Michael Putra Nababan (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
- Ahmad Amartia Nurfiqri (Universitas Indonesia)
- Musaddad (Universitas Andalas)
- Zulfa Siti Zakia (Universitas Jenderal Soedirman)
- Kuncoro Nugroho Sakti Muhyi Mustafa (Universitas Indonesia)
- Bidang Kimia
- Muhammad Naufal Khotmi Ramadhan Ashari Jaya Sudrajat (Institut Pertanian Bogor)
- Anton Triyono (Universitas Gadjah Mada)
- Muhammad Hartsa Adnan (Universitas Padjadjaran)
- Syarif Widjaya (Institut Teknologi Bandung)
- Dimas Setyo Asmoro (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
- Bidang Matematika
- Domu Fidelis (Institut Teknologi Bandung)
- Aditya Yoga Sadana (Universitas Gadjah Mada)
- Sabil Khairat Amruddin (Universitas Hasanuddin)
- Faris Hafizhan Hakim (Institut Teknologi Bandung)
- Muhammad Allif Qalbiy (Institut Pertanian Bogor)
Daftar Affirmation Honorable Mention ONMIPA 2026
Bidang Biologi: Karolina Bupu (Universitas Flores)
Bidang Fisika: Eva Fidellia (Universitas Cenderawasih)
Bidang Kimia: Maria Wilhelmina Pasu (Universitas Katolik Widya Mandira Kupang)
Dominasi Kampus-Kampus Terbaik Indonesia
Selain ITB yang keluar sebagai juara umum, sejumlah perguruan tinggi ternama juga menunjukkan performa luar biasa sepanjang kompetisi. Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi kampus-kampus yang paling sering muncul dalam daftar peraih medali. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tinggi Indonesia terus berkembang dan mampu menghasilkan mahasiswa dengan kemampuan akademik yang kompetitif di bidang sains dasar.
ONMIPA Menjadi Gerbang Menuju Kompetisi Internasional
ONMIPA selama ini dikenal sebagai salah satu ajang paling prestisius bagi mahasiswa Indonesia di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Selain menjadi wadah pengembangan bakat akademik, kompetisi ini juga berperan sebagai sarana penjaringan calon-calon ilmuwan muda yang berpotensi mewakili Indonesia pada berbagai kompetisi internasional. Keberhasilan para peserta dalam ONMIPA 2026 menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki banyak talenta muda yang siap bersaing di tingkat global melalui inovasi, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
ONMIPA 2026 kembali membuktikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia unggul di bidang sains dan teknologi. Dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai juara umum, kompetisi ini menghadirkan deretan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi yang berhasil menunjukkan kemampuan luar biasa dalam bidang Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika.
Lebih dari sekadar perlombaan, ONMIPA menjadi ajang pembentukan karakter, peningkatan kapasitas akademik, sekaligus batu loncatan menuju pendidikan dan kompetisi internasional. Diharapkan para juara dan finalis mampu terus mengembangkan potensinya serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan Indonesia di masa depan.
Tentang Penulis
Wizdan Ulum
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.