Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Saat Dunia Terlelap, Rasa Kangen Justru Terjaga
Move On & Healing 721 dibaca

Saat Dunia Terlelap, Rasa Kangen Justru Terjaga

A

Ambar Arum Putri Hapsari

Move On & Healing

Diterbitkan

calendar_today 20 Mei 2025

Siang hari kamu sibuk — kerja, kuliah, nongkrong, scroll medsos, atau sekadar bertahan hidup. Tapi begitu malam tiba, semua jadi hening. Lalu entah dari mana, perasaan kangen mulai menyusup pelan-pelan. Kangen seseorang yang pernah dekat, seseorang yang mungkin sudah pergi, atau seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar jadi milik.

Kamu nggak sendiri kok. Ternyata, malam memang punya cara ajaib untuk membangkitkan rindu yang nyaris terlupakan.

Ini Alasan Kenapa Kangen Sering Datang di Malam Hari

1. Malam Hari = Waktu Tenang untuk Merasa

Ketika semua aktivitas selesai, malam jadi waktu yang paling tenang. Otak kamu nggak lagi sibuk multitasking. Di situlah emosi yang terpendam muncul ke permukaan.

2. Suasana Mendukung Nostalgia

Gelap, sepi, kadang disertai hujan atau angin malam yang dingin — semua itu memperkuat suasana hati yang melankolis. Pikiran pun otomatis terhubung ke kenangan, dan rasa kangen ikut muncul.

3. Jam Batin Paling Sensitif

Secara biologis, malam hari adalah saat tubuh memproduksi hormon yang membuat kamu lebih tenang tapi juga lebih peka. Kombinasi ini bikin kamu lebih mudah merasa… termasuk merasa rindu.

4. Hening = Pikiran Lebih Bersuara

Nggak ada notifikasi, nggak ada distraksi. Cuma kamu dan isi pikiranmu. Dan kadang, isi pikiran itu cuma satu: dia yang masih ada di hati.

Apakah Ini Tanda Kamu Belum Move On?

Nggak selalu. Kangen bisa muncul bahkan saat kamu sudah berdamai dengan masa lalu. Tapi kalau rasa itu datang terlalu sering dan mengganggu aktivitas, mungkin ini waktunya untuk benar-benar memeluk diri sendiri dan bilang, “Aku butuh sembuh.”

Cara Hadapi Kangen Tengah Malam
  • Tulis jurnal atau chat ke diri sendiri.
    Kadang menuliskan isi hati bisa bikin lega.
  • Putar lagu tenang, bukan galau.
    Lagu juga bisa jadi terapi, tapi pilih yang bikin rileks, bukan tambah nangis.
  • Alihkan ke hal yang menyenangkan.
    Baca buku, nonton film ringan, atau beresin playlist Spotify-mu.
  • Kalau perlu, ngobrol sama sahabat.
    Nggak harus curhat panjang, cukup bilang “aku lagi nggak baik-baik aja” bisa jadi awal healing.
Kesimpulan: Kangen Itu Wajar, Asal Jangan Tenggelam di Dalamnya

Kangen di malam hari bukan kelemahan. Itu bukti bahwa kamu pernah punya rasa, pernah punya kisah. Tapi jangan sampai kamu terus terjebak dalam ruang kosong bernama “kenangan.” Kamu berhak untuk sembuh, untuk bahagia, dan untuk mencintai diri sendiri dulu sebelum membuka hati lagi.

Dan kalau malam ini kamu merasa kangen lagi... tarik napas pelan, peluk diri sendiri, dan bilang: “Nggak apa-apa, ini cuma lewat.”

A

Tentang Penulis

Ambar Arum Putri Hapsari

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.