Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 104 dibaca

Teknologi Canggih di Bandara yang Membuat Perjalanan Lebih Praktis

G

Gusti Ayu Tita P

10 Agustus 2026

Bagikan:
Teknologi Canggih di Bandara yang Membuat Perjalanan Lebih Praktis

Perkembangan teknologi membuat proses perjalanan di bandara semakin cepat dan praktis. Penumpang kini dapat memanfaatkan berbagai layanan digital untuk check in, mengurus bagasi, melewati pemeriksaan, hingga naik pesawat. Teknologi biometrik, kios mandiri, dan sistem bagasi otomatis menjadi beberapa contoh inovasi yang mulai digunakan di berbagai bandara. IATA juga terus mendorong penggunaan identitas digital dan teknologi biometrik untuk menciptakan perjalanan yang lebih lancar.

CHECK IN MANDIRI

Check in mandiri memungkinkan penumpang menyelesaikan proses check in tanpa harus selalu dilayani petugas di konter. Penumpang dapat menggunakan kios yang tersedia untuk memasukkan informasi penerbangan, memilih kursi jika tersedia, dan mencetak boarding pass. Beberapa sistem juga dapat digunakan untuk mencetak label bagasi sebelum penumpang menuju area penyerahan bagasi. Teknologi self service seperti ini membantu mengurangi antrean dan membuat proses keberangkatan lebih efisien.

Meski praktis, tidak semua bandara dan maskapai menyediakan fitur yang sama. Penumpang tetap perlu mengikuti petunjuk pada layar dan memastikan data penerbangan sudah benar. Jika mengalami kendala, petugas bandara atau maskapai tetap dapat membantu. Karena itu, memahami cara menggunakan kios sebelum hari keberangkatan dapat membuat proses check in lebih lancar.

BIOMETRIK DAN PENGENALAN WAJAH

Teknologi biometrik menggunakan karakteristik unik seseorang untuk membantu proses verifikasi identitas. Salah satu penerapannya adalah pengenalan wajah yang dapat digunakan pada titik tertentu seperti pemeriksaan keamanan, imigrasi, bag drop, dan boarding. IATA menjelaskan bahwa identitas digital yang terhubung dengan biometrik dapat membantu penumpang melewati beberapa tahapan perjalanan tanpa harus berulang kali menunjukkan dokumen fisik.

Penggunaan teknologi ini dapat mengurangi pemeriksaan manual dan mempercepat pergerakan penumpang. Namun, penerapannya berbeda di setiap bandara dan dapat bergantung pada maskapai, negara, serta kelayakan dokumen penumpang. Penumpang juga perlu mengikuti ketentuan mengenai persetujuan dan penggunaan data biometrik. Jadi, layanan biometrik sebaiknya dianggap sebagai fasilitas tambahan, bukan sesuatu yang otomatis tersedia di semua bandara.

SELF BAG DROP

Self bag drop memungkinkan penumpang menyerahkan bagasi tercatat secara mandiri menggunakan mesin otomatis. Setelah check in dan mencetak atau mendapatkan label bagasi sesuai sistem yang digunakan, penumpang dapat mengikuti petunjuk untuk menimbang serta memasukkan bagasi ke perangkat. Sistem kemudian memproses informasi bagasi dan mengarahkannya ke jaringan penanganan bagasi. Teknologi ini dapat membantu mengurangi antrean di konter bagasi.

Penggunaan self bag drop tetap harus mengikuti batas berat dan ketentuan bagasi dari maskapai. Jika bagasi memiliki kondisi khusus atau terdapat masalah pada sistem, penumpang mungkin tetap perlu mendapatkan bantuan petugas. Pastikan label bagasi terpasang dengan benar sebelum meninggalkan area tersebut. Simpan bukti atau informasi bagasi jika diberikan oleh sistem untuk memudahkan pelacakan.

E GATE DAN BOARDING OTOMATIS

E gate atau gerbang otomatis dapat membantu mempercepat proses pemeriksaan sebelum penumpang memasuki area tertentu atau naik pesawat. Perangkat ini dapat membaca boarding pass dan pada sistem tertentu melakukan verifikasi identitas menggunakan biometrik. IATA mencatat bahwa self boarding gate dan validasi biometrik telah menjadi bagian dari teknologi yang dikembangkan untuk proses penumpang modern.

Dengan sistem otomatis, proses boarding dapat dilakukan dengan lebih sedikit interaksi manual. Penumpang hanya perlu mengikuti instruksi pada perangkat dan memastikan boarding pass atau identitas yang diperlukan siap digunakan. Jika sistem gagal membaca dokumen atau wajah, petugas biasanya dapat membantu melakukan verifikasi secara manual. Ketersediaan dan cara penggunaan e gate tetap berbeda di setiap bandara.

MESIN PEMINDAI KEAMANAN MODERN

Pemeriksaan keamanan juga semakin didukung teknologi pemindaian modern. Peralatan seperti CT scanner dan teknologi pemindaian lainnya dapat membantu petugas memeriksa barang bawaan secara lebih menyeluruh. Pengembangan teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pemeriksaan tanpa mengurangi standar keamanan.

Meski menggunakan teknologi canggih, penumpang tetap wajib mengikuti instruksi petugas keamanan. Ketentuan mengenai barang yang boleh dibawa ke kabin juga tetap berlaku. Jangan menganggap pemeriksaan otomatis berarti semua barang dapat dibawa tanpa batas. Selalu periksa aturan maskapai dan bandara sebelum berangkat agar tidak mengalami masalah saat pemeriksaan.

APLIKASI DAN LAYANAN DIGITAL BANDARA

Aplikasi maskapai dan layanan digital bandara dapat membantu penumpang memperoleh informasi perjalanan melalui ponsel. Informasi seperti jadwal penerbangan, boarding pass digital, perubahan gate, dan pemberitahuan perjalanan dapat diakses dengan lebih mudah. Penggunaan ponsel juga semakin penting dalam perjalanan modern karena penumpang semakin banyak mengelola proses perjalanan secara digital.

Meski demikian, penumpang tidak sebaiknya hanya mengandalkan aplikasi. Periksa juga layar informasi penerbangan di terminal karena perubahan operasional dapat terjadi sewaktu-waktu. Pastikan ponsel memiliki baterai yang cukup dan koneksi yang memadai. Menyimpan boarding pass secara offline juga dapat menjadi langkah praktis jika jaringan internet bermasalah.

TEKNOLOGI BAGASI DIGITAL

Teknologi bagasi digital membantu meningkatkan efisiensi dalam proses identifikasi dan pengelolaan koper. Salah satu contohnya adalah electronic baggage tag yang memungkinkan informasi bagasi disimpan dan diperbarui secara elektronik. Sistem tersebut dirancang untuk terintegrasi dengan proses penanganan bagasi yang sudah ada.

Teknologi ini berpotensi membuat perjalanan bagasi lebih terhubung dari proses check in hingga penanganan di bandara. Namun, electronic baggage tag belum menjadi fasilitas yang tersedia secara universal untuk semua penumpang. Penggunaannya bergantung pada maskapai dan sistem yang diterapkan. Karena itu, penumpang tetap harus mengikuti prosedur bagasi yang berlaku pada penerbangannya.

MANFAAT TEKNOLOGI BAGI PENUMPANG

Teknologi bandara memberikan manfaat utama berupa proses yang lebih cepat, praktis, dan terorganisasi. Layanan mandiri dapat mengurangi ketergantungan pada konter manual, sedangkan biometrik dapat menyederhanakan proses verifikasi identitas pada titik tertentu. Sistem digital juga membantu penumpang memperoleh informasi perjalanan dengan lebih cepat. Secara keseluruhan, berbagai teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan kelancaran perjalanan sekaligus menjaga keamanan.

Namun, teknologi bukan berarti semua proses dapat dilakukan tanpa bantuan manusia. Tidak semua layanan tersedia di setiap bandara dan setiap penumpang mungkin memiliki persyaratan berbeda. Karena itu, penumpang tetap perlu memahami prosedur dasar perjalanan udara. Menggabungkan teknologi dengan persiapan yang baik akan membuat pengalaman di bandara menjadi lebih praktis.

KESIMPULAN

Teknologi canggih di bandara telah mengubah banyak tahapan perjalanan menjadi lebih cepat dan mudah. Check in mandiri, biometrik, self bag drop, e gate, pemindai keamanan modern, aplikasi digital, dan teknologi bagasi merupakan beberapa inovasi yang membantu penumpang. Meski penerapannya berbeda di setiap bandara, perkembangan teknologi menunjukkan bahwa perjalanan udara semakin menuju proses yang lebih digital dan tanpa kontak. Dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia serta tetap mengikuti aturan maskapai dan bandara, penumpang dapat menikmati perjalanan yang lebih praktis dan nyaman.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya