Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips Karir
Tips Karir 47 dibaca

Tips Menentukan Ekspektasi Gaji Pertama Saat Mencari Pekerjaan

G

Gusti Ayu Tita P

10 Agustus 2026

Bagikan:
Tips Menentukan Ekspektasi Gaji Pertama Saat Mencari Pekerjaan

Mendapatkan pekerjaan pertama merupakan langkah penting bagi seseorang yang baru memasuki dunia kerja. Salah satu hal yang sering membuat pencari kerja bingung adalah menentukan ekspektasi gaji pertama. Angka yang terlalu tinggi dapat membuat perusahaan mempertimbangkan kandidat lain, sedangkan angka yang terlalu rendah bisa membuat seseorang kurang menghargai kemampuan dan tanggung jawabnya.

Karena itu, menentukan gaji pertama sebaiknya tidak dilakukan secara asal. Pencari kerja perlu mempertimbangkan posisi yang dilamar, lokasi pekerjaan, kemampuan, pendidikan, pengalaman, serta standar gaji yang berlaku. Dengan persiapan yang tepat, pembahasan mengenai gaji dapat dilakukan secara lebih percaya diri dan profesional.

PAHAMI NILAI DIRI SEBELUM MENENTUKAN GAJI

Sebelum menyebutkan angka gaji, kenali terlebih dahulu kemampuan dan nilai yang dapat diberikan kepada perusahaan. Pendidikan, sertifikat kompetensi, kemampuan teknis, kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi, proyek sekolah, magang, atau portofolio dapat menjadi pertimbangan. Meskipun belum memiliki pengalaman kerja formal, berbagai pengalaman tersebut tetap dapat menunjukkan kesiapan seseorang untuk bekerja.

Pencari kerja juga perlu memahami bahwa gaji bukan hanya ditentukan oleh pendidikan. Perusahaan biasanya mempertimbangkan tanggung jawab pekerjaan, tingkat keterampilan, kebutuhan posisi, serta kondisi pasar tenaga kerja. Oleh sebab itu, buatlah penilaian yang realistis terhadap kemampuan diri sebelum menentukan ekspektasi gaji.

RISET STANDAR GAJI POSISI YANG DILAMAR

Langkah berikutnya adalah melakukan riset gaji untuk posisi yang ingin dilamar. Cari informasi mengenai kisaran penghasilan untuk pekerjaan tersebut berdasarkan kota, industri, tingkat pengalaman, dan jenis perusahaan. Informasi dapat diperoleh dari situs lowongan kerja, laporan pasar tenaga kerja, informasi resmi pemerintah, atau lowongan dari perusahaan yang mencantumkan kisaran gaji.

Perlu diingat bahwa standar gaji dapat berbeda antarwilayah. Pekerjaan dengan posisi yang sama belum tentu menawarkan penghasilan yang sama di setiap kota. Karena itu, jangan hanya menggunakan angka dari satu sumber sebagai patokan, tetapi bandingkan beberapa informasi agar mendapatkan gambaran yang lebih masuk akal.

PERTIMBANGKAN UPAH MINIMUM DI DAERAH

Bagi pencari kerja pertama, upah minimum daerah dapat menjadi salah satu referensi penting. Di Indonesia terdapat ketentuan mengenai upah minimum yang ditetapkan pemerintah, seperti UMP dan UMK sesuai wilayah serta ketentuan yang berlaku. Namun, upah minimum bukan berarti seluruh pekerjaan memiliki gaji yang sama dengan angka tersebut.

Pahami juga status pekerjaan dan ketentuan perusahaan sebelum membandingkan gaji. Selain gaji pokok, perusahaan tertentu dapat memberikan tunjangan, bonus, insentif, uang makan, uang transportasi, atau fasilitas lainnya. Oleh karena itu, lihat keseluruhan paket kompensasi agar penilaian terhadap tawaran pekerjaan tidak hanya berdasarkan satu angka.

SESUAIKAN DENGAN TANGGUNG JAWAB PEKERJAAN

Besarnya tanggung jawab merupakan faktor penting dalam menentukan ekspektasi gaji. Pekerjaan dengan tanggung jawab lebih besar, target yang tinggi, atau keterampilan khusus dapat memiliki kompensasi yang berbeda dibandingkan pekerjaan dengan tugas yang lebih sederhana. Bacalah deskripsi pekerjaan secara teliti sebelum menentukan angka yang ingin disampaikan.

Perhatikan juga persyaratan yang diberikan perusahaan. Jika posisi membutuhkan kemampuan tertentu yang sudah Anda kuasai, kemampuan tersebut dapat menjadi nilai tambah saat negosiasi gaji. Sebaliknya, jika masih berada pada tahap awal dan membutuhkan banyak pelatihan, berikan ekspektasi yang lebih realistis sesuai tingkat pengalaman.

JANGAN HANYA MELIHAT GAJI POKOK

Kesalahan yang sering dilakukan pencari kerja adalah hanya memperhatikan gaji pokok. Padahal, sebuah pekerjaan dapat memberikan berbagai komponen kompensasi lain yang memengaruhi nilai keseluruhan yang diterima karyawan. Tunjangan, bonus, insentif, fasilitas kesehatan, uang transportasi, dan kesempatan mendapatkan pelatihan juga perlu diperhatikan.

Selain kompensasi, pertimbangkan pula kesempatan berkembang di perusahaan. Pekerjaan pertama dapat menjadi tempat untuk membangun pengalaman, keterampilan, koneksi profesional, dan portofolio. Tawaran dengan gaji yang cukup baik tetapi tidak memberikan peluang berkembang belum tentu lebih menguntungkan dibandingkan pekerjaan yang memberikan pengalaman dan pengembangan kompetensi yang kuat.

TENTUKAN RENTANG GAJI YANG REALISTIS

Daripada menentukan satu angka yang terlalu kaku, pencari kerja dapat menyiapkan rentang ekspektasi gaji. Misalnya, setelah melakukan riset dan mempertimbangkan kemampuan, seseorang dapat menentukan batas bawah dan batas atas yang masih masuk akal. Rentang tersebut membantu memberikan ruang dalam proses negosiasi.

Namun, jangan membuat rentang yang terlalu lebar. Pastikan angka yang dipilih tetap sesuai dengan standar posisi dan kemampuan pribadi. Sebelum wawancara, tentukan juga angka minimum yang masih dapat diterima setelah mempertimbangkan biaya perjalanan, kebutuhan kerja, dan manfaat yang diberikan perusahaan.

SIAPKAN JAWABAN SAAT DITANYA EKSPEKTASI GAJI

Pertanyaan mengenai gaji dapat muncul saat wawancara atau proses rekrutmen. Jawablah dengan percaya diri, sopan, dan berdasarkan riset, bukan sekadar menyebut angka tanpa alasan. Jika perusahaan meminta angka, Anda dapat menyampaikan rentang yang realistis dan menjelaskan bahwa angka tersebut disesuaikan dengan posisi, kemampuan, serta standar pasar.

Contohnya, pencari kerja dapat mengatakan bahwa ekspektasi gaji berada pada kisaran tertentu berdasarkan tanggung jawab posisi dan hasil riset terhadap pekerjaan sejenis. Jika perusahaan menawarkan angka berbeda, jangan langsung mengambil keputusan tanpa memahami seluruh kompensasi. Tanyakan dengan sopan mengenai komponen gaji, tunjangan, jam kerja, serta fasilitas yang diberikan.

HINDARI MENENTUKAN GAJI BERDASARKAN GENGSI

Menentukan gaji pertama berdasarkan gengsi atau perbandingan dengan teman bukanlah strategi yang tepat. Setiap orang memiliki latar belakang, keterampilan, lokasi, bidang pekerjaan, dan kondisi perusahaan yang berbeda. Gaji teman atau orang lain tidak selalu dapat dijadikan patokan untuk menentukan nilai sebuah posisi.

Sebaliknya, gunakan data dan kondisi pribadi sebagai dasar pertimbangan. Pekerjaan pertama sebaiknya menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman sekaligus membangun kemampuan profesional. Dengan mempertimbangkan faktor secara menyeluruh, pencari kerja dapat menghindari ekspektasi yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

KESIMPULAN

Menentukan ekspektasi gaji pertama membutuhkan riset dan pertimbangan yang matang. Pencari kerja perlu memahami kemampuan diri, mencari informasi mengenai standar gaji, memperhatikan lokasi dan tanggung jawab pekerjaan, serta mempertimbangkan seluruh komponen kompensasi. Dengan cara tersebut, angka yang disampaikan akan lebih realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jangan takut membicarakan gaji selama dilakukan dengan cara profesional dan berdasarkan informasi yang jelas. Pekerjaan pertama bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan, tetapi juga membangun pengalaman dan keterampilan untuk karier berikutnya. Dengan persiapan yang baik, proses negosiasi gaji dapat menjadi bagian penting dalam membangun karier sejak awal.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya