Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Wakil Wali Kota Bandung Diperiksa Kasus Dugaan Korupsi Pemkot
Informasi 1303 dibaca

Wakil Wali Kota Bandung Diperiksa Kasus Dugaan Korupsi Pemkot

W

Wizdan Ulum

Informasi

Diterbitkan

calendar_today 31 Oktober 2025

<p style="font-size:10px">

sumber img: x.com/pikiran_rakyat

</p>

 

Dinamika politik di Kota Bandung kembali mencuat setelah Erwin, selaku wakil wali kota Bandung resmi menjabat periode 2025–2030, menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung (Kejari Bandung) dalam rangka dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan di lingkungan pemerintahan kota tersebut.

 

Pemeriksaan dan Status Kasus

Pemeriksaan terhadap Erwin dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan yang sedang berlangsung. Kejari Bandung memastikan bahwa perkara telah dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan berdasarkan surat perintah penyidikan. Erwin diperiksa kurang lebih selama 7 jam sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan beberapa pihak di lingkungan Pemkot Bandung. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka karena penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti.

 

BACA JUGA: Utang Proyek Whoosh Membengkak, Pemerintah Cari Solusi Selamatkan BUMN

 

Tuduhan dan Alasan Pemeriksaan

Pemeriksaan dilakukan untuk menegaskan dugaan penyalahgunaan kewenangan yang terjadi di beberapa OPD Kota Bandung. Penyidik menumpuk bukti dan melakukan penggeledahan di beberapa kantor OPD Kota Bandung sebagai bagian dari proses penyidikan. Pihak Kejari Bandung bahkan mempertimbangkan untuk menerapkan pencegahan ke luar negeri terhadap Erwin guna memastikan kelancaran proses hukum.

 

Pernyataan Erwin

Erwin memberikan klarifikasi terkait peran dan statusnya dalam kasus yang sedang ditangani. Dalam konferensi pers, Erwin menegaskan bahwa informasi mengenai OTT terhadap dirinya tidak benar. Ia menyampaikan bahwa hadir sebagai saksi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan dukungan terhadap penegakan hukum, serta menegakkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas di pemerintahan Kota Bandung.

 

Implikasi bagi Pemerintahan Kota Bandung

Kasus ini menimbulkan perhatian publik terkait tata kelola pemerintahan di Kota Bandung.

  • Kejadian ini menghadirkan sorotan tajam terhadap tata kelola pemerintahan Kota Bandung, terutama terkait penggunaan kewenangan dan anggaran.
     
  • Warga dan pengamat menuntut agar pejabat publik menjalankan tugas dengan bersih, terbuka, dan bertanggung jawab.
     
  • Proses ini menjadi momentum bagi Pemkot Bandung untuk memperkuat sistem pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang.
     

Apa Yang Harus Diperhatikan Publik?

Masyarakat dan pejabat publik harus waspada dan aktif memantau perkembangan kasus ini.

  • Masyarakat perlu memantau perkembangan kasus ini agar diketahui sejauh mana transparansi dan kejelasan penanganan oleh institusi hukum.
     
  • Pejabat publik sebaiknya lebih aktif mengkomunikasikan langkah‑langkah untuk mencegah konflik kepentingan dan penyalahgunaan kewenangan.
     
  • Penguatan budaya pemerintahan bersih di tingkat daerah harus menjadi prioritas agar kepercayaan publik tetap terjaga.


Kasus yang melibatkan wakil wali kota Bandung bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga ujian bagi komitmen pemerintahan daerah terhadap tatakelola yang baik. Dengan pemeriksaan yang sudah berjalan dan masih menunggu penetapan tersangka, publik berharap proses berjalan adil, transparan, dan cepat agar kepercayaan masyarakat terjaga.

W

Tentang Penulis

Wizdan Ulum

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.