sumber img: X Atlético de Madrid

 

Dalam leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026Atletico Madrid tampil sangat dominan dan menghancurkan Barcelona dengan skor 4-0 di Stadion Metropolitano, Madrid, Jumat dini hari WIB. Hasil ini memberikan keunggulan besar bagi tim tuan rumah menjelang leg kedua di Camp Nou.

 

Atmosfer pertandingan langsung memanas sejak peluit awal. Pada menit ke-6, Eric Garcia mencetak gol bunuh diri setelah kesalahan operan yang membuat bola masuk ke gawang Barcelona, memberikan keunggulan awal bagi Atletico. Delapan menit kemudian Antoine Griezmann menggandakan skor di menit ke-14 dengan penyelesaian klinis memanfaatkan umpan Nahuel Molina.

Atletico terus menekan hingga Ademola Lookman menambah gol di menit ke-33 dan Julián Álvarez mengunci skor 4-0 di masa injury time babak pertama 45+2. Empat gol di paruh pertama tersebut praktis membuat Barcelona kehilangan kendali permainan.

 

BACA JUGA: Arsenal Ditahan Brentford 1-1, Peluang Menjauh di Puncak Klasemen Tertunda

 

Penguasaan Bola Barcelona Tak Efektif

Meskipun Barcelona sempat mendominasi penguasaan bola pada babak kedua, tim asuhan Hansi Flick gagal mencetak gol yang sah. Mereka sempat mencetak gol melalui Pau Cubarsi di menit ke-52, tetapi momen tersebut kemudian menjadi pusat kontroversi.

 

Kontroversi VAR yang Memicu Kritik

Salah satu momen paling kontroversial terjadi ketika gol Pau Cubarsi dianulir setelah pemeriksaan VAR yang berlangsung sangat lama, sekitar delapan menit. Awalnya gol tersebut sempat disahkan, namun kemudian dibatalkan karena dinilai terjadi offside dalam proses serangan. Keputusan ini memicu kritik dari penggemar dan analis karena proses peninjauan yang dianggap terlalu lama dan kurang transparan.

Selain itu, laga juga diwarnai keputusan wasit yang menaikkan kartu kuning menjadi kartu merah bagi Eric Garcia di menit ke-85 setelah pelanggaran keras terhadap Alex Baena. Situasi tersebut membuat Barcelona harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain, semakin memperburuk keadaan mereka di akhir laga.

 

Reaksi Pelatih dan Implikasi Laga

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menggambarkan kekalahan ini sebagai peringatan keras bagi timnya dan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh menjelang leg kedua. Sementara itu, pelatih Atletico, Diego Simeone, memuji energi serta intensitas permainan anak asuhnya yang tampil agresif sejak awal pertandingan.

 

Kemenangan telak ini menunjukkan dominasi Atletico Madrid sejak menit awal, sekaligus menempatkan Barcelona dalam situasi sulit untuk membalikkan agregat di leg kedua. Leg lanjutan di Camp Nou akan menjadi ujian besar bagi Blaugrana dalam upaya menjaga asa menuju final Copa del Rey.