Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) melaksanakan kunjungan ke SLB Negeri Grobogan pada 13 Januari 2026 dengan fokus pada pendekatan personal antara mahasiswa dan siswa disabilitas. Kegiatan ini dikenal sebagai program kaka asuh dan adik asuh, yang bertujuan membangun kedekatan emosional sekaligus dukungan akademik dan sosial.

Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa dengan kebutuhan khusus, khususnya tuna rungu dan tuna grahita yang menempuh pendidikan di SLB Negeri Grobogan. Melalui interaksi langsung, mahasiswa Universitas Stekom berperan sebagai kakak asuh yang memberikan motivasi, pendampingan, dan penguatan kepercayaan diri bagi adik asuh mereka.

Selain membangun keakraban, kegiatan ini juga memiliki tujuan strategis, yakni menyeleksi siswa kelas X, XI, dan XII yang dinilai siap untuk memasuki dunia kerja. Proses seleksi dilakukan dengan pendekatan humanis dan berbasis potensi, sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan yang adil untuk menunjukkan kemampuannya.

Yang membedakan kegiatan kali ini adalah kehadiran duta inklusi terpilih dari SMK dan SMA di Purwodadi. Mereka adalah Syafa Umi Roshinta, Jelita Siti Mudma’innah, Laila Nur Fitria, dan Sentot Sutaji, yang turut berperan dalam memberikan sosialisasi strategi kebekerjaan kepada siswa SLB Negeri Grobogan.

Para duta tersebut berbagi pengalaman, wawasan, dan motivasi kepada siswa berkebutuhan khusus mengenai pentingnya persiapan kerja, sikap profesional, dan keberanian untuk bermimpi. Pendekatan sebaya ini terbukti efektif dalam membangun semangat dan optimisme di kalangan siswa.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, duta inklusi, dan pihak sekolah, Universitas Stekom berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung transisi siswa disabilitas dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Hal ini sejalan dengan visi universitas dalam mencetak lulusan dan mitra yang berdaya saing serta berkarakter inklusif.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model berkelanjutan bagi program pendampingan siswa disabilitas, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkeadilan.