University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 59 views

Antara Ambisi dan FOMO Akademik Pilihan Sulit Mahasiswa?

G

Gusti Ayu Tita P

20 Februari 2026

Bagikan:
Antara Ambisi dan FOMO Akademik Pilihan Sulit Mahasiswa?

Kehidupan kampus sering dipersepsikan sebagai fase penting untuk membangun masa depan. Di satu sisi, mahasiswa dituntut memiliki ambisi agar mampu berkembang dan berdaya saing. Di sisi lain, tekanan lingkungan memunculkan FOMO akademik yang membuat mahasiswa merasa harus selalu mengejar berbagai peluang. Kondisi ini menempatkan mahasiswa pada pilihan sulit: bergerak karena ambisi pribadi atau karena takut tertinggal?

MEMAHAMI AMBISI DALAM KEHIDUPAN MAHASISWA

Ambisi merupakan dorongan internal yang mendorong mahasiswa menetapkan target dan berusaha mencapainya. Ambisi yang sehat lahir dari kesadaran diri, minat, serta tujuan jangka panjang. Mahasiswa dengan ambisi yang terarah cenderung mampu memilih kegiatan yang relevan dan memberi makna bagi perkembangan dirinya.

Dalam konteks akademik, ambisi berperan penting sebagai penggerak prestasi dan pengembangan potensi.

APA ITU FOMO AKADEMIK?

FOMO akademik adalah rasa takut kehilangan peluang akademik atau nonakademik yang dianggap penting. Mahasiswa yang mengalami FOMO dapat merasa gelisah ketika tidak mengikuti kegiatan yang sedang ramai di lingkungan kampus. Mereka mungkin merasa harus mengikuti seminar, organisasi, lomba, kepanitiaan, atau program tertentu karena melihat banyak teman melakukan hal yang sama. Dorongan tersebut sering kali muncul tanpa mempertimbangkan apakah kegiatan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan dirinya.

FOMO dapat semakin kuat ketika mahasiswa sering membandingkan pencapaiannya dengan orang lain. Melihat teman mendapatkan sertifikat, memenangkan kompetisi, mengikuti program bergengsi, atau memiliki banyak kegiatan dapat menimbulkan perasaan tertinggal. Masalahnya bukan pada keinginan untuk berkembang, tetapi pada alasan di balik keputusan tersebut. Jika seseorang terus mengikuti aktivitas karena takut dianggap kurang produktif, kegiatan yang seharusnya memberikan pengalaman justru dapat menjadi sumber tekanan.

PERBEDAAN AMBISI SEHAT DAN FOMO AKADEMIK

Ambisi sehat biasanya ditandai dengan rasa antusias, fokus, dan kepuasan dalam proses. Mahasiswa menjalani aktivitas karena memiliki alasan yang jelas dan ingin mendapatkan pengalaman atau kemampuan tertentu. Mereka mampu menentukan prioritas dan tidak merasa harus mengikuti semua peluang yang tersedia. Sementara itu, FOMO akademik lebih sering ditandai dengan kecemasan dan dorongan untuk terus mengikuti kegiatan karena takut tertinggal.

Perbedaan lainnya dapat dilihat dari respons setelah mencapai suatu tujuan. Mahasiswa yang memiliki ambisi sehat cenderung merasa puas karena berhasil mencapai target yang memang diinginkan. Sebaliknya, mahasiswa yang didorong FOMO dapat langsung mencari pencapaian berikutnya tanpa merasa cukup. Ambisi memberikan arah, sedangkan FOMO sering membuat seseorang terus mengejar tanpa mengetahui tujuan akhirnya. Mengenali perbedaan tersebut dapat membantu mahasiswa mengambil keputusan secara lebih sadar.

TEKANAN LINGKUNGAN YANG MEMPERKUAT FOMO AKADEMIK

Lingkungan kampus yang kompetitif dan budaya produktif dapat memperkuat FOMO akademik. Mahasiswa sering melihat pencapaian teman melalui percakapan sehari-hari, grup kampus, maupun media sosial. Informasi mengenai keberhasilan orang lain sebenarnya dapat menjadi motivasi, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan jika dibandingkan secara berlebihan. Mahasiswa mungkin merasa dirinya tidak cukup aktif hanya karena melihat aktivitas orang lain yang lebih banyak.

Media sosial juga cenderung menampilkan sisi pencapaian tanpa memperlihatkan seluruh proses di baliknya. Seseorang mungkin hanya melihat sertifikat, penghargaan, atau kegiatan yang diunggah oleh temannya tanpa mengetahui waktu, tenaga, dan kondisi yang harus dilalui. Perbandingan sosial yang tidak sehat dapat membuat mahasiswa menetapkan standar yang tidak sesuai dengan kemampuan dan kondisinya sendiri. Karena itu, informasi dari lingkungan sebaiknya digunakan sebagai referensi, bukan sebagai ukuran mutlak keberhasilan.

DAMPAK AMBISI DAN FOMO AKADEMIK TERHADAP MAHASISWA

Ambisi yang sehat dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan mahasiswa. Dorongan untuk mencapai tujuan dapat meningkatkan motivasi belajar, kedisiplinan, rasa percaya diri, dan keinginan untuk mengembangkan kemampuan. Mahasiswa juga cenderung lebih aktif mencari pengalaman yang mendukung rencana masa depannya. Selama target yang dibuat realistis, ambisi dapat menjadi energi positif untuk berkembang.

Sebaliknya, FOMO akademik yang berlebihan dapat membuat mahasiswa mengambil terlalu banyak aktivitas. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kelelahan, kesulitan mengatur waktu, menurunnya fokus belajar, dan munculnya tekanan ketika tidak mampu memenuhi semua tuntutan. Mahasiswa juga dapat kehilangan kesempatan untuk menikmati proses karena terlalu berfokus pada pencapaian. Jika berlangsung terus-menerus, aktivitas yang dilakukan dapat terasa seperti kewajiban tanpa memberikan manfaat yang sesuai.

STRATEGI MENGAMBIL PILIHAN SECARA SADAR

Untuk menghadapi dilema antara ambisi dan FOMO akademik, mahasiswa perlu mengambil keputusan secara sadar. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Menentukan tujuan pribadi yang jelas
  2. Mengevaluasi alasan di balik setiap pilihan aktivitas
  3. Memilih kualitas pengalaman dibanding kuantitas
  4. Mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain
  5. Menjaga keseimbangan antara pencapaian dan kesehatan mental

Langkah-langkah ini membantu mahasiswa tetap ambisius tanpa terjebak dalam FOMO akademik.

KESIMPULAN

Antara ambisi dan FOMO akademik, mahasiswa memang berada pada persimpangan yang tidak mudah. Ambisi diperlukan untuk berkembang, tetapi ketika bercampur dengan FOMO akademik, pilihan menjadi tidak sehat. Kunci utamanya adalah kesadaran diri dan keberanian untuk memilih jalur yang sesuai dengan tujuan pribadi. Mahasiswa tidak harus mengikuti semua peluang, melainkan memilih yang paling bermakna. Dengan demikian, ambisi tetap terjaga tanpa harus dikendalikan oleh rasa takut tertinggal.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.