Apa Dampak Pansos bagi Pertemanan?
Gusti Ayu Tita P
24 September 2026
Pansos atau panjat sosial merupakan perilaku yang sering dikaitkan dengan usaha mendapatkan perhatian, pengakuan, atau popularitas melalui hubungan dengan orang lain. Di media sosial, perilaku ini dapat terlihat ketika seseorang sering menunjukkan kedekatan dengan orang yang lebih dikenal atau memiliki banyak pengikut. Pansos tidak hanya memengaruhi citra seseorang, tetapi juga dapat berdampak pada hubungan pertemanan.
Dampaknya bisa berbeda tergantung cara dan tujuan seseorang melakukan pansos. Jika dilakukan secara berlebihan, perilaku tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman dan membuat hubungan menjadi kurang nyaman. Berikut beberapa dampak pansos yang dapat dirasakan dalam pertemanan.
MENIMBULKAN KESAN MENCARI PERHATIAN
Pansos yang terlalu sering dilakukan dapat membuat teman menganggap seseorang terlalu mengejar perhatian atau popularitas. Misalnya, seseorang hanya terlihat aktif ketika ada teman yang populer atau memiliki banyak pengikut. Kebiasaan tersebut dapat membuat teman mempertanyakan alasan di balik interaksi yang dilakukan.
Jika kesan tersebut terus muncul, hubungan pertemanan dapat menjadi kurang nyaman. Teman mungkin merasa bahwa hubungan yang terjalin tidak sepenuhnya didasarkan pada ketulusan. Hal ini dapat memengaruhi cara teman melihat dan merespons perilaku tersebut.
MEMUNCULKAN KESALAHPAHAMAN DALAM PERTEMANAN
Pansos juga dapat menyebabkan kesalahpahaman antara seseorang dan teman-temannya. Tindakan yang sebenarnya hanya bertujuan untuk membuat konten atau mendapatkan perhatian bisa dianggap sebagai usaha memanfaatkan hubungan. Tanpa komunikasi yang baik, perbedaan pemahaman tersebut dapat berkembang menjadi masalah.
Kesalahpahaman dapat semakin besar ketika aktivitas tersebut sering dilakukan di depan publik. Teman yang merasa tidak nyaman mungkin memilih untuk menjaga jarak. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan perasaan orang lain ketika membagikan interaksi pertemanan di media sosial.
MEMENGARUHI KEPERCAYAAN ANTARTEMAN
Kepercayaan merupakan salah satu dasar penting dalam pertemanan. Ketika seseorang dianggap hanya mendekati teman tertentu karena popularitas atau keuntungan sosial, rasa percaya dapat berkurang. Teman bisa menjadi ragu apakah hubungan tersebut benar-benar didasarkan pada kepedulian.
Kepercayaan yang berkurang tidak selalu langsung membuat pertemanan berakhir. Namun, hubungan dapat menjadi lebih berhati-hati dan tidak sebebas sebelumnya. Jika ingin menjaga pertemanan, interaksi sebaiknya tetap dilakukan dengan tulus tanpa menjadikan popularitas sebagai tujuan utama.
DAPAT MEMBUAT HUBUNGAN MENJADI TIDAK SEIMBANG
Pansos dapat membuat hubungan pertemanan terasa tidak seimbang ketika satu pihak terus mendapatkan perhatian sementara pihak lain hanya dijadikan sebagai sarana untuk memperoleh popularitas. Kondisi ini dapat membuat salah satu pihak merasa kurang dihargai. Dalam jangka panjang, perasaan tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dalam berteman.
Pertemanan yang sehat membutuhkan hubungan dua arah. Kedua pihak perlu merasa dihargai dan memiliki ruang untuk menjadi diri sendiri. Karena itu, hubungan sebaiknya tidak hanya dibangun berdasarkan seberapa populer atau berpengaruh seseorang di media sosial.
DAPAT MEMENGARUHI KUALITAS PERTEMANAN
Jika pansos menjadi kebiasaan, seseorang mungkin lebih banyak berfokus pada bagaimana hubungan terlihat di media sosial daripada kualitas hubungan yang sebenarnya. Pertemanan akhirnya lebih sering digunakan untuk membuat konten atau mendapatkan perhatian. Hal tersebut dapat mengurangi kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan bermakna.
Pertemanan tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering seseorang terlihat bersama di media sosial. Kepercayaan, komunikasi, kepedulian, dan saling menghargai juga memiliki peran penting. Dengan menjaga hubungan secara tulus, seseorang dapat tetap aktif di media sosial tanpa mengorbankan kualitas pertemanannya.
KESIMPULAN
Pansos dapat memberikan berbagai dampak bagi pertemanan, terutama jika dilakukan secara berlebihan. Perilaku tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman, mengurangi kepercayaan, dan membuat hubungan terasa tidak seimbang. Dampaknya akan semakin terlihat ketika seseorang lebih mementingkan popularitas daripada hubungan yang sebenarnya.
Karena itu, penting untuk menjaga batas antara membagikan pertemanan di media sosial dan memanfaatkan hubungan demi perhatian. Pertemanan yang sehat sebaiknya dibangun dengan ketulusan, komunikasi, dan saling menghargai, bukan hanya berdasarkan popularitas di dunia online.
About the Author
Gusti Ayu Tita P
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.