University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 100 views

Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Kesehatan Mental?

G

Gusti Ayu Tita P

28 Februari 2026

Bagikan:
Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Kesehatan Mental?

Gadget telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Smartphone, tablet, dan komputer membantu manusia berkomunikasi, belajar, bekerja, mencari informasi, hingga menikmati hiburan. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan dapat menimbulkan masalah ketika waktu menggunakan perangkat mulai mengganggu tidur, aktivitas fisik, hubungan sosial, pekerjaan, atau kegiatan penting lainnya. Dampaknya terhadap kesehatan mental juga tidak selalu sama pada setiap orang karena dipengaruhi usia, jenis aktivitas digital, kondisi lingkungan, serta kebiasaan pengguna. WHO menekankan bahwa hubungan antara penggunaan teknologi dan kesehatan mental bersifat kompleks dan dapat berlangsung dua arah.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN PENGGUNAAN GADGET BERLEBIHAN?

Penggunaan gadget berlebihan bukan hanya ditentukan oleh jumlah jam seseorang berada di depan layar. Hal yang lebih penting adalah apakah penggunaan gadget mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat dikatakan memiliki pola penggunaan yang bermasalah ketika sulit berhenti menggunakan perangkat, terus mengecek notifikasi, mengabaikan tugas, atau mengurangi waktu tidur demi bermain gadget. Kondisi tersebut juga dapat terlihat ketika seseorang kehilangan minat terhadap aktivitas lain karena terlalu fokus pada dunia digital. APA menyebut beberapa tanda penggunaan media sosial yang bermasalah, seperti sulit mengendalikan penggunaan dan terus menggunakannya meskipun sudah mengganggu aktivitas penting.

Karena itu, tidak tepat jika semua penggunaan gadget dianggap berbahaya. Belajar, bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, dan menggunakan layanan kesehatan secara digital dapat memberikan manfaat. Masalah biasanya muncul ketika penggunaan tidak terkontrol dan menggantikan kebutuhan dasar seperti tidur, olahraga, interaksi langsung, serta waktu istirahat. WHO juga menyatakan bahwa teknologi memiliki dampak positif dan negatif sehingga penggunaannya perlu diarahkan agar tetap sehat dan seimbang.

MENINGKATKAN RISIKO STRES DAN KELELAHAN MENTAL

Penggunaan gadget tanpa jeda dapat membuat otak terus menerima informasi, notifikasi, pesan, video, dan berbagai rangsangan lainnya. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa sulit benar-benar beristirahat karena perhatian terus tertarik pada perangkat. Paparan informasi yang terlalu banyak juga dapat membuat seseorang merasa kewalahan, terutama ketika harus mengikuti banyak percakapan atau berita dalam waktu bersamaan. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap kelelahan mental dan membuat seseorang lebih mudah merasa tertekan.

Masalah dapat semakin besar ketika gadget digunakan sebagai pelarian setiap kali seseorang merasa bosan, sedih, atau stres. Penggunaan seperti ini tidak selalu menyelesaikan penyebab masalah dan justru dapat membentuk kebiasaan untuk terus mencari stimulasi dari layar. WHO menjelaskan bahwa hubungan antara penggunaan teknologi dan kesehatan mental dapat bersifat dua arah, karena masalah kesehatan mental juga dapat mendorong seseorang menggunakan teknologi secara lebih intensif.

MENGGANGGU KUALITAS TIDUR

Salah satu dampak yang paling sering dikaitkan dengan penggunaan gadget berlebihan adalah terganggunya waktu dan kualitas tidur. Kebiasaan bermain game, menonton video, atau menggunakan media sosial hingga larut malam dapat membuat seseorang tidur lebih lambat. Notifikasi dan keinginan untuk terus memeriksa perangkat juga dapat membuat pikiran tetap aktif ketika seharusnya mulai beristirahat. APA mencatat bahwa penggunaan teknologi, terutama menjelang waktu tidur, berkaitan dengan gangguan tidur pada remaja.

Kurang tidur kemudian dapat memengaruhi kondisi emosional pada hari berikutnya. Seseorang mungkin menjadi lebih mudah marah, sulit berkonsentrasi, kurang bersemangat, dan lebih sulit mengendalikan emosi. Dalam jangka panjang, kebiasaan tidur yang buruk dapat mengganggu kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, membatasi penggunaan gadget sebelum tidur merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga keseimbangan digital.

MEMICU KECEMASAN DAN PERBANDINGAN SOSIAL

Media sosial membuat seseorang dapat melihat kehidupan, pencapaian, penampilan, dan aktivitas orang lain setiap saat. Jika tidak disikapi secara sehat, kebiasaan tersebut dapat mendorong perbandingan sosial. Seseorang mungkin merasa hidupnya kurang berhasil ketika terus melihat unggahan orang lain yang tampak lebih bahagia, sukses, menarik, atau produktif. Padahal, konten media sosial umumnya hanya menampilkan bagian tertentu dari kehidupan seseorang dan tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya.

Tekanan untuk mendapatkan perhatian melalui jumlah suka, komentar, pengikut, atau respons lainnya juga dapat memengaruhi suasana hati. Pada sebagian pengguna, komentar negatif, cyberbullying, atau konten yang berkaitan dengan penampilan dapat meningkatkan tekanan psikologis. APA merekomendasikan agar remaja membatasi penggunaan media sosial yang mendorong perbandingan sosial, khususnya terkait kecantikan dan penampilan.

MENURUNKAN INTERAKSI SOSIAL SECARA LANGSUNG

Gadget sebenarnya dapat membantu manusia tetap terhubung dengan keluarga, teman, dan komunitas. Namun, penggunaan berlebihan dapat menjadi masalah jika komunikasi digital mulai menggantikan interaksi tatap muka secara terus-menerus. Seseorang mungkin lebih sering berkomunikasi melalui layar daripada berbicara langsung dengan orang di sekitarnya. Dalam kondisi tertentu, kebiasaan tersebut dapat membuat hubungan sosial menjadi kurang berkualitas.

Interaksi langsung penting karena membantu seseorang memahami ekspresi wajah, bahasa tubuh, emosi, dan respons orang lain secara lebih utuh. Waktu yang terlalu banyak digunakan untuk gadget juga dapat mengurangi kesempatan melakukan kegiatan bersama keluarga, teman, olahraga, atau hobi. APA menekankan bahwa penggunaan media sosial seharusnya tidak mengurangi kesempatan remaja untuk melakukan interaksi sosial secara langsung.

MENURUNKAN KONSENTRASI DAN PRODUKTIVITAS

Notifikasi yang muncul berulang kali dapat membuat perhatian seseorang mudah teralihkan. Ketika sedang belajar atau bekerja, kebiasaan berpindah dari tugas utama ke media sosial, pesan, atau video dapat membuat pekerjaan menjadi lebih lama selesai. Gangguan perhatian berulang juga dapat membuat seseorang kesulitan mempertahankan fokus dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, produktivitas dapat menurun meskipun seseorang merasa sudah menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.

Penggunaan gadget berlebihan juga dapat mengurangi waktu untuk kegiatan yang mendukung kesehatan mental, seperti berolahraga, membaca, beristirahat, dan berinteraksi dengan orang lain. APA mencatat bahwa penggunaan layar yang berlebihan dapat mengurangi kesempatan anak dan remaja melakukan aktivitas penting bagi perkembangan, termasuk tidur, aktivitas fisik, hobi, dan interaksi langsung.

MENINGKATKAN RISIKO PENGGUNAAN GADGET YANG SULIT DIKENDALIKAN

Tidak semua orang yang sering menggunakan gadget mengalami ketergantungan atau gangguan perilaku. Namun, kesulitan mengendalikan penggunaan gadget merupakan tanda yang perlu diperhatikan. Contohnya adalah terus menggunakan media sosial meskipun sudah berniat berhenti, merasa sangat ingin membuka aplikasi tertentu, atau mengabaikan tugas karena ingin tetap menggunakan perangkat. Tanda lainnya adalah penggunaan gadget terus bertambah hingga mengganggu sekolah, pekerjaan, hubungan sosial, atau rutinitas sehari-hari.

WHO juga melaporkan adanya peningkatan penggunaan media sosial yang bermasalah di kalangan remaja. Dalam data HBSC yang mencakup hampir 280.000 anak muda berusia 11, 13, dan 15 tahun dari 44 negara dan wilayah, prevalensi tanda penggunaan media sosial bermasalah meningkat dari 7 persen pada 2018 menjadi 11 persen pada 2022. Data tersebut menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan digital yang sehat, terutama pada kelompok usia muda.

CARA MENGURANGI DAMPAK GADGET TERHADAP KESEHATAN MENTAL

Mengurangi dampak gadget tidak selalu berarti harus berhenti menggunakan teknologi. Langkah yang lebih realistis adalah mengatur penggunaan berdasarkan kebutuhan dan prioritas. Mulailah dengan menetapkan waktu bebas gadget, terutama ketika makan, belajar, bekerja, berinteraksi dengan keluarga, dan menjelang tidur. Matikan notifikasi yang tidak penting agar perhatian tidak terus-menerus tertarik ke layar.

Selain itu, isi waktu luang dengan aktivitas yang mendukung kesehatan fisik dan mental. Olahraga, tidur cukup, bertemu orang lain secara langsung, menjalankan hobi, dan melakukan aktivitas di luar ruangan dapat membantu menciptakan keseimbangan. Penggunaan aplikasi pembatas waktu juga dapat membantu seseorang mengetahui pola penggunaan gadgetnya. Yang terpenting, jangan hanya berfokus pada jumlah waktu layar, tetapi perhatikan apakah penggunaan tersebut mengganggu kebutuhan dasar dan aktivitas penting sehari-hari.

KAPAN PENGGUNAAN GADGET PERLU DIWASPADAI?

Penggunaan gadget perlu mendapat perhatian lebih ketika seseorang tidak mampu mengurangi penggunaannya meskipun sudah mengetahui dampak negatifnya. Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan pola tidur, penurunan prestasi belajar atau pekerjaan, menarik diri dari lingkungan, kehilangan minat terhadap aktivitas sebelumnya, serta munculnya tekanan emosional yang menetap. Jika penggunaan gadget mulai mengganggu fungsi sehari-hari secara nyata, masalah tersebut sebaiknya tidak dianggap sekadar kebiasaan biasa.

Pada kondisi yang mengkhawatirkan, berbicara dengan orang yang dipercaya dapat menjadi langkah awal. Jika muncul keluhan psikologis yang menetap atau semakin berat, bantuan dari tenaga profesional kesehatan mental dapat dipertimbangkan. Pendekatan yang tepat bukan sekadar melarang penggunaan gadget, tetapi memahami penyebab penggunaannya dan membangun kebiasaan digital yang lebih sehat. WHO juga menekankan pentingnya layanan kesehatan mental yang mudah diakses bagi anak dan remaja yang mengalami masalah terkait lingkungan digital.

KESIMPULAN

Penggunaan gadget berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental, terutama ketika perangkat mulai mengganggu tidur, aktivitas fisik, hubungan sosial, konsentrasi, dan rutinitas sehari-hari. Dampaknya dapat berupa meningkatnya tekanan psikologis, gangguan tidur, kecemasan, perbandingan sosial, serta kesulitan mengendalikan penggunaan media digital. Namun, gadget bukan sesuatu yang sepenuhnya buruk karena teknologi juga memberikan manfaat besar untuk pendidikan, komunikasi, pekerjaan, hiburan, dan akses informasi.

Karena itu, tujuan utamanya bukan menghindari teknologi sepenuhnya, melainkan menciptakan keseimbangan penggunaan gadget. Gunakan perangkat sesuai kebutuhan, berikan waktu untuk tidur dan beristirahat, tetap aktif secara fisik, serta pertahankan hubungan sosial secara langsung. Dengan kebiasaan yang lebih teratur, manfaat teknologi dapat diperoleh tanpa membiarkannya mengambil alih kehidupan sehari-hari.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.