University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 23 views

Apa Saja Tren Gaya Hidup yang Populer di Kalangan Mahasiswa?

G

Gusti Ayu Tita P

28 September 2026

Bagikan:
Apa Saja Tren Gaya Hidup yang Populer di Kalangan Mahasiswa?

Gaya hidup mahasiswa terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi, media sosial, budaya populer, serta perubahan cara masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari. Kehidupan mahasiswa saat ini tidak hanya berkaitan dengan kegiatan perkuliahan, tetapi juga mencakup cara mengatur waktu, menjaga kesehatan, menggunakan teknologi, bersosialisasi, mengelola keuangan, hingga menentukan pilihan hiburan.

Tren gaya hidup mahasiswa dapat muncul dari berbagai sumber, termasuk media sosial, lingkungan pertemanan, perkembangan teknologi, dan perubahan kebutuhan generasi muda. Sebagian tren memberikan dampak positif karena mendorong mahasiswa menjadi lebih produktif, sehat, kreatif, dan mandiri. Namun, beberapa tren juga perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan perilaku konsumtif atau mengganggu prioritas akademik.

Memahami berbagai tren gaya hidup dapat membantu mahasiswa menentukan kebiasaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Lalu, apa saja tren gaya hidup yang banyak berkembang di kalangan mahasiswa?

GAYA HIDUP DIGITAL SEMAKIN MELEKAT DENGAN KEHIDUPAN MAHASISWA

Teknologi digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari mahasiswa. Smartphone, laptop, internet, media sosial, dan berbagai aplikasi digunakan untuk belajar, berkomunikasi, mencari informasi, hiburan, hingga mengatur kegiatan.

Mahasiswa juga semakin terbiasa melakukan berbagai aktivitas melalui platform digital. Membayar kebutuhan, membeli barang, mencari transportasi, mengikuti kelas, hingga berkomunikasi dengan teman dapat dilakukan menggunakan perangkat digital.

Gaya hidup digital memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan pengendalian. Mahasiswa perlu mengetahui kapan teknologi membantu produktivitas dan kapan penggunaannya justru mengganggu konsentrasi.

KEBIASAAN HIDUP SEHAT SEMAKIN MENARIK

Kesadaran mengenai kesehatan mulai menjadi bagian dari gaya hidup sebagian mahasiswa. Aktivitas seperti olahraga, berjalan kaki, mengatur pola makan, minum air yang cukup, dan menjaga waktu istirahat semakin mendapat perhatian.

Olahraga dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai kondisi masing-masing. Mahasiswa dapat memilih aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, berlari, olahraga di rumah, atau mengikuti kegiatan olahraga bersama teman.

Gaya hidup sehat tidak harus selalu mahal atau rumit. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat sekaligus membantu mahasiswa menjaga stamina untuk menjalani aktivitas akademik.

OLAHRAGA DAN FITNESS MENJADI AKTIVITAS POPULER

Selain untuk kesehatan, olahraga juga menjadi aktivitas sosial bagi sebagian mahasiswa. Gym, jogging, olahraga bersama komunitas, dan berbagai kegiatan fisik dapat menjadi cara untuk mengisi waktu luang.

Media sosial turut membuat berbagai jenis olahraga lebih mudah dikenal. Mahasiswa dapat menemukan informasi mengenai latihan, teknik olahraga, atau komunitas yang sesuai dengan minatnya.

Namun, mahasiswa sebaiknya tidak mengikuti tren olahraga secara berlebihan hanya karena ingin meniru orang lain. Jenis dan intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan masing-masing.

GAYA HIDUP MINIMALIS MULAI DILIRIK

Gaya hidup minimalis menekankan penggunaan barang dan sumber daya secara lebih sederhana serta terarah. Di kalangan mahasiswa, konsep ini dapat diterapkan dengan mengurangi pembelian barang yang tidak diperlukan, menata ruang belajar, dan memilih barang berdasarkan fungsi.

Kehidupan mahasiswa yang lebih sederhana dapat membantu mengurangi pengeluaran tertentu. Selain itu, lingkungan yang tidak terlalu penuh dengan barang dapat membuat ruang belajar terasa lebih teratur.

Minimalisme bukan berarti harus memiliki sedikit barang sebanyak mungkin, tetapi lebih berkaitan dengan memilih sesuatu berdasarkan kebutuhan dan manfaat. Mahasiswa dapat menerapkannya sesuai kondisi dan kemampuan tanpa harus mengikuti standar tertentu.

THRIFTING DAN FASHION YANG LEBIH TERJANGKAU

Thrifting menjadi salah satu tren yang dikenal di kalangan anak muda. Membeli pakaian bekas yang masih layak dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pakaian dengan harga lebih terjangkau.

Selain pertimbangan harga, sebagian orang tertarik karena dapat menemukan model pakaian yang unik. Tren ini juga sering dikaitkan dengan upaya memperpanjang penggunaan barang.

Namun, mahasiswa tetap perlu memperhatikan kondisi barang, kebersihan, dan kebutuhan sebelum membeli. Mengikuti tren fashion tetap perlu disesuaikan dengan anggaran pribadi agar tidak menimbulkan pengeluaran berlebihan.

KEBIASAAN MENGATUR KEUANGAN SEMAKIN DIPERHATIKAN

Mahasiswa mulai mengenal pentingnya mengelola uang secara lebih teratur. Kebutuhan kuliah, transportasi, makanan, tempat tinggal, hiburan, dan kebutuhan pribadi membuat kemampuan mengatur keuangan menjadi penting.

Salah satu kebiasaan yang dapat dilakukan adalah mencatat pemasukan dan pengeluaran. Dengan catatan sederhana, mahasiswa dapat mengetahui ke mana uang digunakan dan mengidentifikasi pengeluaran yang dapat dikurangi.

Literasi keuangan membantu mahasiswa membuat keputusan pengeluaran yang lebih terencana. Kebiasaan tersebut juga dapat menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki dunia kerja dan mulai mengelola pendapatan sendiri.

TREN CASHLESS DAN PEMBAYARAN DIGITAL

Pembayaran digital semakin sering digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Mahasiswa dapat menggunakan layanan pembayaran digital untuk membeli makanan, transportasi, kebutuhan kuliah, atau berbagai barang lainnya.

Kemudahan pembayaran digital membuat transaksi menjadi lebih praktis. Namun, kemudahan tersebut juga dapat membuat seseorang kurang menyadari jumlah uang yang dikeluarkan jika tidak melakukan pencatatan.

Kemudahan transaksi perlu diimbangi dengan kontrol keuangan. Mahasiswa tetap perlu mengetahui batas pengeluaran dan memastikan transaksi digital dilakukan melalui layanan yang aman.

COFFEE SHOP DAN RUANG PUBLIK SEBAGAI TEMPAT BERAKTIVITAS

Coffee shop dan ruang publik tertentu sering digunakan mahasiswa untuk belajar, mengerjakan tugas, berdiskusi, atau sekadar bertemu teman. Perubahan gaya belajar dan kebutuhan akan ruang yang nyaman membuat tempat seperti ini menjadi bagian dari aktivitas sosial sebagian mahasiswa.

Meski demikian, mahasiswa perlu mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan. Tidak semua aktivitas belajar harus dilakukan di tempat yang membutuhkan pembelian makanan atau minuman.

Tempat belajar sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan, kenyamanan, dan kemampuan finansial. Perpustakaan kampus, ruang belajar, atau fasilitas kampus juga dapat menjadi alternatif yang lebih hemat.

TRAVELING DAN EKSPLORASI TEMPAT BARU

Sebagian mahasiswa tertarik melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman baru. Traveling dapat menjadi sarana untuk mengenal tempat, budaya, makanan, dan lingkungan yang berbeda.

Perjalanan juga dapat memberikan pengalaman sosial dan membantu mahasiswa keluar dari rutinitas perkuliahan. Namun, aktivitas tersebut perlu direncanakan dengan baik agar tidak mengganggu jadwal kuliah maupun kondisi keuangan.

Traveling sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan dan prioritas. Mahasiswa dapat memilih perjalanan sederhana yang tetap memberikan pengalaman tanpa memaksakan pengeluaran di luar anggaran.

SELF DEVELOPMENT DAN PENGEMBANGAN DIRI

Pengembangan diri menjadi bagian dari gaya hidup yang semakin mendapat perhatian. Mahasiswa dapat mengikuti seminar, kursus, webinar, pelatihan, organisasi, komunitas, maupun kegiatan lain untuk meningkatkan kemampuan.

Topik pengembangan diri dapat beragam, mulai dari komunikasi, kepemimpinan, bahasa, teknologi, manajemen waktu, hingga keterampilan profesional. Aktivitas tersebut dapat membantu mahasiswa mengenali minat dan kemampuan yang dimiliki.

Pengembangan diri akan lebih bermanfaat apabila dilakukan berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang jelas. Mahasiswa tidak perlu mengikuti semua tren pelatihan, tetapi dapat memilih kegiatan yang relevan dengan perkembangan akademik maupun karier.

PERSONAL BRANDING DI MEDIA SOSIAL

Media sosial juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun personal branding. Karya, pengalaman organisasi, kegiatan akademik, dan kemampuan tertentu dapat dibagikan untuk menunjukkan identitas profesional.

Personal branding tidak harus dilakukan dengan membuat konten setiap hari. Mahasiswa dapat memulainya dengan membagikan karya atau pengalaman yang relevan dengan bidang yang diminati.

Jejak digital perlu dikelola secara bertanggung jawab. Konten yang dibagikan sebaiknya dipertimbangkan terlebih dahulu karena dapat menjadi bagian dari citra digital seseorang di masa depan.

CONTENT CREATOR DAN KREATIVITAS DIGITAL

Perkembangan media sosial membuat aktivitas membuat konten semakin mudah dilakukan. Mahasiswa dapat membuat video, fotografi, desain, tulisan, podcast, atau konten edukasi sesuai minat.

Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mengembangkan kreativitas sekaligus melatih kemampuan komunikasi. Jika dilakukan secara konsisten, karya digital juga dapat menjadi portofolio yang berguna untuk kegiatan akademik atau karier.

Kreativitas digital dapat dikembangkan tanpa harus selalu mengejar popularitas. Fokus pada kualitas, proses belajar, dan konsistensi dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan.

MEMBANGUN KESEIMBANGAN ANTARA KULIAH DAN KEHIDUPAN PRIBADI

Mahasiswa memiliki berbagai tanggung jawab, mulai dari menghadiri perkuliahan hingga mengerjakan tugas dan mengikuti kegiatan lainnya. Karena itu, kemampuan menjaga keseimbangan menjadi penting.

Waktu untuk belajar perlu diimbangi dengan istirahat, bersosialisasi, olahraga, dan kegiatan pribadi. Terlalu fokus pada satu aktivitas dapat membuat mahasiswa mengalami kelelahan atau kehilangan waktu untuk kebutuhan lainnya.

Manajemen waktu membantu mahasiswa menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan aktivitas pribadi. Membuat jadwal dan menentukan prioritas dapat menjadi langkah sederhana untuk mengelola berbagai kegiatan.

GAYA HIDUP PRODUKTIF DAN MANAJEMEN WAKTU

Produktivitas menjadi salah satu tema yang banyak dibicarakan di kalangan mahasiswa. Berbagai metode seperti membuat daftar tugas, menggunakan kalender digital, menetapkan target harian, atau membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian dapat membantu mengatur aktivitas.

Namun, produktivitas bukan berarti mengisi seluruh waktu dengan pekerjaan. Istirahat juga merupakan bagian penting dari pengelolaan aktivitas.

Produktivitas yang sehat adalah kemampuan menyelesaikan hal penting tanpa mengabaikan kebutuhan fisik dan sosial. Mahasiswa dapat mencari metode manajemen waktu yang sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan masing-masing.

GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN

Kesadaran terhadap lingkungan juga mulai masuk dalam gaya hidup mahasiswa. Kebiasaan seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang, dan membuang sampah dengan benar merupakan contoh sederhana.

Mahasiswa juga dapat menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam kegiatan kampus. Penggunaan dokumen digital untuk kebutuhan tertentu, berbagi barang yang masih layak, atau memilih transportasi yang sesuai dapat menjadi bagian dari kebiasaan tersebut.

Gaya hidup berkelanjutan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Tidak semua perubahan harus dilakukan sekaligus karena setiap mahasiswa memiliki kondisi yang berbeda.

MENJAGA KESEHATAN DIGITAL

Penggunaan perangkat digital yang tinggi membuat kesehatan digital menjadi hal yang perlu diperhatikan. Mahasiswa dapat menghabiskan banyak waktu di depan layar untuk belajar, mengerjakan tugas, berkomunikasi, dan menikmati hiburan.

Karena itu, mahasiswa perlu memberikan waktu untuk beristirahat dari layar. Mengatur jeda, mengurangi penggunaan perangkat sebelum tidur, dan melakukan aktivitas fisik dapat membantu menciptakan rutinitas yang lebih seimbang.

Kesehatan digital berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi tanpa mengabaikan kebutuhan tubuh dan kehidupan sosial.

MEMILIH GAYA HIDUP SESUAI KEBUTUHAN

Tren gaya hidup dapat memberikan inspirasi, tetapi mahasiswa tidak harus mengikuti semuanya. Setiap mahasiswa memiliki kondisi ekonomi, jadwal, minat, lingkungan, dan kebutuhan yang berbeda.

Media sosial sering membuat tren terlihat seolah-olah harus diikuti oleh semua orang. Padahal, apa yang terlihat di internet belum tentu menggambarkan kehidupan seseorang secara keseluruhan.

Gaya hidup yang baik adalah gaya hidup yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan prioritas pribadi. Mahasiswa dapat mengambil sisi positif dari sebuah tren tanpa merasa harus meniru seluruh kebiasaan yang ditampilkan orang lain.

KESIMPULAN

Berbagai tren gaya hidup yang populer di kalangan mahasiswa mencakup gaya hidup digital, hidup sehat, olahraga, minimalisme, thrifting, pengelolaan keuangan, pembayaran digital, traveling, pengembangan diri, personal branding, kreativitas digital, produktivitas, hingga gaya hidup ramah lingkungan.

Tren tersebut dapat memberikan manfaat apabila diterapkan secara bijak. Mahasiswa dapat mengambil kebiasaan yang mendukung kesehatan, produktivitas, kreativitas, pendidikan, dan perkembangan diri tanpa harus mengikuti semua tren yang sedang populer.

Pada akhirnya, gaya hidup mahasiswa sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan prioritas masing-masing. Dengan memilih tren secara kritis dan menghindari kebiasaan yang berlebihan, mahasiswa dapat menjalani kehidupan yang lebih seimbang sekaligus tetap mengikuti perkembangan zaman.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.

Continue Reading

More Articles