Bagaimana Cara Menerapkan Frugal Living untuk Mahasiswa agar Lebih Hemat?
Gusti Ayu Tita P
24 September 2026
Frugal living merupakan gaya hidup yang mengutamakan penggunaan uang secara bijak dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. Bagi mahasiswa, menerapkan gaya hidup ini dapat membantu mengatur uang saku agar tidak cepat habis. Frugal living bukan berarti harus hidup serba kekurangan atau tidak boleh menikmati sesuatu. Tujuannya adalah menggunakan uang untuk hal yang benar-benar penting dan memberikan manfaat.
MEMBUAT ANGGARAN KEUANGAN BULANAN
Langkah pertama untuk menerapkan frugal living adalah membuat anggaran keuangan bulanan. Mahasiswa dapat mencatat jumlah uang yang tersedia dan membaginya untuk kebutuhan seperti makan, transportasi, pulsa, kuliah, serta keperluan lainnya. Dengan anggaran yang jelas, pengeluaran dapat lebih mudah dikontrol. Catatan tersebut juga membantu mengetahui ke mana uang paling banyak digunakan.
Anggaran tidak harus dibuat dengan cara yang rumit. Mahasiswa dapat menggunakan catatan di ponsel, buku, atau aplikasi pencatat keuangan. Yang terpenting adalah mencatat pemasukan dan pengeluaran secara konsisten agar kondisi keuangan dapat dipantau.
MEMBEDAKAN KEBUTUHAN DAN KEINGINAN
Frugal living mengajarkan seseorang untuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan seperti makanan, transportasi, biaya kuliah, dan perlengkapan belajar perlu diprioritaskan. Sementara itu, membeli barang karena tren atau sekadar ingin mengikuti teman dapat ditunda jika tidak diperlukan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mahasiswa mengurangi pengeluaran yang kurang penting.
Sebelum membeli sesuatu, mahasiswa dapat bertanya apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Jika jawabannya tidak, pembelian dapat ditunda selama beberapa hari. Cara ini dapat membantu mengurangi pembelian impulsif dan membuat keputusan keuangan menjadi lebih terencana.
MEMASAK ATAU MEMBAWA BEKAL
Makanan dapat menjadi salah satu pengeluaran rutin mahasiswa, terutama bagi mereka yang sering membeli makanan di luar. Memasak sendiri atau membawa bekal dapat menjadi alternatif untuk menghemat biaya makan. Menu sederhana seperti nasi, telur, sayuran, dan lauk yang mudah dibuat dapat disesuaikan dengan anggaran. Selain lebih hemat, cara ini juga memungkinkan mahasiswa mengatur pilihan makanan yang dikonsumsi.
Tidak semua mahasiswa memiliki waktu untuk memasak setiap hari. Alternatifnya adalah memasak dalam jumlah tertentu untuk beberapa kali makan atau memilih makanan dengan harga yang sesuai anggaran. Intinya bukan menghindari makan di luar sepenuhnya, tetapi mengatur frekuensinya agar tidak menghabiskan sebagian besar uang bulanan.
MENGURANGI PENGELUARAN YANG TIDAK PERLU
Pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali dapat menjadi besar jika tidak diperhatikan. Contohnya adalah membeli minuman kekinian, camilan, berlangganan layanan yang jarang digunakan, atau sering melakukan pembelian spontan. Mahasiswa dapat mengevaluasi pengeluaran tersebut dan menentukan mana yang masih diperlukan. Mengurangi beberapa pengeluaran kecil dapat memberikan ruang lebih besar dalam anggaran.
Cara ini tidak berarti mahasiswa harus menghilangkan semua kegiatan yang menyenangkan. Hiburan tetap dapat dilakukan dengan menentukan batas anggaran. Dengan begitu, mahasiswa tetap dapat menikmati waktu luang tanpa mengganggu kebutuhan utama.
MEMANFAATKAN BARANG YANG MASIH LAYAK
Frugal living juga dapat dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan barang yang sudah dimiliki. Sebelum membeli perlengkapan baru, periksa terlebih dahulu apakah barang lama masih dapat digunakan. Buku, pakaian, tas, alat tulis, dan perlengkapan kuliah tidak selalu perlu diganti hanya karena ada model terbaru. Memanfaatkan barang yang masih layak dapat mengurangi pengeluaran sekaligus mencegah pemborosan.
Jika memang membutuhkan barang baru, mahasiswa dapat mempertimbangkan barang bekas yang masih berkualitas. Pilihan tersebut dapat digunakan untuk barang tertentu seperti buku, meja belajar, atau perlengkapan elektronik sesuai kondisi. Namun, kualitas dan keamanan barang tetap perlu diperhatikan sebelum membeli.
MEMANFAATKAN DISKON DENGAN BIJAK
Diskon dan promo dapat membantu menghemat uang jika digunakan untuk kebutuhan yang memang sudah direncanakan. Mahasiswa dapat membandingkan harga dan mencari promo sebelum membeli barang yang diperlukan. Namun, diskon tidak selalu berarti hemat jika membuat seseorang membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Karena itu, jangan menjadikan promo sebagai alasan untuk melakukan pembelian impulsif.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat daftar belanja sebelum berbelanja. Barang yang tidak ada dalam daftar dapat dipertimbangkan kembali sebelum dibeli. Dengan cara tersebut, promo dapat dimanfaatkan sebagai alat penghematan, bukan sebagai pemicu pengeluaran tambahan.
MENGGUNAKAN TRANSPORTASI SECARA EFISIEN
Transportasi juga perlu dimasukkan dalam anggaran mahasiswa. Jika memungkinkan, mahasiswa dapat berjalan kaki untuk jarak dekat, menggunakan transportasi umum, atau berbagi kendaraan dengan teman. Pilihan tersebut dapat mengurangi biaya perjalanan sehari-hari. Namun, faktor keamanan, jarak, waktu, dan kondisi perjalanan tetap perlu menjadi pertimbangan.
Mahasiswa juga dapat mengatur jadwal perjalanan agar tidak terlalu sering bepergian tanpa keperluan. Menggabungkan beberapa kebutuhan dalam satu perjalanan dapat membuat penggunaan waktu dan biaya transportasi lebih efisien. Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan penghematan jika dilakukan secara konsisten.
MENYISIHKAN UANG UNTUK TABUNGAN
Menerapkan frugal living sebaiknya tidak hanya berfokus pada mengurangi pengeluaran. Mahasiswa juga dapat menyisihkan sebagian uang yang tersedia untuk tabungan atau kebutuhan yang sudah direncanakan. Jumlahnya tidak harus besar karena yang lebih penting adalah membangun kebiasaan. Tabungan dapat digunakan untuk kebutuhan mendadak, keperluan pendidikan, atau tujuan tertentu di masa depan.
Jika memungkinkan, uang untuk tabungan dapat dipisahkan segera setelah menerima uang saku atau pemasukan. Dengan begitu, uang tersebut tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain. Mahasiswa juga dapat menentukan tujuan tabungan agar lebih termotivasi untuk mempertahankan kebiasaan tersebut.
KESIMPULAN
Frugal living untuk mahasiswa dapat dimulai dari langkah sederhana seperti membuat anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur biaya makan, serta mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Memanfaatkan barang yang masih layak, menggunakan promo secara bijak, dan memilih transportasi yang efisien juga dapat membantu menghemat uang. Gaya hidup hemat bukan berarti menghilangkan semua kesenangan, tetapi menggunakan uang sesuai prioritas. Jika dilakukan secara konsisten, frugal living dapat membantu mahasiswa memiliki kebiasaan keuangan yang lebih teratur dan bertanggung jawab.
About the Author
Gusti Ayu Tita P
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.