University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 30 views

Bagaimana Cara Mengatasi FOMO dengan Bijak?

G

Gusti Ayu Tita P

12 September 2026

Bagikan:
Bagaimana Cara Mengatasi FOMO dengan Bijak?

FOMO atau Fear of Missing Out adalah perasaan takut tertinggal dari orang lain, terutama ketika melihat aktivitas, pencapaian, atau pengalaman mereka. Perasaan ini semakin mudah muncul karena media sosial membuat seseorang dapat melihat kehidupan orang lain hampir setiap saat. Jika tidak dikendalikan, FOMO dapat membuat seseorang mengikuti tren tanpa pertimbangan, merasa kurang dibandingkan orang lain, atau mengambil keputusan hanya karena takut ketinggalan.

Mengatasi FOMO bukan berarti harus berhenti menggunakan media sosial atau menghindari semua tren. Hal yang lebih penting adalah belajar mengenali kebutuhan diri, mengendalikan dorongan, dan menentukan prioritas. Dengan cara tersebut, seseorang dapat menikmati kehidupan tanpa terus merasa harus mengikuti apa yang dilakukan orang lain.

KENALI PENYEBAB FOMO

Langkah pertama untuk mengatasi FOMO adalah memahami apa yang sebenarnya memicu perasaan tersebut. FOMO dapat muncul ketika melihat teman mendapatkan pekerjaan baru, membeli barang tertentu, bepergian, mengikuti acara populer, atau mencapai sesuatu lebih cepat. Media sosial juga dapat memperkuat perasaan tersebut karena pengguna biasanya hanya melihat bagian kehidupan orang lain yang terlihat menarik.

Perlu diingat bahwa apa yang ditampilkan di media sosial tidak selalu menggambarkan kehidupan seseorang secara lengkap. Orang cenderung membagikan momen terbaik, sementara masalah dan kegagalan jarang terlihat. Dengan memahami hal ini, seseorang dapat mengurangi kebiasaan membandingkan kehidupannya dengan tampilan kehidupan orang lain.

BATASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL

Media sosial bukan penyebab tunggal FOMO, tetapi penggunaan yang berlebihan dapat membuat seseorang semakin sering membandingkan diri. Karena itu, membatasi waktu menggunakan media sosial dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi pemicunya. Cobalah menentukan waktu tertentu untuk membuka media sosial dan hindari kebiasaan memeriksa unggahan secara terus-menerus.

Selain membatasi durasi, perhatikan juga akun yang diikuti. Jika terdapat akun yang membuat Anda sering merasa tertinggal, tidak cukup baik, atau terdorong membeli sesuatu yang tidak diperlukan, pertimbangkan untuk mute, unfollow, atau mengurangi interaksi dengan akun tersebut. Tujuannya bukan menghindari orang lain, tetapi menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat.

TENTUKAN PRIORITAS PRIBADI

FOMO sering terjadi karena seseorang terlalu fokus pada apa yang dilakukan orang lain dan lupa menentukan apa yang benar-benar penting bagi dirinya sendiri. Setiap orang memiliki kebutuhan, kondisi keuangan, tujuan, dan waktu yang berbeda. Sesuatu yang tepat bagi orang lain belum tentu sesuai dengan kehidupan Anda.

Buatlah daftar tujuan yang ingin dicapai, baik dalam pendidikan, pekerjaan, keuangan, hubungan sosial, maupun pengembangan diri. Setelah memiliki prioritas, gunakan tujuan tersebut sebagai dasar ketika mengambil keputusan. Dengan begitu, Anda tidak mudah mengikuti tren hanya karena takut dianggap tertinggal.

BERPIKIR SEBELUM MENGIKUTI TREN

Tidak semua tren harus diikuti. Ketika menemukan sesuatu yang sedang populer, berikan waktu untuk berpikir sebelum langsung membeli, mencoba, atau mengikutinya. Tanyakan kepada diri sendiri apakah hal tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya muncul karena dorongan sesaat.

Pertimbangkan juga manfaat, biaya, waktu, dan dampaknya terhadap rencana pribadi. Jika sebuah keputusan tidak sesuai dengan kebutuhan atau kemampuan, tidak ada masalah untuk melewatkannya. Kemampuan mengatakan tidak merupakan bagian penting dari pengendalian diri dan dapat membantu seseorang terhindar dari keputusan impulsif.

HINDARI KEBIASAAN MEMBANDINGKAN DIRI

Membandingkan diri dengan orang lain secara terus-menerus dapat memperbesar rasa tidak puas. Padahal, setiap orang memiliki titik awal, kesempatan, tantangan, dan proses yang berbeda. Membandingkan pencapaian secara langsung tanpa memahami kondisi di baliknya dapat menghasilkan penilaian yang tidak adil terhadap diri sendiri.

Daripada terus melihat pencapaian orang lain, fokuslah pada perkembangan pribadi. Bandingkan kondisi diri saat ini dengan diri sendiri di masa lalu. Kemajuan kecil tetap merupakan kemajuan, sehingga tidak perlu merasa gagal hanya karena perjalanan Anda berbeda dari orang lain.

LATIH RASA SYUKUR DAN KESADARAN DIRI

Rasa syukur dapat membantu seseorang lebih menyadari hal-hal positif yang sudah dimiliki. Ketika perhatian terlalu banyak diarahkan pada kehidupan orang lain, berbagai pencapaian pribadi sering kali justru terabaikan. Luangkan waktu untuk mengingat hal yang sudah berhasil dicapai, hubungan yang bermakna, serta pengalaman yang memberikan nilai positif.

Kesadaran diri juga membantu seseorang memahami perasaan sebelum mengambil keputusan. Ketika muncul keinginan untuk mengikuti sesuatu karena takut tertinggal, berhentilah sejenak dan tanyakan alasan sebenarnya. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu membedakan antara keinginan yang memang berasal dari diri sendiri dan dorongan yang muncul karena tekanan sosial.

BANGUN KEHIDUPAN YANG SESUAI DENGAN NILAI DIRI

Mengatasi FOMO pada akhirnya bukan tentang memiliki lebih sedikit pengalaman, tetapi tentang memilih pengalaman yang sesuai dengan nilai dan tujuan hidup. Seseorang tetap dapat mengikuti tren, menghadiri acara, menggunakan media sosial, atau mencoba hal baru selama keputusan tersebut dibuat secara sadar. Masalah muncul ketika seseorang merasa harus melakukan sesuatu hanya agar tidak merasa tertinggal.

Bangun rutinitas yang membuat hidup terasa bermakna, seperti belajar, bekerja, berolahraga, mengembangkan keterampilan, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau menjalankan hobi. Ketika kehidupan sehari-hari sudah memiliki tujuan yang jelas, kebutuhan untuk terus mengikuti kehidupan orang lain biasanya menjadi lebih kecil. Kepuasan hidup tidak ditentukan oleh seberapa banyak hal yang kita ikuti, tetapi oleh seberapa sesuai pilihan tersebut dengan kebutuhan dan nilai diri.

KAPAN FOMO PERLU DIWASPADAI?

FOMO perlu mendapat perhatian lebih ketika perasaan takut tertinggal mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang terus memeriksa media sosial, sulit menikmati waktu tanpa internet, mengeluarkan uang secara berlebihan demi mengikuti tren, atau merasa sangat cemas ketika tidak mengikuti aktivitas tertentu. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial atau tekanan sosial mungkin sudah mulai mempengaruhi kesejahteraan dan pengambilan keputusan.

Jika perasaan tersebut berlangsung terus-menerus dan sulit dikendalikan hingga mengganggu aktivitas, hubungan, pekerjaan, atau pendidikan, mencari bantuan dari psikolog atau tenaga profesional yang sesuai dapat menjadi pilihan yang bijak. Meminta bantuan bukan berarti seseorang lemah. Justru, mengenali masalah dan mencari dukungan merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.

KESIMPULAN

FOMO dapat diatasi dengan membangun kesadaran dan kemampuan menentukan pilihan secara bijak. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah mengenali pemicu FOMO, membatasi penggunaan media sosial, menentukan prioritas, berpikir sebelum mengikuti tren, dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Rasa syukur serta kesadaran terhadap perkembangan diri juga dapat membantu membangun perspektif yang lebih sehat.

Pada akhirnya, tidak semua hal harus diikuti dan tidak semua pencapaian orang lain harus menjadi ukuran keberhasilan pribadi. Hidup dengan lebih sadar berarti berani memilih apa yang benar-benar penting, meskipun pilihan tersebut berbeda dari lingkungan sekitar. Dengan cara ini, seseorang dapat menggunakan media sosial dan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan kendali atas tujuan hidupnya sendiri.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.

Continue Reading

More Articles