Bagaimana Cara Mengelola Stres bagi Mahasiswa yang Kuliah Sambil Bekerja?
Gusti Ayu Tita P
18 September 2026
Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja memiliki tanggung jawab yang lebih banyak sehingga perlu mengatur waktu dengan baik. Jadwal kuliah, pekerjaan, tugas, dan kegiatan pribadi perlu disusun agar tidak saling bertabrakan. Jadwal yang teratur dapat membantu mahasiswa mengetahui waktu untuk belajar, bekerja, beristirahat, dan melakukan kegiatan lainnya. Gunakan kalender atau catatan untuk menuliskan seluruh kegiatan penting. Dengan cara tersebut, aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih terarah.
Mahasiswa sebaiknya menentukan kegiatan berdasarkan tingkat kepentingan dan batas waktunya. Tugas yang memiliki tenggat dekat dapat diselesaikan terlebih dahulu agar tidak menumpuk. Jadwal juga perlu dibuat secara realistis dan tidak terlalu padat. Sisakan waktu untuk menghadapi perubahan atau kegiatan yang muncul secara tiba-tiba. Pengaturan waktu yang baik dapat mengurangi tekanan akibat banyaknya tanggung jawab.
MENJAGA WAKTU ISTIRAHAT
Istirahat merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan ketika menjalani kuliah dan pekerjaan. Kesibukan yang terlalu padat tanpa waktu istirahat dapat membuat tubuh dan pikiran lebih mudah lelah. Mahasiswa perlu menyediakan waktu tidur dan istirahat yang cukup sesuai kebutuhan tubuh. Waktu istirahat sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai waktu yang terbuang. Kondisi tubuh yang lebih bugar dapat membantu mahasiswa menjalankan aktivitas dengan lebih baik.
Selain tidur, istirahat singkat dapat dilakukan di sela-sela kegiatan. Setelah belajar atau bekerja dalam waktu tertentu, mahasiswa dapat mengambil jeda untuk melakukan aktivitas ringan. Misalnya, berjalan sebentar, minum air, atau melakukan peregangan. Jeda tersebut dapat membantu mengurangi rasa lelah sebelum kembali menjalankan aktivitas. Menjaga waktu istirahat membantu mahasiswa mempertahankan energi selama menjalani rutinitas yang padat.
MENYELESAIKAN TUGAS SECARA BERTAHAP
Tugas kuliah yang menumpuk dapat meningkatkan tekanan bagi mahasiswa yang juga bekerja. Karena itu, tugas sebaiknya tidak selalu dikerjakan mendekati batas pengumpulan. Membagi tugas menjadi beberapa bagian kecil dapat membuat pekerjaan terasa lebih mudah untuk diselesaikan. Mahasiswa dapat menentukan target sederhana setiap hari sesuai waktu yang tersedia. Cara tersebut dapat membantu mencegah pekerjaan menumpuk dalam satu waktu.
Prioritas juga perlu diberikan pada tugas yang memiliki batas waktu paling dekat. Mahasiswa dapat menggunakan waktu luang untuk membaca materi, membuat catatan, atau menyelesaikan bagian tugas tertentu. Jika memiliki waktu yang sangat terbatas, komunikasikan kondisi tersebut dengan pihak yang berkaitan secara baik. Jangan ragu meminta penjelasan jika terdapat materi yang belum dipahami. Penyelesaian tugas secara bertahap dapat membantu menjaga pekerjaan akademik tetap terkendali.
MENJAGA KOMUNIKASI DAN MEMINTA DUKUNGAN
Komunikasi yang baik dapat membantu mahasiswa mengelola berbagai tanggung jawab. Jika jadwal kuliah dan pekerjaan mengalami benturan, mahasiswa perlu menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak terkait. Komunikasi secara terbuka dapat membantu mencari solusi yang sesuai dengan keadaan. Mahasiswa juga dapat berdiskusi dengan dosen, teman, keluarga, atau rekan kerja ketika membutuhkan bantuan. Dukungan dari lingkungan sekitar dapat membuat beban terasa lebih mudah dikelola.
Mahasiswa tidak harus menyelesaikan semua masalah seorang diri. Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya dapat membantu mendapatkan sudut pandang atau solusi baru. Namun, mahasiswa tetap perlu menjaga batas pribadi dan memilih orang yang tepat untuk diajak berdiskusi. Jika tekanan terasa mengganggu aktivitas sehari-hari secara terus-menerus, mencari bantuan profesional dapat menjadi salah satu pilihan. Meminta bantuan merupakan langkah yang wajar ketika seseorang membutuhkan dukungan.
MEMBANGUN KEBIASAAN HIDUP YANG SEIMBANG
Kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menghadapi rutinitas yang padat. Selain kuliah dan bekerja, mahasiswa perlu memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, waktu istirahat, dan kegiatan yang menyenangkan. Keseimbangan aktivitas dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan mendukung produktivitas. Tidak semua waktu harus digunakan untuk belajar atau bekerja. Sisihkan waktu untuk melakukan kegiatan yang disukai selama tetap sesuai dengan jadwal.
Mahasiswa juga perlu melakukan evaluasi terhadap rutinitas secara berkala. Jika jadwal terlalu berat, beberapa kegiatan dapat dikurangi atau diatur kembali. Jangan menetapkan target yang terlalu banyak jika belum mampu membaginya dengan baik. Fokus pada kegiatan yang penting dan sesuai dengan kemampuan dapat membantu mengurangi tekanan. Kebiasaan hidup yang seimbang dapat membantu mahasiswa menjalani kuliah dan pekerjaan dengan lebih teratur.
KESIMPULAN
Mengelola Stres bagi Mahasiswa yang Kuliah Sambil Bekerja dapat dilakukan dengan menyusun jadwal, menjaga waktu istirahat, menyelesaikan tugas secara bertahap, membangun komunikasi, dan menjaga keseimbangan aktivitas. Mahasiswa perlu mengenali batas kemampuan agar tidak mengambil terlalu banyak tanggung jawab dalam satu waktu. Dukungan dari keluarga, teman, dosen, atau rekan kerja juga dapat membantu ketika menghadapi kesulitan. Dengan pengaturan aktivitas yang baik dan kebiasaan positif, mahasiswa dapat menjalani kuliah serta pekerjaan secara lebih teratur.
About the Author
Gusti Ayu Tita P
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.