Bagaimana Cara Mengenali Golden Child Sejak Dini?
Gusti Ayu Tita P
23 September 2026
Golden child adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan anak yang mendapatkan perlakuan istimewa, perhatian lebih, atau ekspektasi tinggi dari orang tua dibandingkan anggota keluarga lainnya. Kondisi ini biasanya terbentuk melalui pola interaksi yang berlangsung secara berulang, bukan hanya karena satu kejadian. Anak yang menjadi golden child sering dianggap sebagai sosok yang paling membanggakan atau paling mampu memenuhi harapan keluarga. Meski terlihat positif, posisi tersebut juga dapat memberikan tekanan tertentu kepada anak.
Mengenali golden child sejak dini penting agar keluarga dapat memahami pola hubungan yang sedang terbentuk. Tujuannya bukan memberikan label kepada anak, melainkan melihat apakah terdapat perlakuan yang terlalu berbeda di antara saudara. Dengan mengenali tanda-tandanya, orang tua dapat memperbaiki pola pengasuhan sebelum menimbulkan masalah dalam hubungan keluarga. Setiap anak juga dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang tanpa merasa harus memenuhi standar tertentu agar mendapatkan kasih sayang.
PERHATIKAN PERBEDAAN PERLAKUAN DALAM KELUARGA
Salah satu cara mengenali golden child adalah memperhatikan apakah ada anak yang secara konsisten mendapatkan perlakuan lebih istimewa. Misalnya, anak tertentu lebih sering mendapatkan pujian, kepercayaan, kebebasan, atau dukungan dibandingkan saudara lainnya. Perbedaan perlakuan sesekali sebenarnya dapat terjadi karena setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, jika pola tersebut terus berulang tanpa alasan yang jelas, keluarga perlu mengevaluasinya.
Perhatian juga perlu diberikan pada cara orang tua menghadapi kesalahan. Golden child mungkin mendapatkan toleransi lebih besar ketika melakukan kesalahan, sedangkan saudara lainnya mendapatkan kritik lebih keras untuk kesalahan yang serupa. Kondisi seperti ini dapat menciptakan persepsi bahwa ada anak yang lebih berharga daripada anak lainnya. Karena itu, konsistensi dalam menerapkan aturan menjadi hal penting dalam pengasuhan.
ANAK SERING DIJADIKAN CONTOH BAGI SAUDARANYA
Tanda lain yang dapat diamati adalah anak tertentu sering dijadikan contoh bagi saudara-saudaranya. Orang tua mungkin mengatakan bahwa anak tersebut lebih rajin, lebih pintar, lebih patuh, atau lebih berhasil. Pujian seperti ini memang dapat diberikan untuk mengapresiasi perilaku positif. Namun, jika pujian selalu disertai perbandingan dengan saudara, pola tersebut dapat menjadi tidak sehat.
Anak yang terus dijadikan contoh juga dapat merasa bahwa dirinya harus selalu mempertahankan posisi tersebut. Ia mungkin merasa tidak boleh melakukan kesalahan karena takut mengecewakan orang tua. Sementara itu, saudara yang dibandingkan dapat merasa kurang dihargai. Oleh sebab itu, apresiasi sebaiknya diberikan berdasarkan usaha dan perkembangan masing-masing anak, bukan dengan merendahkan anak lain.
PERHATIKAN TEKANAN UNTUK SELALU BERPRESTASI
Golden child sering kali dikaitkan dengan pencapaian tertentu yang membuat orang tua merasa bangga. Prestasi tersebut dapat berupa nilai akademik, kemenangan dalam perlombaan, kemampuan sosial, maupun keberhasilan lain sesuai harapan keluarga. Jika penghargaan terhadap anak terlalu bergantung pada prestasi, anak dapat menganggap bahwa keberhasilan adalah syarat untuk mendapatkan penerimaan. Hal ini menjadi salah satu pola yang perlu diperhatikan sejak dini.
Anak mungkin terlihat sangat rajin dan berprestasi, tetapi belum tentu merasa nyaman dengan tuntutan tersebut. Beberapa anak dapat menjadi sangat takut gagal atau sulit menerima hasil yang tidak sesuai harapan. Karena itu, orang tua sebaiknya memperhatikan kondisi anak setelah mendapatkan prestasi. Anak perlu mengetahui bahwa kasih sayang keluarga tidak bergantung pada nilai, kemenangan, atau pencapaian tertentu.
ANAK MERASA HARUS SELALU MENYENANGKAN ORANG TUA
Golden child juga dapat dikenali melalui kecenderungan anak untuk selalu berusaha memenuhi keinginan orang tua. Anak mungkin sangat takut mengecewakan keluarga dan berusaha menghindari tindakan yang dianggap tidak sesuai harapan. Sikap patuh tentu tidak selalu menunjukkan adanya masalah. Namun, jika anak terus mengabaikan keinginan atau kebutuhannya sendiri karena takut kehilangan penerimaan, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
Orang tua dapat mengamati bagaimana anak merespons ketika memiliki pendapat yang berbeda. Anak yang merasa aman biasanya tetap dapat menyampaikan ketidaksetujuan dengan cara yang sesuai usianya. Sebaliknya, anak yang terlalu takut mengecewakan orang tua mungkin selalu mengatakan iya meskipun sebenarnya tidak nyaman. Komunikasi terbuka dapat membantu anak memahami bahwa berbeda pendapat tidak berarti kehilangan kasih sayang.
ANAK SULIT MENERIMA KEGAGALAN
Kesulitan menerima kegagalan juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Anak yang terbiasa mendapatkan pujian karena selalu berhasil mungkin menganggap kesalahan sebagai sesuatu yang sangat buruk. Ketika hasilnya tidak sesuai harapan, ia dapat merasa malu, kecewa, atau takut mendapatkan penilaian negatif. Namun, perilaku tersebut tidak otomatis berarti anak adalah golden child karena rasa takut gagal juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain.
Orang tua dapat membantu dengan menunjukkan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar. Fokus pembicaraan sebaiknya tidak hanya pada hasil, tetapi juga pada usaha, strategi, dan pengalaman yang diperoleh anak. Dengan demikian, anak dapat memahami bahwa dirinya tetap dihargai meskipun melakukan kesalahan. Sikap ini juga membantu membangun kepercayaan diri yang lebih sehat.
SAUDARA SERING MERASA KURANG DIPERHATIKAN
Mengenali golden child tidak hanya dilakukan dengan melihat perilaku anak yang mendapatkan perhatian lebih. Perasaan saudara lainnya juga perlu diperhatikan karena mereka dapat merasakan adanya ketidakseimbangan dalam keluarga. Misalnya, saudara mengeluh bahwa pencapaian mereka jarang dihargai atau merasa selalu dibandingkan dengan anak tertentu. Keluhan tersebut sebaiknya didengarkan tanpa langsung dianggap sebagai rasa iri.
Orang tua dapat mengevaluasi apakah setiap anak memperoleh kesempatan yang cukup untuk mendapatkan perhatian dan dukungan. Kebutuhan setiap anak memang berbeda sehingga perlakuannya tidak harus selalu sama persis. Yang penting adalah setiap anak merasa dihargai dan diperlakukan secara adil. Dengan cara tersebut, risiko munculnya persaingan yang tidak sehat antar saudara dapat dikurangi.
BAGAIMANA MEMASTIKAN ANAK TIDAK TERJEBAK PERAN GOLDEN CHILD?
Mengenali tanda golden child sebaiknya tidak dilakukan dengan memberikan label permanen kepada anak. Istilah tersebut lebih berguna sebagai cara untuk memahami pola hubungan dalam keluarga. Orang tua dapat mulai mengevaluasi kebiasaan memberikan pujian, aturan, hukuman, perhatian, dan harapan kepada setiap anak. Evaluasi tersebut perlu dilakukan secara objektif agar tidak justru menciptakan masalah baru.
Orang tua juga dapat memberikan ruang kepada anak untuk melakukan kesalahan dan menyampaikan pendapat. Prestasi sebaiknya dihargai tanpa menjadikannya sebagai ukuran utama nilai seorang anak. Jika hubungan keluarga sudah dipenuhi konflik atau pola perlakuannya sulit diubah, berkonsultasi dengan psikolog atau konselor keluarga dapat membantu. Dengan pendekatan yang tepat, keluarga dapat membangun hubungan yang lebih seimbang dan mendukung perkembangan setiap anak.
KESIMPULAN
Cara mengenali golden child sejak dini dapat dimulai dengan memperhatikan pola perlakuan, perbandingan antar saudara, tuntutan prestasi, dan kebutuhan anak untuk selalu menyenangkan orang tua. Anak yang mendapatkan banyak pujian belum tentu otomatis merupakan golden child karena konteks keluarga perlu diperhatikan secara menyeluruh. Hal yang lebih penting adalah melihat apakah terdapat pola perlakuan yang konsisten dan tidak seimbang. Dengan komunikasi terbuka dan pengasuhan yang adil, orang tua dapat membantu setiap anak tumbuh tanpa merasa harus mempertahankan posisi tertentu dalam keluarga.
About the Author
Gusti Ayu Tita P
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.