University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 152 views

Bagaimana Cara Mengetahui Gaya Belajar yang Cocok untuk Diri Sendiri?

G

Gusti Ayu Tita P

30 September 2026

Bagikan:
Bagaimana Cara Mengetahui Gaya Belajar yang Cocok untuk Diri Sendiri?

Setiap orang memiliki kebiasaan dan pengalaman belajar yang berbeda. Ada yang lebih mudah memahami materi melalui gambar, ada yang terbantu dengan penjelasan lisan, sementara sebagian lainnya lebih nyaman membaca, menulis, berdiskusi, atau melakukan praktik secara langsung. Perbedaan tersebut membuat seseorang perlu mengenali cara belajar yang paling sesuai dengan kebutuhan dirinya.

Mengetahui gaya belajar dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan belajar yang lebih terarah. Namun, gaya belajar sebaiknya tidak dipahami sebagai label tetap yang menentukan kemampuan seseorang. Mahasiswa dapat menggunakan berbagai metode belajar dan menyesuaikannya dengan jenis materi, tujuan pembelajaran, serta kondisi yang sedang dihadapi.

PERHATIKAN KEBIASAAN SAAT BELAJAR

Cara pertama untuk mengetahui gaya belajar yang cocok adalah memperhatikan kebiasaan ketika mempelajari sesuatu. Cobalah mengingat metode apa yang biasanya membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat. Misalnya, seseorang mungkin lebih cepat memahami materi ketika membuat catatan, melihat ilustrasi, mendengarkan penjelasan, atau mengerjakan latihan. Pengamatan sederhana ini dapat memberikan gambaran mengenai preferensi belajar yang dimiliki.

Perhatikan juga kondisi ketika proses belajar terasa kurang efektif. Jika membaca materi dalam waktu lama membuat sulit berkonsentrasi, cobalah menggabungkannya dengan diskusi, latihan soal, video pembelajaran, atau praktik. Sebaliknya, jika penjelasan lisan terasa kurang membantu, materi dapat dilengkapi dengan catatan atau sumber bacaan. Mengenali kebiasaan belajar berarti memahami apa yang membantu dan apa yang justru membuat proses belajar menjadi kurang optimal.

COBA BERBAGAI METODE BELAJAR

Jangan langsung menentukan gaya belajar hanya berdasarkan dugaan. Cobalah beberapa metode secara bergantian untuk mengetahui strategi yang paling membantu. Mahasiswa dapat mencoba membuat peta konsep, membaca buku, menulis rangkuman, mendengarkan penjelasan, berdiskusi dengan teman, mengerjakan soal, atau melakukan praktik. Setelah mencoba setiap metode, bandingkan tingkat pemahaman dan kemampuan mengingat materi.

Eksperimen tersebut sebaiknya dilakukan pada materi yang memiliki tingkat kesulitan yang relatif sama. Dengan cara ini, mahasiswa dapat melihat metode mana yang benar-benar membantu memahami materi, bukan sekadar metode yang terasa menyenangkan. Hasil percobaan juga dapat berbeda berdasarkan mata kuliah. Gaya belajar yang cocok untuk memahami teori belum tentu menjadi metode terbaik ketika mempelajari materi yang membutuhkan praktik.

KENALI KECENDERUNGAN GAYA BELAJAR

Gaya belajar sering dibahas melalui beberapa kecenderungan, seperti visual, auditori, membaca dan menulis, serta kinestetik. Kecenderungan visual biasanya lebih terbantu dengan gambar, diagram, grafik, atau peta konsep. Kecenderungan auditori dapat terbantu dengan penjelasan lisan, diskusi, atau mengulang materi melalui suara. Sementara itu, membaca dan menulis dapat membantu seseorang yang lebih nyaman memahami informasi melalui teks dan catatan.

Kecenderungan kinestetik biasanya berkaitan dengan aktivitas yang melibatkan praktik, simulasi, eksperimen, atau pengalaman langsung. Meski demikian, seseorang tidak harus memiliki hanya satu kecenderungan. Seorang mahasiswa dapat menggunakan diagram untuk memahami konsep, membaca sumber akademik untuk memperdalam teori, lalu mengerjakan latihan untuk menguji pemahamannya. Karena itu, jenis gaya belajar lebih tepat digunakan sebagai gambaran preferensi daripada batas kemampuan seseorang.

GUNAKAN TES GAYA BELAJAR SECARA BIJAK

Tes gaya belajar dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk memperoleh gambaran awal mengenai preferensi belajar. Berbagai tes biasanya memberikan pertanyaan tentang kebiasaan seseorang ketika menerima atau memahami informasi. Hasilnya dapat menjadi bahan refleksi untuk mengetahui metode belajar yang mungkin menarik untuk dicoba. Namun, hasil tes tidak sebaiknya dianggap sebagai diagnosis atau keputusan mutlak mengenai cara seseorang harus belajar.

Pengalaman nyata selama belajar tetap penting untuk mengevaluasi apakah suatu metode benar-benar efektif. Jika hasil tes menunjukkan kecenderungan tertentu tetapi praktiknya tidak membantu memahami materi, mahasiswa tidak perlu memaksakan diri menggunakan metode tersebut. Tes gaya belajar sebaiknya dipandang sebagai alat eksplorasi, kemudian hasilnya dibandingkan dengan pengalaman belajar sehari-hari. Dengan pendekatan ini, mahasiswa dapat memilih strategi berdasarkan bukti dari proses belajarnya sendiri.

SESUAIKAN METODE DENGAN JENIS MATERI

Mengetahui gaya belajar bukan berarti menggunakan metode yang sama untuk semua mata kuliah. Setiap materi memiliki karakteristik dan tuntutan yang berbeda. Materi yang membutuhkan hafalan dapat dibantu dengan rangkuman dan latihan mengingat kembali, sedangkan materi hitungan membutuhkan latihan soal secara konsisten. Materi praktikum atau keterampilan tertentu dapat membutuhkan simulasi dan pengalaman langsung agar konsep lebih mudah dipahami.

Mahasiswa juga dapat menggabungkan beberapa metode dalam satu sesi belajar. Misalnya, materi dibaca terlebih dahulu, kemudian dibuat peta konsep, dijelaskan kembali menggunakan bahasa sendiri, dan diakhiri dengan latihan soal. Cara tersebut membuat mahasiswa lebih aktif dalam memproses informasi. Metode belajar efektif bukan hanya metode yang paling disukai, tetapi metode yang membantu mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik.

EVALUASI HASIL BELAJAR SECARA BERKALA

Setelah mencoba beberapa metode, lakukan evaluasi untuk mengetahui apakah strategi tersebut benar-benar memberikan hasil. Evaluasi dapat dilakukan dengan melihat kemampuan memahami materi, mengingat informasi setelah beberapa waktu, menyelesaikan latihan, atau menjelaskan kembali konsep tanpa melihat catatan. Jika hasilnya meningkat, metode tersebut dapat dipertahankan dan dikembangkan. Jika hasilnya belum sesuai harapan, mahasiswa dapat mencoba kombinasi metode yang berbeda.

Evaluasi juga membantu mahasiswa menjadi lebih fleksibel dalam belajar. Cara belajar yang efektif pada semester awal belum tentu selalu sama ketika tingkat kesulitan mata kuliah meningkat. Karena itu, proses menemukan gaya belajar sebaiknya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Poin pentingnya adalah tidak ada satu metode yang secara otomatis paling efektif untuk semua orang dan semua situasi.

KESIMPULAN

Cara mengetahui gaya belajar yang cocok untuk diri sendiri dapat dimulai dengan mengamati kebiasaan belajar, mencoba berbagai metode, mengenali kecenderungan pribadi, dan mengevaluasi hasilnya. Tes gaya belajar dapat digunakan sebagai bahan refleksi, tetapi hasilnya tidak perlu dianggap sebagai label yang menentukan kemampuan seseorang.

Mahasiswa sebaiknya tetap fleksibel dalam memilih strategi belajar. Menggabungkan membaca, menulis, mendengarkan, melihat informasi secara visual, berdiskusi, dan melakukan praktik dapat membantu menyesuaikan proses belajar dengan karakter materi. Dengan melakukan evaluasi secara berkala, setiap orang dapat menemukan strategi belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan akademiknya.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.

Continue Reading

More Articles