University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 42 views

Bagaimana Cara Terbaik Melakukan Reskilling Pasca PHK?

G

Gusti Ayu Tita P

22 Juli 2025

Bagikan:
Bagaimana Cara Terbaik Melakukan Reskilling Pasca PHK?

Reskilling pasca PHK merupakan proses mempelajari keterampilan baru setelah seseorang kehilangan pekerjaan. Langkah ini dapat membantu seseorang menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. PHK memang dapat mengubah rencana karier, tetapi masa setelah PHK juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kemampuan dan mempelajari bidang baru. Reskilling sebaiknya dilakukan secara terarah agar keterampilan yang dipelajari memiliki manfaat untuk peluang kerja berikutnya. Dengan persiapan yang tepat, seseorang dapat membangun kembali kemampuan dan kepercayaan dirinya dalam mencari pekerjaan.

MENENTUKAN KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN

Langkah pertama dalam reskilling adalah mengetahui keterampilan yang sedang dibutuhkan oleh dunia kerja. Cari informasi melalui lowongan pekerjaan, tren industri, dan persyaratan posisi yang ingin dituju. Bandingkan kebutuhan tersebut dengan kemampuan yang sudah dimiliki agar terlihat keterampilan apa yang masih kurang. Pilih keterampilan yang relevan dengan bidang yang ingin dimasuki dan sesuai dengan kemampuan untuk mempelajarinya. Cara ini membuat proses reskilling menjadi lebih fokus dan tidak dilakukan secara sembarangan.

MEMILIH BIDANG BARU YANG SESUAI

Setelah mengetahui keterampilan yang dibutuhkan, tentukan bidang pekerjaan yang ingin dituju. Tidak harus selalu memilih bidang yang sama dengan pekerjaan sebelumnya karena reskilling dapat digunakan untuk berpindah jalur karier. Pertimbangkan pengalaman, minat, kemampuan, serta peluang kerja ketika memilih bidang baru. Jika masih ragu, pelajari beberapa bidang terlebih dahulu melalui kursus singkat atau materi pembelajaran dasar. Dari proses tersebut, seseorang dapat mengetahui bidang yang paling sesuai sebelum mengikuti pelatihan yang lebih mendalam.

MENGIKUTI PELATIHAN DAN PEMBELAJARAN

Pelatihan dapat menjadi cara efektif untuk memperoleh keterampilan baru secara terstruktur. Pilihan belajar dapat berupa kursus daring, pelatihan tatap muka, webinar, program sertifikasi, atau pembelajaran mandiri. Materi sebaiknya dipilih berdasarkan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan untuk pekerjaan yang dituju. Jangan hanya mengumpulkan sertifikat tanpa memahami kemampuan yang dipelajari. Pemahaman dan kemampuan praktik tetap menjadi bagian penting dari proses reskilling.

MEMPERBANYAK PRAKTIK DAN MEMBUAT PORTOFOLIO

Setelah mempelajari teori, keterampilan baru perlu dipraktikkan melalui proyek atau latihan nyata. Misalnya, seseorang yang belajar desain dapat membuat beberapa contoh desain, sedangkan yang belajar pemasaran digital dapat membuat simulasi strategi promosi. Hasil latihan tersebut dapat dikumpulkan menjadi portofolio untuk menunjukkan kemampuan kepada calon pemberi kerja. Portofolio juga membantu seseorang melihat perkembangan keterampilannya dari waktu ke waktu. Semakin relevan proyek yang dibuat dengan posisi yang dituju, semakin mudah kemampuan tersebut dijelaskan saat melamar pekerjaan.

MEMANFAATKAN JARINGAN PROFESIONAL

Reskilling tidak hanya berkaitan dengan belajar, tetapi juga membangun jaringan profesional. Hubungi teman, mantan rekan kerja, komunitas, mentor, atau orang yang memiliki pengalaman di bidang yang sedang dipelajari. Dari jaringan tersebut, seseorang dapat memperoleh informasi mengenai pelatihan, peluang kerja, dan kebutuhan keterampilan di suatu bidang. Bergabung dalam komunitas profesional juga dapat membuka kesempatan untuk berdiskusi dan mengembangkan pengalaman. Namun, hubungan profesional tetap perlu dibangun secara sopan, saling menghargai, dan tidak hanya dilakukan ketika membutuhkan pekerjaan.

MELAKUKAN EVALUASI SECARA BERKALA

Proses reskilling perlu dievaluasi untuk mengetahui kemajuan dan kekurangan yang masih dimiliki. Evaluasi dapat dilakukan dengan melihat kemampuan yang sudah dikuasai, proyek yang telah dibuat, serta persyaratan pekerjaan yang masih belum terpenuhi. Jika terdapat keterampilan yang masih lemah, tambahkan latihan atau materi pembelajaran yang sesuai. Jangan berkecil hati jika proses belajar membutuhkan waktu karena setiap orang memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Konsistensi dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri kembali memasuki dunia kerja.

KESIMPULAN

Reskilling pasca PHK dapat dilakukan dengan menentukan keterampilan yang dibutuhkan, memilih bidang yang sesuai, mengikuti pelatihan, memperbanyak praktik, dan membangun jaringan profesional. Hasil belajar sebaiknya dibuktikan melalui proyek atau portofolio agar kemampuan lebih mudah ditunjukkan kepada calon pemberi kerja. Dengan proses yang terarah dan konsisten, seseorang dapat mempersiapkan keterampilan baru untuk menghadapi peluang kerja berikutnya.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.

Continue Reading

More Articles