University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 39 views

Bagaimana Pansos Memengaruhi Kepercayaan Diri?

G

Gusti Ayu Tita P

24 September 2026

Bagikan:
Bagaimana Pansos Memengaruhi Kepercayaan Diri?

Pansos atau panjat sosial sering dikaitkan dengan usaha seseorang mendapatkan perhatian, pengakuan, atau popularitas melalui hubungan dengan orang yang dianggap lebih dikenal. Perilaku ini semakin mudah terlihat di media sosial karena seseorang dapat menunjukkan pertemanan, aktivitas, atau kedekatan dengan figur tertentu kepada banyak orang. Dalam kondisi tertentu, pansos dapat berkaitan dengan cara seseorang melihat dirinya sendiri.

Kepercayaan diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan dan nilai dirinya. Ketika seseorang mendapatkan respons positif dari lingkungan, rasa percaya diri dapat meningkat. Namun, jika rasa percaya diri terlalu bergantung pada perhatian dan pengakuan orang lain, kondisi tersebut dapat menjadi kurang stabil.

MENDAPATKAN PERHATIAN DAPAT MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI

Salah satu cara pansos dapat memengaruhi kepercayaan diri adalah melalui perhatian sosial. Ketika seseorang mendapatkan banyak respons positif dari unggahan atau interaksi di media sosial, ia dapat merasa lebih dihargai. Perasaan tersebut dapat memberikan dorongan positif terhadap cara seseorang melihat dirinya.

Perhatian yang diterima juga dapat membuat seseorang lebih berani berinteraksi dengan lingkungan. Misalnya, seseorang yang sebelumnya kurang percaya diri dapat merasa lebih nyaman ketika mendapatkan dukungan dari orang lain. Namun, peningkatan tersebut akan lebih sehat jika juga didukung oleh kemampuan dan penerimaan terhadap diri sendiri.

VALIDASI SOSIAL DAPAT MEMENGARUHI RASA PERCAYA DIRI

Pansos juga dapat berkaitan dengan kebutuhan mendapatkan validasi sosial. Pujian, komentar positif, jumlah pengikut, dan respons audiens dapat menjadi bentuk pengakuan yang membuat seseorang merasa diterima. Ketika mendapatkan respons sesuai harapan, seseorang mungkin merasa lebih yakin terhadap dirinya.

Namun, terlalu bergantung pada validasi dapat membuat kepercayaan diri mudah berubah. Ketika perhatian berkurang, seseorang mungkin merasa kurang dihargai atau mulai mempertanyakan dirinya sendiri. Karena itu, validasi dari orang lain sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam membangun kepercayaan diri.

POPULARITAS DAPAT MEMBERIKAN RASA DIAKUI

Berada di lingkungan orang populer dapat membuat seseorang merasa lebih diakui secara sosial. Ketika orang lain mulai mengenal dirinya karena hubungan atau aktivitas tertentu, muncul perasaan bahwa dirinya memiliki tempat dalam lingkungan tersebut. Kondisi ini dapat memberikan pengalaman sosial yang menyenangkan dan meningkatkan keberanian untuk berinteraksi.

Meski demikian, rasa percaya diri yang hanya berasal dari popularitas dapat mudah berubah. Popularitas di media sosial dapat naik dan turun tergantung pada perhatian audiens. Kepercayaan diri yang lebih kuat sebaiknya juga dibangun dari kemampuan, pengalaman, nilai diri, dan pencapaian pribadi.

PANSOS BERLEBIHAN DAPAT MEMBUAT SESEORANG BERGANTUNG PADA PERHATIAN

Jika pansos dilakukan terlalu sering untuk mendapatkan respons publik, seseorang dapat menjadi lebih bergantung pada perhatian orang lain. Jumlah suka, komentar, atau pengikut dapat digunakan sebagai ukuran untuk menilai keberhasilan diri. Ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan, seseorang dapat merasa kecewa atau kurang percaya diri.

Kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang terus mencari cara untuk mendapatkan perhatian. Dalam jangka panjang, fokus yang terlalu besar pada respons publik dapat mengurangi kesempatan untuk mengembangkan kualitas diri. Karena itu, penting memiliki sumber kepercayaan diri yang tidak bergantung sepenuhnya pada media sosial.

KEPERCAYAAN DIRI PERLU DIBANGUN DARI DALAM DIRI

Pansos bukan satu-satunya faktor yang menentukan tingkat kepercayaan diri seseorang. Rasa percaya diri juga dapat berkembang melalui pengalaman, keterampilan, hubungan yang sehat, serta kemampuan menerima kelebihan dan kekurangan diri. Seseorang yang mengenali nilai dirinya tidak harus selalu mendapatkan perhatian untuk merasa berharga.

Media sosial dapat digunakan sebagai sarana berekspresi dan membangun hubungan dengan orang lain. Namun, penggunaannya sebaiknya tetap seimbang dan tidak menjadi ukuran utama nilai diri. Dengan membangun kemampuan serta hubungan yang sehat, kepercayaan diri dapat menjadi lebih stabil meskipun perhatian publik berubah.

KESIMPULAN

Pansos dapat memengaruhi kepercayaan diri melalui perhatian sosial, validasi, pengakuan, dan popularitas. Respons positif dari lingkungan dapat memberikan dorongan terhadap rasa percaya diri. Namun, jika seseorang terlalu bergantung pada perhatian orang lain, kepercayaan diri dapat menjadi lebih mudah berubah ketika respons tersebut berkurang.

Karena itu, kepercayaan diri sebaiknya tidak hanya dibangun dari popularitas atau penilaian di media sosial. Kemampuan, pengalaman, hubungan sehat, dan penerimaan diri juga menjadi bagian penting dalam membentuk rasa percaya diri. Pansos dapat menjadi bagian dari interaksi sosial, tetapi nilai diri seseorang tidak seharusnya ditentukan oleh seberapa banyak perhatian yang diterimanya.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.