University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 3 views

Bisakah Fomo Menjadi Pemicu Kita untuk Bertumbuh Lebih Baik?

G

Gusti Ayu Tita P

14 Juni 2025

Bagikan:
Bisakah Fomo Menjadi Pemicu Kita untuk Bertumbuh Lebih Baik?

 

FOMO atau Fear of Missing Out sering kali dianggap sebagai hal negatif dalam kehidupan digital saat ini. Istilah ini menggambarkan rasa takut tertinggal informasi, tren, atau pengalaman sosial yang sedang ramai di sekitar kita. Namun, tahukah kamu bahwa FOMO tidak selalu harus berdampak buruk? Jika disikapi dengan bijak, FOMO justru bisa menjadi pemicu kita untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Apa Itu FOMO dan Mengapa Bisa Terjadi?

FOMO adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa cemas karena merasa tertinggal atau tidak terlibat dalam sesuatu yang dilakukan orang lain. Biasanya, ini dipicu oleh aktivitas di media sosial, ketika kita melihat teman-teman menghadiri acara, traveling, atau meraih pencapaian tertentu. Hal ini membuat kita merasa harus ikut serta, atau merasa kurang dibandingkan dengan orang lain.

Faktor-faktor penyebab FOMO antara lain:

  1. Paparan berlebihan terhadap media sosial
  2. Kurangnya rasa percaya diri
  3. Perbandingan sosial yang tidak sehat
  4. Ketidaktahuan terhadap tujuan dan nilai diri sendiri

Apakah FOMO Selalu Buruk?

Secara umum, FOMO memang bisa merusak kesehatan mental jika tidak dikelola dengan baik. Namun, bukan berarti FOMO tidak bisa dimanfaatkan untuk hal positif. Justru, dalam kadar yang sehat, FOMO bisa menjadi pemicu untuk introspeksi diri dan mendorong kita keluar dari zona nyaman.

Misalnya, ketika kita merasa tertinggal karena melihat orang lain sukses, hal itu bisa menjadi bahan refleksi:

“Apa yang bisa aku lakukan untuk mencapai hal serupa?”
“Apakah aku sudah maksimal dalam mengembangkan diriku?”

FOMO bisa menjadi alarm yang membangunkan kita dari rasa nyaman berlebihan, selama kita tidak terjebak dalam tekanan sosial yang palsu.

Cara Mengubah FOMO Menjadi Dorongan Positif

Berikut beberapa cara mengubah perasaan FOMO menjadi energi untuk pertumbuhan diri:

1. Kenali Akar FOMO Anda

Sadari apa yang memicu rasa FOMO. Apakah karena keinginan diakui? Atau karena belum jelas tujuan hidupmu? Dengan mengenali penyebabnya, kamu bisa mengatur ulang fokusmu.

2. Gunakan Sebagai Motivasi, Bukan Perbandingan

Alih-alih membandingkan diri secara negatif, gunakan pencapaian orang lain sebagai inspirasi. Buatlah target pribadi yang realistis dan sesuai dengan kondisi diri.

3. Kurangi Konsumsi Media Sosial Secara Berlebihan

Tetapkan batas waktu dalam menggunakan media sosial. Semakin sering kita melihat highlight hidup orang lain, semakin mudah FOMO muncul.

4. Fokus pada Proses, Bukan Hasil Instan

Ingat bahwa setiap orang punya waktu dan jalur pertumbuhannya masing-masing. Nikmati proses belajarmu dan rayakan pencapaian sekecil apa pun.

5. Bangun Rasa Syukur dan Kesadaran Diri

Syukuri apa yang sudah dimiliki saat ini. Kesadaran akan nilai diri dapat mengurangi rasa tidak cukup yang sering muncul akibat FOMO.

Kesimpulan

FOMO memang bisa menjebak kita dalam lingkaran perasaan tidak puas dan cemas. Namun, jika kita mampu mengelolanya dengan bijak, FOMO justru dapat menjadi sinyal untuk memperbaiki dan mengembangkan diri. Kuncinya adalah mengubah rasa takut tertinggal menjadi dorongan untuk bertumbuh, bukan sekadar mengikuti tren.

 

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.

Continue Reading

More Articles